
Hari ini sekolah digegerkan kembali dengan kehadiran seorang idola para gadis. Siapa lagi kalau bukan Kenzo Alberto, seorang pemuda tampan dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Walaupun sifatnya yang nakal dan urakan, namun tidak dipungkiri bahwa pemuda tampan tapi badung itu memiliki tingkat kecerdasan luar biasa.
Selalu bisa mengerjakan semua mata pelajaran yang bahkan belum diterangkan Guru sekalipun. Tidak aneh jika Kenzo selalu mendapat peringat satu, juara umum.
Teeeeeeeetttttt
Bel pertanda masuk berbunyi. Dengan cepat para siswa-siswi masuk ke dalam kelas masing-masing.
Hari ini ujian praktek dimulai sebab ujian tertulis sudah selesai minggu kemarin. Semua siswa-siswi mempersiapkan segala apa yang diperlukan. Hanya Kenzo yang terlihat tidak membawa apapun sebab ia akan melaksanakan ujian susulan.
Terlihat seorang wali kelas memasuki ruangan untuk memberikan informasi penting dan arahan kepada semua siswa-siswinya.
"Pagi anak-anak! Apa kalian sudah siap untuk ujian praktek kali ini?" bertanya setelah sampai di mejanya.
"Sudah, Pak!" serempak menjawab, hanya satu yang jawabannya berbeda.
"Belum, Pak! Saya belum siap untuk ujian kali ini," kata Kenzo berpura-pura menampilkan wajah sedihnya hanya untuk menyita perhatian teman-teman sekelasnya.
Pak Guru kembali bertanya. "Kenapa belum siap, Ken? Apa kamu tidak belajar dari kemarin sampai kamu tidak siap?" tanya pak guru. "Seharusnya kalian semua belajar supaya siap dalam menghadapi ujian, baik itu tertulis maupun praktek. Terutama kamu, Kenzo." Tunjuk pak guru. "Kamu itu jarang masuk sekolah, dan gak pernah ikut kerja kelompok. Tapi Bapak heran, kenapa nilai kamu selalu bagus ya!" berusaha memprovokasi murid yang lain karena memang semuanya satu pemikiran dengan guru tersebut.
Kenzo melipat kedua tangan di dada. "Itu karena saya murid yang paling cerdas, Pak!" Jawabnya dengan santai bernada congkak.
"Huuuuuuuuuuuu!" semuanya serempak menyoraki Kenzo, namun ada juga yang membenarkannya.
Kenzo menatap sekeliling. "Apaan? Emang gue cerdas, kok! Buktinya, gue juara umum terus." kata Kenzo membanggakan diri.
"Huuuuuuu!" keadaan kelas menjadi riuh kembali karena perkataan dari Kenzo.
Pak Guru mengetuk meja beberapa kali untuk melerai semua muridnya. "Sudah ... sudah! Kalian harus mengerjakan semuanya dengan benar dan tenang," tegasnya lalu berkata kembali kepada Kenzo. "Karena kemarin Kenzo ada keperluan mendadak, maka hari ini Kenzo akan ujian susulan sendiri di ruang Guru. Gimana Ken? Sudah siap?" bertanya untuk memastikan.
__ADS_1
"Tentu aja, Pak! Seorang Kenzo Alberto tidak pernah mengatakan tidak untuk hal yang menyenangkan," sahutnya cepat.
"Baiklah! Silahkan pergi ke ruangan Guru, Ken! Sementara teman-teman yang lain akan melaksanakan ujian praktek," ujar guru tersebut.
Kayla mencolek lengan Kenzo sembari berbisik. "Semangat ya, Ken! Aku yakin kamu bisa," cetusnya memberi semangat dengan membentuk kepalan di tangan juga senyum yang mengembang.
Kenzo mendekatkan bibirnya di telinga Kayla. "Gimana kalo kasih gue ciuman sebagai tanda penyemangat?!" selorohnya menggoda Kayla diiringi kedua alis yang naik-turun bahkan pemuda itu tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata kemudian.
Kayla berdecih memalingkan wajahnya sembari memutar bola matanya jengah menanggapi ocehan Kenzo. "Cih, tetep aja mesum!" cibirnya kesal.
Melihat hal tersebut lantas tak menyurutkan niat hati Kenzo untuk meminta obat penyemangat baginya. Memang dasarnya badung ya badung. Kenzo mencolek pipi Kayla sebelah kiri hingga gadis itu pun menoleh namun tidak mendapati siapa-siapa, sontak Kayla berbalik menghadap kanan karena merasa dikerjai Kenzo. Dan pada akhirnya, bibir Kayla menyentuh pipi mulus pemuda itu dengan disaksikan semua murid yang lain.
