Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 64~Kakak


__ADS_3

Kenzo berdecak ketika kedua temannya menyuruh Kenzo untuk menoleh ke belakang. Dirinya sangat malas untuk melirik gadis lain selain gadis galak kesayangannya. Siapa lagi kalo bukan Markonah "Ckk, gue udah nggak tertarik sama cewek lain selain si Onah. Jadi, kalian berdua nggak usah manasin gue."


Bagas dan Devian keukeuh memaksa Kenzo untuk menoleh. "Tapi ini lebih dari itu, Ken. Lu harus lihat sekarang!" seloroh keduanya lagi yang ditanggapi malas oleh Kenzo.


Frans yang melihat kegigihan kedua temannya lantas berdiri karena penasaran melihat ekspresi Bagas dan Devian. "Apaan sih kalian berdua?" Frans pun menoleh ke belakang. Akhirnya, pemuda itu terlonjak kaget saat melihat siapa gadis yang baru turun dari lantai dua butik tersebut bersama gadis kasir tadi. "Astaga, Kayla!" gumamnya dalam hati.


Sesungguhnya dirinya juga sedang mencari keberadaan gadis itu hingga membuatnya berperilaku sama dengan Kenzo. Namun, Frans menyembunyikan perasaannya sebab ia tidak mau terjadi pertikaian antara dirinya dan Kenzo.


Frans terdiam dengan ekspresi yang sulit diartikan. Entah dirinya harus bersikap bagaimana untuk mengendalikan rasa bahagia bercampur sedih itu. Bahagia karena sudah bisa bertemu lagi dengan Kayla, namun sedih sebab di sini ada Kenzo yang pasti akan bersikap lebih posesif terhadap gadis itu.


Melihat Frans yang terdiam layaknya patung Pancoran, Kenzo pun mencebik sebal. "Elu ikut-ikutan terpana juga!" seru Kenzo tak percaya saat melihat ekspresi Frans yang tidak biasa.


Dirinya bisa berkata seperti itu sebab belum melihat siapa yang ada di belakang mereka. Namun, Kenzo tetap tidak bergeming dari posisi duduknya. "Ckk, kalian bertiga kek buaya darat!" ejeknya kemudian.


"Elu yakin nggak mau nengok, Ken? Gak bakal nyesel?" tanya ketiganya serempak.


Kenzo menggeleng pasti. "Nggak ada yang bisa bikin Dunia seorang Kenzo berbalik jika bukan si Onah," selorohnya terkekeh geli.


Ketiga temannya hanya berdecak mengejek ucapan Kenzo barusan, tapi pemuda itu tidak mau menoleh sedikitpun. "Dasar bucin akut lu," cibir ketiganya.


"Nyesel lu, Ken!" desis Bagas kemudian.


Wajah lesu Kayla kini berganti ceria kembali setelah dibasuh air dingin. Saat tadi Desti menyusulnya dan berkata jika ada tamu VIP yang datang, ia pun bergegas turun untuk menyambutnya tentu disertai senyum ramah. Namun, ketika wajah Kayla mendongak menatap tamu yang berada di lantai satu, seketika dirinya terkejut hingga mundur beberapa langkah. "Ka ..."


Belum sempat Kayla berucap, suara Khanza terdengar menginterupsi. "Ckk, kalian nggak tepat waktu!" ujarnya kesal.


Semuanya lantas menoleh ke arah sumber suara, begitu juga ketiga pemuda teman Kenzo.

__ADS_1


Kenzo lekas berdiri lalu berjalan menghampiri kakaknya. "Ckk, siapa yang nggak tepat waktu? Kita udah dateng setengah jam yang lalu dan di sini nggak ada yang nyambut kedatangan kita. Cuma teriakan histeris para wanita," cetusnya kesal.


Khanza mengerutkan keningnya, lalu menatap gadis yang berdiri di belakang mereka dengan ekspresi yang masih terkejut. "Kenapa mereka nggak disambut, Kay? Apa pekerjaan kamu cuma bersantai-santai aja!" tegur Khanza bernada tegas.


Mendengar nama 'Kay' keluar dari mulut kakaknya membuat Kenzo penasaran hingga mengangkat kedua alisnya dan berniat menoleh. Namun, belum sempat dirinya menoleh ke belakang, Kayla sudah berjalan menghampiri kakaknya.


Kayla lekas menunduk di hadapan Khanza. "Umm, bukan begitu Bos! Aku ...!"


