
"Mar." pria paruh baya mungkin seusia mang Kurdi memanggil Damar
Damar yang sedang beristirahat dengan pekerja lain sontak menoleh ke sumber suara, terlihat seorang pria berlari tergopoh gopoh menemui Damar.
"Ada apa pak le?" tanya Damar
"Aku semalam melihat kamu mengantar pulang mbah Sastro, opo benar?" tanya pria paruh baya itu memastikan
Tak ayal mendengar pertanyaan dari pria paruh baya yang memakai caping itu membuat semua pekerja pembangunan rumah Riana menoleh, terlebih pekerja yang berusia tua.
"Benar opo ora Panjul?" tanya mang Kurdi kepada pria paruh baya yang bernama Panjul
"Wes benar, wong aku lihat sendiri semalam Damar membonceng mbah Sastro." ucap Panjul
"Benar le?" tanya salah satu pekerja yang lebih sepuh
Usianya yang sudah tua, namun ia tetap nekat membantu pembangunan rumah mendiang keluarga Pramono dengan alasan ingin balas budi, pria sepuh itu bernama mbah Bayan.
Dulu keluarga Pramono sering membantunya, itu yang membuat mbah Bayan tetap bersikukuh untuk membantu. Walaupun pekerja lain melarang karena usianya yang sudah tua, namun mbah Bayan tidak perduli.
__ADS_1
"Benar mbah." sahut Damar seraya mengangguk
Sontak jawaban itu membuat para pekerja paruh baya terkejut.
"Dia datang mbah, apa ini artinya..." Panjul tidak mampu meneruskan ucapan nya
Mbah Bayan hanya mengangguk seraya menatap Damar, sementara Damar yang bingung hanya mengernyitkan alis.
"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Damar
Mbah Bayan yang melihat kebingungan diraut wajah Damar pun merasa kasihan, ia pun mencoba menjelaskan.
"Sekarang tidak ada yang tahu mbah Sastro itu manusia atau bukan, hanya saja dulu dia manusia biasa sama seperti kita. Dan dia jatuh cinta pada gadis desa, gadis desa itu pun demikian...
Namun di waktu malam pertama tanpa sepengetahuan Sastro, para pemuda desa melecehkan Danu hingga pingsan. Waktu itu, kemarahan dan dendam menguasai pikiran Danu...
Ia pun bersumpah untuk membuat desa ini menjadi desa mati, dan melenyapkan semua penghuni nya. Dan pada malam hari itu juga, ia pergi bertapa dihutan larangan dan menjadi penguasa disana. Ia biasa disebut dengan Nyi Danu, konon siapa yang menyebut namanya akan mati.
Hingga berbulan bulan lamanya, desa ini pun diserang dengan berbagai kiriman teluh hingga warga sedikit demi sedikit meninggal...
__ADS_1
Pada saat itu, Sastro juga bertapa di lautan untuk mendapatkan kekuatan dan menghentikan teror di desa ini. Itu sebabnya, tidak ada yang tahu apakah Sastro itu masih manusia atau bukan. Hanya saja, desas desus beredar bahwa ia juga menjadi penguasa lautan." ucap mbah Bayan panjang lebar
"Lalu apa yang terjadi mbah?" tanya Damar
"Setelah sekian lama, Sastro kembali dengan penampilan yang berbeda. Bahkan kekuatan nya sangat dahsyat, pada waktu itu Sastro, serta beberapa para tetua adat yang lain mencoba untuk melawan Nyi Danu....
Cukup lama hingga akhirnya berhasil, namun tidak berhasil total. Karena pada waktu itu, Danu mengatakan dimasa yang akan mendatang akan ada seorang wanita yang akan menghancurkan desa ini kembali....
Sastro pun bisa melihat akan hal itu, dan Sastro pun mengatakan suatu saat nanti akan ada juga pria yang akan menghentikan wanita itu. Dan disaat waktu itu telah tiba, maka Sastro sendiri yang akan datang langsung menemui pria itu...
Seperti itulah, para tetua adat menyuruh warga mengungsi kedesa sebelah. Entah bagaimana ceritanya, dulu desa ini hancur bahkan sudah lama warga membiarkan desa ini menjadi desa mati...
Kami para sesepuh yang mencoba memberanikan diri untuk memperbaiki kembali desa ini, hingga menjadi seperti ini." ucap mbah Bayan
"Lalu apa hubungannya denganku mbah." sahut Damar
Namun mbah Bayan hanya menatap Damar dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Nanti sewaktu waktu jika Sastro mengajak kamu untuk latihan, ikuti saja lah le. Semua ini demi desa ini, kamu paham toh." ucap mbah Bayan
__ADS_1
"Aku akan melakukan apapun demi desa ini mbah." sahut Damar mantap
Setelah perbincangan, mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka kembali.