
"Aku tahu." Dara membalas pelukan Windu, dua tetes bulir bening jatuh di sudut matanya, ketika matanya tertumbuk pada kepala tenpat tidur.
Bayangan masa lalu tiba-tiba lewat, lima tahun yang lalu di sudut tempat itu, dia seperti melihat dirinya sendiri meringkuk di sudut yang sama saat tempat tidur ini adalah ranjang pengantin mereka berdua Windu. Tubuh mungilnya laksana seorang peri kecil dengan gaun pengantin berwarna bersih tak kalah putihnya dari sepray yang mengalasinya.
"Bukankah ini malam pertama kita?" Mata Windu, suami yang baru saja menikah dengannya itu tampak seperti serigala yang kelaparan.
"Lepaskan semua pakaianmu, tunjukkan padaku, siapa dirimu sebenarnya."Suara Windu yang dalam itu terdengar menyakitkan di telinga, seringainya begitu kejam.
Dan Dara memejam matanya, saat mengingat bagaimana dia sendiri mendekap tubuhnya dengan keringat dingin, begitu ketakutan.
"Kamu yang menginginkan pernikahan ini bukan? Ayo, kita puaskan semuanya. Ritual kita belum selesai...." Tawa aneh Windu semakin sayup, kenangan itu seperti menjauh, semakin jauh.
Dara memeluk Windu dengan erat, dia tahu mereka berdua tak lagi sama dengan yang dulu, dan Windu telah menjadi orang yang berbeda.
Tak ada lagi wajah dinginnya dengan sorot mata kejam, yang seakan siap menelannya bulat-bulat setiap saat.
Waktu telah membuat semuanya berubah, waktu yang menumbuhkan cinta di antara mereka dan waktu pula yang menyembuhkan setiap luka yang tertoreh di hati.
__ADS_1
Sekarang mereka berdua telah menjadi satu dan sebentar lagi seorang anak akan membuat mereka benar-benar tak terpisahkan.
"Sejak kapan kamu tahu kalau kamu hamil? kenapa kamu begitu jahat padaku...kamu membuatku hampir jantungan." Windu yang telah bisa menguasai suasana menarik dagu sang istri, menodongnya dengan ekapresi bahagia.
"Aku sudah tahu sejak kemarin..." Dara menyahut dengan sambil menyeringai.
"Selama seminggu ini, aku merasa tidak enak badan, pusing dan mual. Dan lagi hampir tiga minggu aku sudah telat haid. Karena aku pernah hamil, jadi aku curiga jika aku sedang mengalami tanda-tanda hamil muda. Jadi iseng aku test pack kemarin pagi, dan ternyata aku positif." Dara melanjutkan dengan suara yang bersemangat.
"Kenapa kamu tak bilang dari kemarin...hah? Aku malah mencemaskanmu seharian ini...seperti orang gila."
"Aku mau memberitahumu tadi malam, tapi kamu tidur lebih cepat. Rencananya mau bilang tadi pagi tapi kamu sepertinya begitu buru-buru ke kantor." Dara tertawa kecil.
Sungut Windu.
Suara adzan Magrib terdengar sayup-sayup, keduanya berpandangan.
"Sayang sebaiknya kita sholat." Bisik Windu.
__ADS_1
Dara menatap Windu dengan mata berbinar, biasanya dirinyalah yang selalu mengingatkan suaminya itu bersembahyang. Tapi hari ini, dengan kesadaran penuh dia yang mengajak sang istri.
Windu menyempatkan diri mencium kening Dara sebelum beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil Wudhu, di iringi tatapan Dara yang terpesona. Di matanya saat ini Windu benar-benar suami yang sempurna.
Waktu benar-benar merubah suaminya itu.
"Terimakasih, Ya Allah, atas berkat kelimpahanmu dalam hidupku, setiap kesabaran umatMu kau berikan ganjaran yang indah, setiap tetes air mataku kau rubah menjadi mutiara tak ternilai. Cinta Kau hadirkan pada saat yang tepat, bersama sejuta kebahagiaan setelah banyak ujian kau sematkan. Aku tahu ya, Allah...semua demi menempaku menjadi pribadi yang kuat dan bisa bersyukur akan rahmatMu. Engkau mengajari bahwa berharap kepadaMu adalah jalan terbaik dalam setiap kesedihan, berpasrah padaMu bukanlah pilihan tetapi keharusan. Terimakasih tetap menjagaku di jalan yang seharusnya, karena rencanaMu begitu tak terfikirkan olehku sebagai manusia. Terimakasih Ya, Allah...untuk semua kebahagiaan yang kau kurniakan dalam hidup hambaMu ini. Ajarilah kami selalu bertawakal untuk mendapatkan ridhoMu."
Do'a itu di lantunkan Dara dalam hatinya, sambil memandang punggung sang imamnya yang tampak khusuk memimpin sholat di depannya.
Kamar itu adalah neraka di awal pernikahannya tetapi sekarang seperti surga.
(Part selanjutnya adalah beberapa bulan kemudian ya😅 untuk novel yang ini, othor suka sekali melompati waktu😁 Yang pasti hidup mereka adem ayem tentram raharja, selama itu😅)
...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...
...I love you all❤️...