
Happy reading
πππππ
Malam sudah menjelang ketika Diana dan Reyhan tiba di pantai. Sepulang kerja, Diana memaksa Reyhan untuk menikmati sunset. Mau tidak mau Reyhan menuruti keinginan istrinya yang sedang ngidam walaupun sebenarnya dia sangat malas. Pusing di kepalanya tak kunjung menghilang, membuat Reyhan frustasi.
Reyhan melepas jas yang dia kenakan lalu memakaikannya pada Diana. Jas kebesaran itu mampu menutupi sebagian tubuh Diana. Dia berterimakasih kepada Reyhan karena melakukannya. Tubuhnya menjadi lebih hangat. Udara cukup dingin. Langit yang gelap memayungi mereka, bertabur bintang berkelap-kelip yang indah. Reyhan mengajak Diana berdiri di tepi pantai dan menatap ombak.
βAku dulu bukan orang yang baik, aku menyakiti banyak orang dan membuat mereka kecewa. Aku angkuh, egois, arogan.β Reyhan bergumam pelan.
Diana mengernyit, menatap Reyhan yang tatapannya menerawang jauh.
βKemudian, sebuah peristiwa menghantamku, membuat aku berbalik arah.β
Peristiwa apa? Diana masih menatap Reyhan. Dia ingin bertanya, tetapi lelaki itu berdiri di sebelahnya masih dengan tatapan menerawang jauh. Seolah sedang larut ke dalam masa lalunya. Membuat Diana memilih kembali diam, menatap laut dan hanya mendengarkan.
__ADS_1
βAku berubah menjadi lebih baik, berusaha menjadi lebih baik, dan aku benar-benar sudah menjadi baik ketika aku bertemu kau.β Reyhan menghela tubuh Diana ke arahnya hingga, mereka berhadap-hadapan.
βSejak aku mencintaimu,β imbuh Reyhan yang kini memeluk Diana erat-erat. Beberapa hari ini dia sangat bahagia. Tertawa bersama Diana, menghabiskan setiap menit bersama wanita itu, dan tidak pernah merasa bosan.
Namun, dibalik kebahagiaan itu terselip seberkas rasa takut dalam benak Reyhan. Setiap Reyhan menatap Diana yang tersenyum kepadanya, tanpa dapat ditahan pertanyaan-pertanyaan selalu muncul di benak Reyhan. Bagaimana kalau Diana tahu kenyataan yang sebenarnya? Apakah Diana mau tersenyum lagi kepadanya? Atau, Diana akan meninggalkannya?
Tirai gazebo begitu indah tertiup angin pantai. Satu sisi gazebo itu terbuka. Langsung mengarah ke pemandangan pantai nan luas dan indah dengan warna langit yang mulai menjingga. Sebagai pertanda matahari akan tenggelam. Lampu kecil di pilar gazebo menyala dengan sinar kuning yang hangat, seakan disiapkan untuk pasangan yang akan melalui malam sambil menatap bintang-bintang di langit.
Reyhan mengajak Diana menuju gazebo dan duduk di karpet empuk yang telah disiapkan oleh Jonathan dan bodyguard yang mengantar mereka. Bahkan makanan pun sudah disiapkan juga di sana, seperti magic. Kue-kue kecil tersaji di nampan perak yang berkilauan, menggoda lidah Diana untuk segera mencicipinya. Dua botol anggur disiapkan di ember perak
Diana mengernyit heran, menatap rujak di hadapannya. Seingatnya dia tidak meminta rujak dan sedang tidak ingin makan rujak.
"Kepalaku sedikit berat dan pusing. Makanan pedas akan mengurangi sakitnya." Reyhan menjelaskan seolah mengerti tatapan Diana.
__ADS_1
"Bukannya kau tidak suka rujak?" Satu alis Diana terangkat. Dia ingat betul Reyhan menolak mentah-mentah rujak pemberiannya malam itu. Dia juga ingat pada daftar tugas yang pernah diberikan Jonathan jelas-jelas tertulis Reyhan paling anti dengan makanan asam. Lantas, kenapa pria ini sekarang memesan rujak mangga muda?
"Sepertinya yang ngidam bukan kamu, tapi aku." Senyum Reyhan mengembang, tetapi tidak dengan Diana.
"Iya, tapi haruskah sepedas itu? Aku khawatir dengan kondisi perutmu setelah memakannya." Diana meringis melihat taburan cabai yang telah halus di atas mangga muda.
Reyhan malah terkekeh geli. "Ini belum seberapa, Sayang. Yang tadi pagi lebih pedas dari ini."
"Hah?" Diana melotot tak percaya.
"Sudah, tidak usah dipikirkan. Biarkan aku merasakan perjuangan wanita ngidam." Reyhan merangkul bahu Diana. Mereka termenung menatap ke arah matahari tenggelam dalam keheningan. Menyaksikan cakrawala perlahan menelan bulatan orange yang bersinar orange kemerahan hingga yang tersisa hanya seberkas cahaya jingga di batas cakrawala. Ini benar-benar tempat yang menyenangkan untuk duduk bersama pasangan sambil memandang matahari tenggelam.
πππππ
__ADS_1
Rujaknya bikin ngiler dehπ