
🌼🍍🌼
Simon tiba di kampus Jenny. Ia menunggu Jenny ke luar. Sebuah mobil berhenti di belakang mobil Simon. Angelica ke luar dari dalam mobil, ia mendekati Simon.
"Kamu pulang saja, Simon. Biar aku yang menjemput Jenny," Angelica menatap Simon, suaranya bernada perintah.
"Maaf Nyonya, tidak seorangpun boleh menjemput nona Jenny selain saya, itu perintah tuan." Sahut Simon dengan tegas, tanpa rasa takut.
"Jangan membantahku, Simon!"
"Nyonya, boss saya adalah tuan Bradd, dan nona Jenny. Hanya mereka yang memiliki wewenang untuk memerintah saya, bukan Nyonya!" sedikitpun Simon tidak gentar menghadapi Angelica.
"Kamu lupa Simon, ayahku adalah pemilik semua harta yang sekarang dikuasai oleh Bradd!" Angelica mengacungkan jari telunjuknya di hadapan Simon.
"Maaf Nyonya, itu bukan harta anda lagi, itu semua sudah menjadi milik nona Jenny. Nama anda sudah dicoret dari silsilah keluarga. Dan, jangan coba mengintimidasi saya, saya tidak takut pada anda!" Simon balas mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Angelica.
"Sebaiknya anda pergi, karena saya sangat yakin, nona Jenny pasti tidak akan suka jika harus melihat wajah anda! Atau saya laporkan anda ke Polisi, karena mencoba mengganggu ketenangan nona Jenny!"
"Simon, aku ini ibunya! Bukan orang.... "
"Ya, mungkin benar anda sudah mengandung, dan melahirkan nona Jenny. Tapi kemana saja anda selama ini. Tuan Bradd yang sudah mengasuh, mendidik, dan membesarkan nona Jenny. Sebaiknya anda pergi sekarang, atau.... " Simon merogoh ponsel dari sakunya.
"Baik aku pergi, tapi kamu harus ingat Simon. Kalau aku kembali menjadi nyonya di rumah itu, maka orang pertama yang akan aku tendang keluar, itu adalah kau!"
"Bermimpi jangan terlalu tinggi Nyonya Angelica. Silahkan pergi, sebelum kesabaranku habis!" geram Simon.
Angelica melengos, dengan kepala mendongak, ia melangkah meninggalkan Simon, dan masuk ke dalam mobil, yang kemudian membawanya pergi dari sana.
Simon menarik napas lega, karena ia bisa mengusir Angelica, sebelum Jenny melihat wanita itu.
🌼🌼🍍🌼🌼
"Apa!? Untuk apa Angelica menjemput Jenny di kampusnya, Simon?" Bradd terlompat berdiri dari duduknya. Bradd tidak bisa lagi mempercayai niat baik yang disodorkan Angelica padanya, setelah kejadian Angelica memarahi Jenny yang baru pulang ke rumah, setelah kabur beberapa hari.
"Saya juga tidak tahu, Tuan."
"Kamu harus waspada Simon!" Bradd kembali duduk.
"Saya tahu Tuan, saya bisa mencium aroma busuk dari datangannya nyonya Angelica, yang mencoba masuk kembali dalam kehidupan Tuan, dan nona Jenny."
"Terimakasih Simon, aku percaya padamu."
__ADS_1
"Terima kasih atas kepercayaan Tuan pada saya. Saya akan menjaga kepercayaan Tuan, sampai saya mati."
Pembicaraan Simon, dan Bradd terputus. Simon menelpon Bradd, setelah Jenny masuk ke dalam rumah, selepas pulang dari kuliah.
Bradd mengetuk-ngetukan ujung jari ke atas meja. Ia sungguh penasaran dengan niat Angelica datang menjemput Jenny.
'Apa yang kamu rencanakan, Angelica? Apa kamu ingin merebut semua yang sekarang sudah menjadi milik Jenny? Kamu tidak akan bisa melakukannya, selama aku masih bernyawa, Jenny dan hartanya adalah tanggung jawabku sepenuhnya. Tidak akan aku biarkan, siappun menyakit Jenny!'
