Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 53~Toko pakaian


__ADS_3

Wanita cantik itu memacu laju motor dengan sangat cepat hingga Kayla sontak berpegangan dengan cara memeluknya dari belakang. Bukannya takut, tapi Kayla masih ingin hidup lebih lama lagi sebab dirinya harus menuntaskan apa yang dipesankan kedua orang tuanya, yaitu menjadi orang sukses.


Ternyata, motor itu diarahkan menuju Rumah sakit terdekat oleh si wanita cantik tadi. Padahal, Kayla sudah menuduhnya sebagai pencuri karena tindakan serta tingkah laku orang itu yang secara tiba-tiba tanpa berkata-kata.


Sesampainya di Rumah Sakit, Dokter segera memeriksa luka Kayla. Mereka harus memotong celana panjang Kayla agar lebih mudah saat memeriksa lututnya yang terluka.


Setelah semuanya diperiksa, Dokter duduk di mejanya untuk menuliskan resep yang harus ditebus oleh Kayla serta memberikan saran sepatah-dua kata cara membersihkan lukanya.


"Jangan khawatir, Nona! luka di lutut Adik Anda ini tidak terlalu parah. Jadi, tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang sekarang!" tutur Dokter sembari menuliskan resep di kertas yang kemudian ia serahkan ke arah Kayla.


"Apa ada pemeriksaan lanjutan, Dok? Saya melihat dia sangat kesakitan," ujarnya sembari menatap ke arah Kayla dengan cemas.


Dokter menggeleng sambil tersenyum ramah. "Tidak perlu, Nona. Itu hanya luka bagian luar saja, dan untuk urusan dalam lebih baik dibawa ke tukang urut saja. Ada yang terkilir," cicitnya terkekeh.


"Kenapa nggak sekalian diperiksa aja! Saya akan bayar semuanya," cerca wanita cantik tadi penuh emosi.


Melihat wanita itu memaksa agar Kayla dirawat, sebagai pasien yang cinta akan kebebasan, Kayla pun segera berkata untuk menghentikan aksi pemaksaan wanita cantik tadi. "Kak, lebih baik ke tukang urut dari pada dirawat di sini. Tukang urut lebih ahli dalam pengobatan terkilir," selorohnya memangkas ucapan si wanita cantik.


"Tapi,"


Dokter pun ikut menyela. "Betul itu, Nona. Bukan kami membandingkan atau menjatuhkan cara pengobatan kami, tapi cara tradisional itu lebih efektif untuk membantu proses penyembuhan kaki terkilir seperti ini."jelasnya membuat wanita cantik tidak bisa berkata lagi. "Obatnya harus diminum tepat waktu dan perbannya harus sering diganti ya, Nona." lanjutnya menyerahkan resep obat ke tangan Kayla.


Tangan Kayla terulur untuk menerima kertas dari dokter itu. "Oh, baiklah Dokter. Terima kasih!" ucapnya seraya bersalaman dengan dokter.


Sementara wanita cantik tadi hanya diam lalu pergi begitu saja setelah bersalaman dengan dokter tersebut.


Kayla bersusah payah melangkah agar bisa sampai ke parkiran, hendak segera pergi dari tempat itu. Namun, langkahnya terhenti oleh wanita cantik tadi yang sudah bertengger manis di atas motor matic Kayla.

__ADS_1


"Hai!" sapanya pada Kayla.


"Kakak belum pulang?" wanita cantik itu diam. "Emh, aku bisa kok ke tempat urut sendiri. Jadi lebih baik Kakak pulang aja," desis Kayla memaksa.


"Apa kamu mengusirku?" Kayla sontak menggelengkan kepala. "Aku akan bertanggungjawab. Tenang aja," gadis itu menggelengkan kepala dengan tangan melambai, tapi tidak bisa berbuat apa-apa sebab wanita cantik itu menyerobot lebih dulu untuk mengendarai motor matic Kayla.


Dengan terpaksa gadis itu pun mengikuti keinginan si wanita cantik walaupun dirinya mengeram kesal.


Motor matic Kayla melaju perlahan membelah jalanan Ibu kota menuju pusat perbelanjaan. Sesampainya di sana, wanita cantik itu turun dan menyuruh Kayla untuk berjalan lebih dulu.


Sebelum ke tempat ini, mereka mampir ke tukang urut sesuai permintaan Kayla tapi yang membayar jasa tukang urut tetap si wanita cantik.


Kayla diajak berkeliling dan sesekali memasuki toko untuk mencari sesuatu. "Ayo!" ajaknya singkat mempersilahkan Kayla berjalan di depan. Walaupun bingung, tapi Kayla tetap mengikuti keinginan si wanita cantik tersebut.


