Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
BAB 87 PERTUNJUKAN IBU HAMIL


__ADS_3

(Area agak hot, please yang masih unyu-unyu, skip🙏😅)


"Bukan begitu!" Dara memukul bahu Windu dengan kesal, tetapi Windu menangkapnya, lalu menarik wajah di atasnya supaya menyatu dengan wajahnya, Ciuman Windu begitu panas dan tak sabar.


"Tunjukkan aku gairah ibu hamil..." Bisiknya parau di telinga Dara.


"Kamu serius?" Dara yang pemalu itu tiba-tiba wajahnya merah merona.


"Ini malam jumat, sayang...kamu tidak ingin ibadah gitu?" Goda Windu sambil mengedipkan matanya.


"Melayani suami di malam sunnah ini, pahalanya berlipat-lipat, lho..." Mulut cerewet Windu membuat Dara yang berada di atas tubuh Windu sambil bertumpu pada kedua tangannya, seoerti sebatang pohon yang nyaris tumbang.


"Kak Win, benar-benar menginginkannya?" Dara yang sedikit tertantang itu membeliak lucu.


Windu menatap nanar pada Dara, menunggu kelanjutan reaksi Dara yang tiba-tiba menunjukkan keagresifannya. Sikap yang meskipun sudah hampir lima tahun pernikahan mereka, tidak pernah di tunjukkannya.


Dara adalah perempuan yang pemalu, jika tidak di mulai dan di kompori dia tidak akan panas.


Dengan pias merona, Dara menarik meletakkan telapak tangannya di dada Windu. Lalu dengan perlahan jemari lentiknya mengitari lekukan dada bidang yang sedikit berbulu hingga ke leher Windu.


"Akh..." Windu merem melek. Ketika perlahan Dara menurunkan wajahnya, dengan mata terpejam dia menciumi mata Windu, turun ke batang hidungnya yang mancung dan singgah dengan sempurna di bibir Windu.


Bibir halus yang lembut itu menggigit kecil bibir Windu, seolah meminta dia membukanya.


"Oh, astaga...istriku ini ternyata..."


"Stttt..."


Belum sempat Windu melanjutkan ocehannya, Dara sudah memagut Windu, dengan gerakan yang berirama seperti menyesap es krim.


"Sayang...ugh..." Tangan Windu tak tahan tidak menyusup ke balik dress tidur Dara, mengelus permukaan punggung sang istri dengan elusan yang tak sabar.


Gerakan Dara pelan tetapi sangat provokatif, membuat Windu yang ngap-ngapan.


Tiba-tiba Dara duduk dengan tegak di perut Windu yang mengencang, dengan tanpa di nyana Dara melepaskan dress yang dikenakannya, meloloskannya keatas dalam sekejap mata.


Di depan mata Windu terpampang seperti manekin pajangan tubuh mulus istrinya hanya terbalut pakaian dalam berwarna cokelat muda pucat, membuat kulit tubuhnya yang putih bersih itu semakin bersinar dan hampir terlihat tak mengenakan sesuatu.

__ADS_1


Windu terpesona dari tempatnya berbaring, mengagumi keberanian Dara. Isterinya yang pemalu ini melakukan show di luar dugaannya.


"Sayang, bagaimana bisa kamu begini cantik." Windu mengagumi tubuh isterinya itu yang setiap jengkalnya benar-benar luar biasa. Karena dia masih hamil muda tak kelihatan sama sekali jika perutnya itu membuncit.


Perlahan, jemari Dara melepas baju kaos tipis yang dikenakan Windu, senyumnya merekah tipis, menikmati tatapan suaminya yang hampir tak berkedip padanya.


"Kak Win..."


"Hmm..." Windu menyahut serak sembari menelan ludahnya.


"Kak Win tahu tidak..."


"Apa?"


"Pertama kali melihat kak Win, aku kira kak Win adalah laki-laki tertampan di dunia." Jemari Dara memutari wajah Windu, menelusurinya seperti sedang melukisnya.


"Kamu sudah benar, sayang...aku pasti paling tampan." Windu terkeleh senang, kepalanya mulai puyeng di permainkan oleh Dara, seolah cumbuan mereka masih lama lagi baru bisa bertemu puncak ritual.


Dara sangat pintar membuat Windu penasaran luar biasa. Kesabarannya sungguh di uji, ketika jari jemari Kentik Dara menyasar ke sana kemari.