Bradd mengambil ponselnya yang berbunyi.
"Daddy!"
"Ya"
"Daddy sudah makan siang?"
"Sudah"
"Dengan siapa?"
"Sean," Bradd menyebut nama sekretaris pribadinya.
"Hanya berdua?"
"Heum sudah"
"Dengan siapa?"
"Leo," jawab Jenny berbohong.
"Hanya berdua?"
"Heum"
"Makan di mana?"
"Di kampus"
"Ooh, apa dia pacarmu?"
"Hmmm"
__ADS_1
"Kenalkan dia dengan Daddy"
"Untuk apa? Kami baru saja dekat, Daddy!"
"Jenny, setiap orang tua pasti melakukan hal yang sama seperti Daddy. Apa lagi kalau pada anak gadis satu-satunya."
Jenny menggaruk kepalanya, karena apa yang ia katakan hanyalah bohong belaka. Bagaimana ia bisa memperkenalkan Leo pada Bradd, karena Leo hanyalah sosok fiksi ciptaannya.
"Jenny!"
"Iya Daddy, nanti aku perkenalkan. Aku ingin tidur siang dulu Daddy, i love you, Daddy!"
"I love you too" Bradd kembali merasakan perasaan janggal saat mendengar Jenny mengucapkan i love you padanya. Terasa tidak sama dengan saat dulu Jenny mengucapkannya.
'Hhh Bradd, apa yang kamu pikirkan. Putrimu sudah beranjak dewasa, pasti kalimat 'i love you' sudah sering ia ucapkan pada teman prianya, karena itulah, terdengar berbeda dari saat ia kecil dulu mengungkapkannya'
🌼🍍🌼
Rasa penasaran Bradd pada Angelica, membawa Bradd datang ke butik Angelica.
"Nyonya Angelica ada?" tanya Bradd pada pegawai butik Angelica.
"Ada di ruangannya, Tuan. Tapi, di dalam sedang ada Tuan Sam. Apa anda ingin menunggu di sini, atau di dalam?"
"Di dalam saja," Bradd masuk lebih dalam, ia teringat kejadian sama beberapa waktu lalu.
Bradd mendekati pintu yang tidak tertutup rapat, ia menguping pembicaraan orang yang ada di dalam.
Kening Bradd berkerut, sorot matanya menyiratkan kemarahan. Kedua telapak tangannya tergenggam menjadi kepalan. Tapi, ia masih mencoba menahan emosinya. Ia sadar, tidak bisa menghadapi semua ini dengan emosi. Ia harus tetap tenang, untuk bisa menang dari liciknya rencana yang diatur oleh Angelica, dan Sam.
Bradd merasa cukup untuk menguping, ia menjauhi depan pintu ruangan Angelica. Amarahnya coba ia tekan sedemikian rupa.
"Tuan Bradd.... "
"Aku mendapat telpon, aku harus pergi, katakan pada nyonyamu, carikan aku dua stel pakaian kerja, nanti aku bayar. Terimakasih," Bradd segera ke luar dari butik Angelica. Ia memacu mobilnya untuk menumpahkan rasa marah yang masih coba ia tahan.
Bradd menepikan mobilnya, ia tahu kalau ia harus berpikir keras untuk menghadapi rencana Angelica. Tapi, kemarahan membuat pikirannya terasa buntu. Bradd memukul setir mobilnya dengan kuat. Ia merasa putus asa. Rencana Angelica dan Sam, sungguh membuatnya marah, sekaligus juga cemas, dan takut.
Bradd takut, Jenny akan membencinya, Bradd merasa belum siap untuk berpisah dari Jenny. Ia juga merasa belum mampu melakukan apa yang menjadi pesan kakek Jenny.
"Arggghhhh!!" Bradd mengacak rambutnya. Kepalanya tertunduk dalam, sebuah nama terlintas dalam benaknya. Nama seseorang yang ia rasa akan mampu mencarikan jalan keluar dari masalah yang membelitnya.
__ADS_1
🌼🌼🍍BERSAMBUNG🍍🌼🌼