
Terlihat dari kejauhan, seorang gadis cantik sedang mondar-mandir di depan gerbang tinggi sebuah rumah besar. Dia terlihat seperti tak tenang menunggu orang yang akan datang membukakan pintu setelah berulangkali dia menekan bel yang terdapat di samping pintu gerbang.
Sreekk
Pintu gerbang dibuka seseorang dari dalam. "Cari siapa, Neng?" Gadis itu menoleh ke arah sumber suara.
"Umm, maaf Pak. Apa benar ini rumahnya Kenzo?" tanya gadis itu.
Pak satpam menilik penampilan gadis di hadapannya dari atas sampai bawah. Celana jeans robek bagian lutut, jaket kebesaran ciri khas tukang ojek, kemudian melirik motor matic merah yang terparkir di pinggir jalan. Sangat meyakinkan dirinya bahwa gadis di hadapannya ini seorang tukang ojek.
"Ada perlu apa, Neng?" Satpam malah balik bertanya.
"Aku ingin ketemu Kenzo, Pak. Apa bisa?" tanya gadis itu lagi.
"Maaf, Neng. Apa Den Kenzo punya hutang sama kamu karena pernah naik ojek gak bayar? Kalau gitu, biar Bapak bayar ongkosnya. Berapa yang harus dibayar?"
Gadis itu pun menggelengkan kepala sambil melambai-lambaikan kedua tangan di depan. "Tidak, Pak. Bukan itu maksud kedatanganku kemari. Aku cuma mau ketemu sama Kenzo aja," ujarnya
Pak satpam mengernyitkan dahinya. "Neng kenal Den Kenzo di mana? Apa teman nongkrongnya Den Kenzo?"
Kayla meringis sembari menggaruk kepalanya tak gatal. "Bukan Pak. Aku teman sekolahnya Kenzo. Aku ke sini hanya ingin bertemu dengannya, karena sudah dua minggu Kenzo nggak masuk sekolah. Apa dia sedang sakit?" selidiknya penasaran.
Walaupun dia tahu jika Kenzo pergi ke luar negri, tapi Kayla tetap ingin memastikan kebenaran dari kabar yang didengarnya di sekolah kemarin-kemarin itu.
Pak satpam mengangguk paham. "Oh, Neng ini teman sekolahnya Den Kenzo? Tapi, kenapa Neng nggak tahu kalau Den Kenzo dibawa pindah ke luar negri sama ayahnya? Bukankah kabar itu sudah konfirmasi pihak sekolah? Jangan-jangan Neng bukan teman sekolahnya, ya!" todong pak satpam tersebut. Ia takut gadis di hadapannya itu berbohong hanya untuk bisa masuk ke rumah besar itu.
"Aku beneran teman sekolahnya, Pak. Aku tahu Kenzo pergi ke luar negri. Aku kira dia sudah pulang," elak Kayla memberi alasan.
Tatapan tajam satpam itu terlihat menyelidik menatap wajah cantik Kayla. Cukup lama dia terdiam memperhatikan gadis cantik yang sedang cengengesan di depannya itu. Entah apa yang akan dilakukan Kayla untuk meyakinkan satpam tersebut jika dirinya dituduh yang tidak-tidak. Tapi untungnya, tak lama kemudian satpam itu tersenyum seraya berkata, "Oh gitu! Bapak kira Neng bohong! Den Kenzo kemungkinan nggak bakal balik lagi, Neng. Dia akan tinggal di sana selamanya," jelas pak satpam.
__ADS_1
"Tapi, ujian akhir 'kan minggu depan. Apa Ken nggak bakal balik untuk ikut ujian?" tanya Kayla penasaran.
Pak satpam hanya menggelengkan kepala pertanda tidak tahu-menahu. "Bapak juga gak tahu, Neng. Denger-denger sih, ayahnya meminta ujian online untuk Den Kenzo. Mereka gak akan pulang lagi ke dalam negri. Rumah ini saja dipercayakan kembali kepada Mbok Sumi!" jelas pak satpam.
Gadis itu terlihat murung mendengar penjelasan satpam. Helaan nafas terdengar dari mulutnya. "Ya udah kalo gitu, Pak. Aku pamit pulang deh. Permisi!" Kayla melangkah menaiki motor maticnya dan tak lupa memakai helm lagi.
Sebelum gadis itu menyalakan mesin si kuda besi, pak satpam memanggilnya lagi. "Neng, tunggu!" Gadis itu pun menghentikan tangannya saat akan memutar kunci. "Namanya siapa? Kalau nanti Den Kenzo tanya, Bapak bingung dong mau jawab apa." kata pak satpam.