"Kak Win tak hanya paling tampan tapi juga paling romantis biarpun dulu dingin seperti es batu dan mulutnya suka lebih jahat dari mulut tetangga yang julid..."Dara tertawa kecil, sebelum sempat Windu orotes dengan pernyataan Dara, dengan gaya ahli Dara memainkan bibirnya di di leher hingga dada suaminya yang mendadak kelojotan sendiri.


Windu mendadak merasa geli dengan tingkah istrinya itu.


"Kamu menjadi ahli sekarang, ya...?" Windu menerima ciuman Dara sambil menggeliat pasrah, membiarkan sang istri menguasai tubuhnya.


"Lima tahun aku jadi istri kak Win, masa aku tidak belajar banyak. Aku punya guru yang pintar dan sedikit cerewet, dia mengajariku dengan baik."Sahut Dara.


Lalu jemari Dara berkeliaran diatas tubuh Windu, seperti yang biasa dilakukan suaminya itu padanya.


Dengan gerakan sedikit liar yang di sengaja, Dara melucuti pakaian yang bersisa di tubuh Windu.


"Astaga, sayang...gairah ibu hamil ini membuatku candu." Windu benar-benar hampir tak bisa menahan kesabarannya, diperlakukan seperti layangan, kadang di ulur kadang di tarik.


"Sayang, unyil sudah tak tahan..." Windu berucap lirih sambil menelan liurnya sendiri membasahi kerongkongan yang seret. Kepalanya dari tadi begitu pusing dengan gairahnya sendiri.


"Sayang...Ayolah, please..."Windu memejamkan matanya, ketika Dara menciumi bibirnya, menuruni dagunya yang berbulu halus itu, melewati lehernya dan bermain dengan lidahnya yang hangat di area dada Windu yang terbuka.

__ADS_1


"Ugh..." Windu benar-benar telah meremehkan keterampilan isterinya itu, dia tidak menyangka, Dara benar-benar berbakat membuatnya kejang-kejang.


"Jangan terburu-buru, kak Win...watu kita masih panjang..." Dara semakin berani menggoda suaminya itu.


"Kamu benar-benar calon hot mama." Windu terkekeh kesenangan.


Dara menantang suaminya itu untuk membenamkan wajahnya pada bukit kembar di balik penutup berwarna cokelat muda yang menempel menutupi dadanya, kemudian membimbing tangan suaminya menjelajah setiap lekuk tubuhnya.


"Aku ampun, sayang...kasihanilah unyil ini..." Ucap Windu memelas merasa tegangan di bagian tersembunyinya yang tak lagi mau kompromi.


Windu benar-benar menyerah pada semua perlakuan Dara yang kadang lembut menggoda dan di saat yang lain menjadi liar tak terduga, dia benar-benar sedang menyiksa si unyil dalam kandangnya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua saling memagut dan membalas, Dara benar-benar seperti tour guide dalam permainan panas menjelang pagi itu.


Tak sadar entah bagaimana terjadinya, tubuh keduanya tak lagi di lapisi apapun, sepasang suami istri itu kembali seperti bayi polos, dengan posisi Dara adalah leadernya, berada di atas sang suami dengan dominansi yang di luar perkiraan Windu.


Gerakan-gerakan yang semula dalam ritme pelan dan hati-hati, menjadi menghentak tak beraturan, keringat mereka berdua mengucur deras seolah mereka sedang mendaki gunung Himalaya untuk bertemu awan.


Dua raga mereka menyatu, menjadi lagi tak terpisahkan, memadu setiap perasaan yang tak perlu mereka ungkapkan dengan kata-kata lagi.


Perjalanan panjang itu di akhiri dengan pekikan tertahan keduanya mengakhiri setiap perjuangan yang ingin mereka buktikan kepada satu sama lain.


Dara akhirnya terhempas di dada suaminya, memeluk erat suaminya itu dengan nafas yang tersisa satu-satu.


"Astaga sayang...ini malam terbaik sepanjang lima tahun kamu menjadi nyonya Windu.." Windu terkulai lemas berucap dengan nafas yang masih tak teratur, dia begitu puas dengan semua yang telah di terimanya.


Dara tak menjawab, dia menjatuhkan dirinya di samping sang suami, yang terlentang dengan wajah penuh kepuasan.



(Yeay...akhirnya Double UP, yaaaah....meskipun tengah malam😅 love you my readers☺️💗💗💗)


...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you all❤️...

__ADS_1


__ADS_2