Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 139


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


Reyhan mengernyit ketika mendapati dirinya terbangun di atas kursi panjang di tengah taman. Taman yang sangat indah, tetapi terasa asing dan sepertinya belum pernah dia datangi sebelumnya.


Di mana ini? Bukankah tadi aku di rumah sakit?


Masih dalam kebingungan, Reyhan melirik ke sebelah. Seorang gadis kecil tengah duduk membelakanginya. Rambut coklat tergerai dengan pita kecil berwarna putih di atasnya. Tangannya terlihat memegang boneka barbie.


"Hai, gadis kecil," sapa Reyhan.


Reyhan seketika terdiam begitu anak perempuan itu menoleh. Dia merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Anak itu seperti boneka. Mata bulat bersinar dengan pipi bulat bersemu merah. Bulu mata lentik bergerak setiap matanya berkedip.


"Hai," balas anak perempuan itu tersenyum, membuat hati Reyhan seketika menghangat. Senyumnya mengingatkan Reyhan akan seseorang yang sangat dekat dengannya. Ya, senyumnya mirip Diana.


"Apa kau datang sendirian?" tanya Reyhan merasa tidak ada siapa pun selain mereka di taman itu.


Gadis kecil itu menggeleng.


"Apa dengan ibumu?" Gadis itu mengangguk. "Di mana ibumu? Biar om antar menemui ibumu."


Gadis kecil itu tidak bersuara, dia hanya menunjuk ke arah depan. Reyhan mengikuti arah ditunjuk tadi, lalu mengangguk dan menggandeng tangan mungilnya.


Dahi Reyhan mengernyit begitu melihat sosok rapuh yang duduk di salah satu bangku taman tengah menangis sesegukan. Wanita yang dia kenal.


"Diana," gumam Reyhan tanpa sadar. "Kenapa Diana menangis di sini? Apa aku telah menyakitinya tanpa sadar?" Matanya menyipit, mempertajam penglihatan. Wanita yang sedang menangis itu sangat mirip sekali dengan Diana, tetapi kenapa anak ini menunjuk Diana sebagai ibunya?

__ADS_1


Reyhan berniat mendekati Diana, tetapi tangannya ditahan gadis kecil itu. Reyhan menghela napas, lalu berlutut. "Om harus ke sana sebentar menemui istri om. Ikut yuk, nanti om kenalin sama istri om." Dia tersenyum tipis sembari mengusap kepala gadis kecil itu lembut.


Gadis kecil itu mengerjap kemudian menggeleng pelan.


"Kenapa? Istri om baik kok, dia menyukai anak-anak," bujuk Reyhan. Dalam benaknya terbayang bagaimana bahagianya Diana ketika melihat anak perempuan yang dia bawa. Anak perempuan cantik seperti yang mereka idamkan.


Gadis kecil itu tersenyum penuh arti. "Ayah," panggilnya dengan suara menggemaskan.


Hati Reyhan berdesir mendengar panggilan itu, tetapi dia hanya bisa menatap bingung. "Om bukan ayahmu, sekarang kita temui istri om dulu, ya. Setelah itu kami antar kamu mencari ayahmu."


Gadis kecil itu kembali menggeleng, lalu melingkarkan lengan mungilnya ke leher Reyhan. "Ayah," gumamnya pelan di pelukan Reyhan. "Ayah jaga ibu dengan baik ya, jangan buat ibu menangis lagi."


Dahi Reyhan berkerut bingung.


"Irish sayang ayah dan ibu," sambung gadis kecil yang menyebut dirinya bernama Irish. Perlahan dia melepas pelukannya dan tersenyum lebar ke arah Reyhan sembari bergerak mundur.


"Irish? Kamu ...." Reyhan menatapnya tak percaya. Benarkah yang dia lihat ini? Bukankah Irish adalah nama yang diberikan Diana untuk calon anak mereka? Itu artinya ....


"Daaaa Ayah." Irish melambaikan tangan tanpa melepas senyum manisnya.


Reyhan berusaha mengejar, tetapi bayangan Irish semakin lama semakin memudar dan perlahan menghilang dari pandangan Reyhan. Kaki Reyhan terasa berat untuk melangkah, hatinya terasa sakit, dan detik itu juga dia merasa ada bagian yang hilang dari dirinya.


❤️


❤️


❤️

__ADS_1


❤️


❤️


"Bagaimana keadaan Diana, Ma?" tanya Reyhan begitu memasuki ruang rawat Diana. Diana tengah tertidur dan Reyhan duduk di kursi roda diantar Jonathan.


"Dia sangat terpukul Rey, mama tidak tega melihatnya." Soraya yang duduk di sebelah ranjang pasien menangis sesegukan. "Diana histeris sedari tadi sampai dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang."


Setitik air mata jatuh dari sudut mata Reyhan. Reyhan yang puluhan tahun menjaga wibawa di depan orang kini menangis. Padahal dia sudah berjanji kepergian mamanya adalah terakhir kali bagi dia untuk meneteskan air mata. Namun, kali ini Reyhan tidak peduli bahkan dia menangis di depan orang lain, menjatuhkan harga diri yang selama ini mati-matiin dia jaga.


Maafkan aku Diana, maafkan ayah, Irish, lirih batinnya.


Mata Reyhan terlihat sendu menatap Diana yang terbaring lemah dengan mata yang masih terpejam. Wajah Diana terlihat pucat dengan butir-butir keringat dingin di keningnya.


"Kau harus kuat Rey, demi Diana. Jika kau rapuh bagaimana dengan Diana." Tuan Wijaya menepuk pelan bahu Reyhan.


"Ini semua salahku. Seandainya aku bisa menjaga Diana dengan baik, ini semua tidak akan terjadi," sesal Reyhan dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"Irish sayang Ayah dan Ibu." Ucapan gadis kecil yang bernama mirip dengan calon putrinya terngiang kembali dalam benak Reyhan. "Maafkan ayah, Sayang," gumam Reyhan pelan.


"Maafkan saya, Tuan. Ini semua salah saya," ujar Jonathan dengan wajah dipenuhi sesal dan bersalah.


"Ini memang salahmu. Aku akan buat perhitungan denganmu begitu aku keluar dari sini," geram Reyhan.


"Tentu Tuan, saya siap menerima segala konsekuensi dari, Tuan." Jonathan mengangguk patuh.


"Sudahlah Rey, ikhlaskan demi almarhumah putrimu yang sudah tenang di surga. Ini sudah takdir Tuhan. Percayalah, Tuhan pasti punya rencana lebih baik untuk kalian berdua setelah ini." Tuan Wijaya mengusap bahu Reyhan, menyalurkan kekuatan untuk putra satu-satunya itu.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Sebelum lanjut jangan lupa jempol ya😘😘😘


__ADS_2