Kayla tersenyum kemudian menjawab, "Nama aku ... Markonah," sahutnya sembari tersenyum. Kayla tak menyebutkan nama aslinya sebab tak ingin orang lain tahu bahwa dirinya mencari Kenzo sampai ke rumahnya. "Bilang aja Markonah nyariin dia, Pak," ujarnya lagi sebelum berpamitan kepada satpam tersebut.
Motor matic itu pun melaju meniggalkan si pak satpam yang bengong di tempatnya, memikirkan nama lucu dan aneh gadis tersebut. "Markonah? Cakep-cakep namanya Markonah?" Satpam menggeleng-geleng kan kepala. "Ya elah, kalah sama tukang oncom di pasar dong, namanya Fina. Orangnya buluk, tapi namanya cakep kek artis. Lah gadis itu, orangnya cakep namanya Markonah. Ada-ada aja," desis pak satpam yang masih tidak percaya.
Dia pun melenggang kembali masuk kedalam setelah menutup pagar besi rumah besar tersebut.
Seorang wanita muda terlihat menghampiri. "Tadi ada siapa, Pak?" tanya wanita tersebut ketika sudah mendekat.
Satpam pun menoleh ke belakang setelah menutup pintu pagar. "Eh, Non Khanza. Itu Non, ada cewek yang nyariin Den Kenzo. Katanya sih temen sekolahnya," sahut pak satpam menjelaskan.
Pak satpam malah terkekeh geli sebelum menjawab pertanyaan anak majikannya itu. "Namanya lucu, Non. Umm, tadi siapa sih ... Mar ... Markonah kalo enggak salah, Non!" jawabnya masih terkekeh.
Khanza ikut tertawa mendengar nama gadis yang mencari adiknya itu. "Markonah? Hahaha, ada-ada aja."
"Tapi orangnya cakep, Non. Cuma namanya aja yang aneh dan lucu," cetus satpam kemudian menjelaskan ciri-ciri gadis yang tadi datang mencari Kenzo.
Khanza tampak mengangguk mendengarkan pernyataan satpam tentang gadis yang mencari adiknya itu. Setelah itu, ia pun kembali masuk ke rumah untuk membereskan barang-barang sebab dirinya baru saja tiba dari luar negri.
•
•
__ADS_1
Kayla mendaratkan bobot tubuhnya di kursi rotan teras kontrakannya. Perasaannya saat ini tak karuan, memikirkan perkataan satpam rumah Kenzo.
Katanya, Kenzo tidak akan kembali untuk ujian dan pemuda itu benar-benar pindah dari sekolah dan juga negara ini.
Walaupun Kayla tahu jika keluarga Kenzo kaya raya, tapi ia tak menyangka jika ayahnya Kenzo akan mengambil keputusan itu sampai kelulusan sekolah.
Sebenarnya kemarin dirinya sudah bertanya kepada Frans tentang kebenaran kepindahan Kenzo dari sekolah. Tapi, pemuda itu tak menjawab pertanyaan Kayla, malah menggodanya habis-habisan hingga Kayla pun tak mau menanyakannya lagi.
Kayla memutuskan mencari tahu sendiri ke rumahnya Kenzo yang ia dapatkan dari satpam penjaga di apartemen dulu Kenzo.
Kayla terus memikirkan Kenzo sampai dirinya tak bisa tidur. Padahal, besok ujian akhir dimulai dan ia belum membaca satupun buku yang ada di hadapannya.
Erangan frustasi terdengar dari mulut Kayla, hingga tanpa sadar mengundang rasa penasaran seseorang yang tengah melewatinya.
"Kamu kenapa, Kay?" seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh empat tahun terlihat menghampiri.
Kayla menoleh, kemudian menegakkan tubuhnya dengan benar. "Eh, Mbak Mira. Enggak ada apa-apa, Mbak! Aku hanya kesal aja," sahutnya tersenyum simpul.
"Kesel kenapa? Apa pacarmu ninggalin kamu tanpa sebab?" ledeknya sembari terkekeh.
"Eh? Enggak kok! Mana ada dia ninggalin aku gitu aja. Pasti dia punya alasan," sahut Kayla tanpa sadar.
Mira tersenyum meledek. "Cieee, jadi bener tuh pacar kamu pergi?"
"Hah? Pacar?" Kayla gelagapan.
"Lah tadi sih!"
Kayla terdiam seketika tanpa bisa mengatakan apapun. Tanpa sadar dirinya mengatakan kepada Mira bahwa Kenzo adalah pacarnya.
__ADS_1
...Bersambung ......