Keduanya berkeliling mengitari pusat perbelanjaan, sampai Kayla sendiri kelelahan. "Apa sih yang di cari Kakak cantik ini? Kenapa juga dia mengajakku berkeliling di sini?" gerutunya dalam hati.


Sebuah toko pakaian dimasuki keduanya atas keinginan wanita cantik tentunya. "Aku rasa barang di sini bagus-bagus. Hemh, gimana kalo kita nyari di sini aja?!" ujarnya menatap Kayla yang terlihat meringis.


Bukan dres cantik atau pakaian yang sering dipakai wanita pada umumnya, melainkan kaos-kaos oblong dan celana jeans yang menarik perhatian Kayla hingga tanpa sengaja kakinya tersandung besi penyangga gantungan sampai membuatnya jatuh dengan pakaian yang berserakan di lantai.


Braaakk ....


"Aduh!" Kayla meringis karena lututnya terbentur kerasnya lantai, membuat lukanya mengeluarkan darah lagi. Semua mata menatap ke arah Kayla yang terjatuh di lantai tanpa berniat menolongnya. Kebanyakan dari mereka malah mencibirnya.


"Orang kampung, pasti!"


"Sepertinya dia tukang ojek!"

__ADS_1


"Aih, lihat dia! Gadis polos yang saking polosnya, tuh manekin dipeluknya! Hihihi."


Mereka menertawakan Kayla dengan sikap konyolnya menurut mereka, padahal gadis itu saat ini sedang kesakitan karena lukanya kembali terbentur.


Wajah memerah karena malu dengan gunjingan dari netizen yang selalu update status untuk hal yang bahkan terkecil sekalipun.


Dengan perlahan, Kayla berdiri supaya bisa pergi dari jepretan kamera handphone milik mereka yang heboh dengan nyinyiran pedas tanpa membantu. Sontak para pelayan toko berhamburan menghampiri kerumunan warga yang sedang berkicau ria ala Emak komplek.


Penampilan Kayla yang terlihat sederhana itu membuat para pelayan toko bertindak mengusirnya. "Apa-apaan ini?" Manager berdiri dengan bertolak pinggang. "Kamu merugikan toko kami saja. Lihat, semua pakaian ini menjadi kotor dan rusak!" bentak manager toko.


Kayla menundukkan kepala meminta maaf dengan tulus. "Maafkan saya, Bu! Saya kurang hati-hati tadi,"


Manager toko mengeram kesal karena hanya mendapat permohonan maaf saja dari gadis itu. "Kamu harus mengganti rugi atas semua kerusakan ini. Karena ulahmu itu, barang-barang ini tak layak jual lagi. Apa kamu mengerti?" nada bicaranya terus meninggi seiring jari tangan yang menunjuk-nunjuk wajah Kayla.


"Mengganti rugi? Tapi saya enggak punya uang, Bu!" Kayla tampak menyedihkan.


Manager itu terlihat semakin marah mendengar jawaban Kayla. "Heh, aku tahu kamu itu orang miskin yang datang ke sini cuma untuk melihat-lihat pakaian diskon saja kan!" cibirnya kemudian. "Jika kamu hanya sanggup membeli barang murahan, sebaiknya kamu pergi ke pasar saja, jangan kemari!" lanjutnya lagi.


Mendengar perkataan tersebut, Kayla tak mengeluarkan air mata sedikit pun atas hinaan yang dilontarkan Manager itu. Dirinya sudah kebal akan penghinaan dan cacian dari semua orang termasuk paman dan keponakannya.


"Dasar orang miskin! Bisa-bisanya cuma minta maaf setelah merusak," ketus manager toko lagi sembari melangkah pergi.


Tak nampak raut wajah sedih yang tergambar di wajah cantik Kayla saat ini. Ia tetap tegar menghadapi apapun, bahkan hinaan dari orang yang berdiri di hadapannya sekarang.


Semua orang berbisik menggunjing, bahkan menertawakan Kayla yang sedang dimaki-maki manager toko.


Melihat Kayla tidak berkata sepatah katapun, salah satu pelayan menghampirinya karena kasihan sembari berkata lirih. "Maaf, Mbak! Sebaiknya kamu pergi dari sini. Tempat ini tidak bisa dimasuki orang sembarangan!" bisiknya seraya mendorong sedikit tubuh Kayla setelah gadis itu sudah berdiri sempurna.

__ADS_1


"Saya tahu, Mbak. Permisi!" perlahan Kayla berjalan menuju pintu keluar dengan kaki terpincang menahan sakit kembali. Sungguh hari yang sial bagi Kayla.


...Bersambung ......


__ADS_2