Cup
"Owh, manisnya!" celetuk salah satu siswi yang berada di depan bangku mereka. Sontak yang lain ikut menoleh ke belakang dan mendapati pipi Kenzo tengah dikecup mesra oleh Kayla.
"Cieeeeee, Kayla suka sama Kenzo juga ternyata!"
"Alah, munafik!"
Banyak lagi celotehan ejekan dari para siswi lain yang membenci Kayla sebab mereka menyukai Kenzo dan mengharapkan pemuda itu jadi pacarnya. Tapi, dari dulu hingga sekarang Kenzo tidak pernah melirik mereka sama sekali. Bahkan sekalipun tidak pernah!
Makanya, ketika melihat Kayla mengecup pipi Kenzo di depan mata, mereka langsung bereaksi menunjukan ketidaksukaan secara spontan.
Sementara Kayla terlihat menatap bingung sekelilingnya karena ulah jahil Kenzo yang membuatnya terlihat seperti penjahat.
Merasa geram, Kenzo yang mendengar celotehan ejekan semua untuk Kayla pun segera bertindak. Dikecupnya balik Kayla ketika gadis itu sedang menunduk hingga wajahnya mendongak terkejut.
"Ken!" si pemilik nama segera beranjak dari duduknya karena sudah tahu Kayla pasti berteriak atau menendang kakinya.
"Jangan ada yang ganggu dia! Kalo ketahuan ada yang ganggu, maka siap-siap aja menerima pembalasan dari gue!" tatapan tajam tertuju ke arah semua yang ada di ruangan kelas tersebut. Kenzo segera keluar untuk pergi ke ruang Guru sembari berkata, "Dah ... Cewek gue!" ujarnya seraya melambaikan tangan. "
__ADS_1
Semua yang melihat dan mendengar apa yang diucapkan Kenzo sontak menganga tak percaya. "Mereka pacaran!"
Sedangkan para siswa bersorak karena melihat drama kecil yang baru saja terjadi. "Ciiiieeee ... Pacaran nih yeeee!" ledek mereka.
Pak Guru menggelengkan kepala melihat tingkah para siswa-siswinya. Beliau tidak menyuruh atau pun melarang para siswa-siswinya untuk memiliki kekasih, toh mereka bukan anak kecil lagi.
Namun, sebagai seorang Guru hanya mengingatkan untuk berpacaran tetap pada jalan sesuai aturan. Tidak boleh melakukan apa yang belum disahkan untuk mereka agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan serta membuat malu nama sendiri juga nama sekolah.
"Cukup! Kita kembali ke pelajaran hari ini yaitu ujian praktek sesuai jadwal. Kalian membawa apa yang Bapak minta kemarin?" semuanya serempak menjawab 'sudah'. "Baiklah, kita mulai saja ujiannya!" lanjutnya kemudian.
Setelah Guru memulainya, semua siswa-siswi segera mengerjakan apa yang diperintahkan wali kelas tersebut. Mereka tampak fokus di meja masing-masing dan tidak ada yang berkeliling kelas.
Akhirnya satu jam berlalu, waktunya sudah hampir berakhir, tapi mereka masih belum menyelesaikan ujian praktek tersebut.
Sedangkan Kenzo sudah kembali lagi ke kelasnya setelah menyelesaikan ujian tulis hari ini.
Pak Guru yang melihat kedatangan Kenzo segera menoleh. "Ken, kamu sudah menyelesaikan ke empat soal itu dalam waktu satu jam!" ujarnya seraya melirik jam tangan yang melingkar.
Sebagai jawaban, Kenzo hanya menganggukkan kepala lalu melangkah kembali ke bangkunya.
"Astaga, Kenzo aja udah selesai dan kita masih gini-gini aja. Bahkan, empat mata pelajaran sekaligus!" cetus mereka menatap tak percaya. Semua berbisik membicarakan Kenzo termasuk Kayla yang bergumam sama.
Kenzo segera duduk kembali di samping Kayla dengan memangku wajah menggunakan kepalan tangan. "Mau gue bantu?" bertanya dengan senyum menggoda.
Kayla memutar bola matanya malas meladeni godaan si Markoho jelek, jerapah burik itu. "Nggak usah!" tolaknya secara ketus.
"Galak amat pacar gue!" Kayla melotot mendengar ucapan Kenzo. "Kenapa? Minta dicium lagi ya," kelakarnya lagi membuat Kayla gemas mencubit paha Kenzo hingga pemuda itu sontak berteriak. "Aaaarrgghhh!"
Semuanya menoleh, termasuk Pak Guru. "Kenapa Ken?" tanya Guru.
Kenzo cengengesan sembari mengusap paha yang kena cubitan Kayla. "Enggak, Pak! Itu ... tadi ada kepiting gigit paha," celetuknya asal. Kayla semakin melotot dan yang lain hanya saling pandang tidak mengerti.
__ADS_1
...Bersambung ......