"Onah!" Khanza sontak menoleh ke arah adiknya. Kenzo segera menarik tangan Kayla hingga gadis itu berbalik menghadapnya. Ditatapnya wajah cantik Kayla dengan cermat, kemudian Kenzo menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. "Elu ke mana aja sih, Onah? Gue ampe bingung nyariin elu,"


"Lepasin aku, Ken!" Kayla meronta dari pelukan Kenzo namun pemuda itu tidak pernah melepaskan sama sekali.


"Gue kangen elu, Onah!" desisnya lirih.


Melihat sang adik yang terus memeluk asisten pribadinya, Khanza segera menegur dengan menarik tangan Kenzo dari tubuh Kayla. "Bentar, Ken! Gue nggak ngerti maksud lu meluk asisten pribadi gue,"


"Teman sekolah! Haha, iya Bos. Kami ini teman sekolah sekaligus teman sebangku. Iya 'kan, Ken!" pungkas Kayla sembari mengedipkan matanya meminta Kenzo untuk tidak mengatakan hal yang aneh sebab Kayla merasa malu.


"Teman sebangku? Oh, jadi gadis yang waktu itu ke rumah utama buat nyari Kenzo itu ... kamu, Kay?" Khanza menatap serius ke arah Kayla yang terlihat terkejut, begitupun ketiga teman Kenzo.


"Hah? Nyari ke rumah utama?"


Kayla tampak malu karena Khanza mengetahui rahasianya yang pernah mencari Kenzo waktu itu. "Umm, bagaimana Bos tahu kalo aku pernah nyari Kenzo ke rumahnya?" tanya Kayla.


Sungguh. Rasanya itu sangat memalukan jika mereka tahu bahwa Kayla pernah mencari Kenzo sampai ke rumahnya. Bagaimana pun dirinya seorang gadis dan mereka itu diketahui sebagai musuh di sekolah walaupun Kayla dan Kenzo teman sebangku.


"Karena Kakak adalah kakaknya Kenzo," sahut Khanza sembari memperhatikan ekspresi Kayla.

__ADS_1


Benar saja. Kayla mendongak terkejut mendengar jawaban Bosnya. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang menolongnya dari keterpurukan itu ternyata adalah kakak dari pemuda yang selalu mengganggunya.


Jantung Kayla berdegup kencang seiring tubuh yang bergetar. Entah apa yang harus dilakukannya sekarang setelah mengetahui kenyataan tersebut, bahwa sang Bos adalah kakaknya si tengil.


Tepukan mendarat di bahu Kayla yang dilakukan oleh Frans. "Udah lama kerja sama Kak Khanza?" tanya Frans mengalihkan suasana canggung itu.


"Ah, umm, ba-baru kemarin." sahutnya gugup. Semuanya sontak mengerutkan kening bingung. Baru kemarin tapi dirinya telah menghilang selama seminggu malah lebih. Melihat mereka yang sepertinya kebingungan, Kayla pun melanjutkan ucapannya lagi. "Maksudku minggu kemarin," ralatnya kemudian.


"Oh, minggu kemarin. Pantesan dicari di sekolah gak ada, taunya diumpetin Kak Khanza." seloroh Bagas terkekeh meledek Kenzo.


Devian dan Khanza ikut tertawa mengejek sedangkan Frans terdiam dengan ekspresi datar, Kenzo mencebik sebal, dan Kayla ... Dia terlihat menunduk malu.


Kenzo segera merangkul bahu Kayla dan mengajaknya ke luar sambil berkata. "Kak, gue bawa dia keluar dulu ya. Ada sesuatu yang mau gue omongin ama dia," izinnya pada sang kakak.


"Mau dibawa ke mana dia, Ken? Kerjaan di sini lagi banyak. Elu jangan macem-macem ya, mentang-mentang elu adek gue!" ujar Khanza memperingatkan.


Kenzo tersenyum mengejek kakaknya yang sedang mengomel sembari menghentakkan kaki. "Bentaran doang, Kak. Paling dua jam," ujarnya sengaja menggoda sang kakak.


Benar saja, Khanza berteriak dengan sangat kencang. "KENZOOOOO!"


Si tampan melenggang pergi dengan cueknya sedangkan yang lain menutup telinga berjamaah.


Para wanita yang sedang memilih pakaian juga para karyawan Khanza hanya bisa menatap iri ke arah Kayla yang sedang digandeng mesra oleh pemuda tampan yang mirip Oppa korea tersebut.


"Huaaa, potek hati ini Bang!" gumam mereka lirih sembari menggigit jari.


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2