Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 40~Markonah


__ADS_3

Pak satpam menceritakan kejadian dua hari yang lalu saat seorang gadis datang ke kediamannya itu untuk mencari Kenzo. Gadis cantik yang berpenampilan mirip dengan preman pasar, tapi terlihat seperti tukang ojek juga.


Kenzo menghentikan langkah untuk bertanya, "Siapa?" tanyanya singkat.


"Namanya ... mm, kalau gak salah ... Mar ... Mar apa ya?" Pak satpam nampak berpikir keras.


Mendengar penjelasan satpam tersebut, si Tuan Muda malah tersenyum karena sudah bisa menebak siapa gadis yang dimaksud pak satpam. Sedangkan ibunya hanya menatap serius pak satpam dengan rasa penasarannya.


"Namanya ..." satpam belum sempat berucap, sebuah suara menginterupsi.


"Markonah. Namanya Markonah," perempuan muda itu menghampiri sambil menyebutkan nama gadis yang dimaksud satpam rumahnya.


Mendengar suara yang tak asing bagi mereka, Kenzo dan Kelly segera menoleh. "Khanza!"


Perempuan muda itu pun tersenyum sembari melambaikan tangan. "Hai!"


"Kapan kamu pulang? Kenapa nggak bilang Mommy kalo mau pulang?!" tegur Kelly kepada putrinya.


Khanza langsung memeluk ibunya sambil tersenyum manis. "Aku mau ngasih kejutan, tapi aku malah yang terkejut atas kepergian kalian ke rumah Opa!" ia cemberut saat mengatakan kalimat tersebut.


"Maafin Mommy, sayang! Mommy dan Daddy ada pekerjaan di sana," jelas Kelly.


"Lalu? Dia! Bukannya dia ujian akhir minggu ini?" Khanza menunjuk ke arah Kenzo.


Yang ditunjuk malah membuang muka. "Gosah nanyain tentang gue!" sahutnya ketus seraya pergi.


Kelly berteriak memanggil nama putranya ketika melihat Kenzo akan pergi setelah menyambar kunci motornya. "Sayang. Kamu mau ke mana?" tanya Kelly setelah berhasil menyusul langkah putranya sebelum Kenzo menyalakan mesin motor sportnya.


"Pergi, Mom. Cari angin," sahutnya.


"Cari angin apa cari Markonah!" ledek Khanza yang ikut menyusul ke dua kesayangannya itu sampai teras.


Mendengar ejekan dari Khanza, Kenzo pun bersikap ketus lagi. "Apa sih lu? Kepo,"

__ADS_1


"Idih. Kita nggak kepo tapi cuma penasaran aja," senyum Khanza menampilkan sebuah arti yaitu ejekan.


"Tau ah," motor sport itu pun meraung setelah Kenzo memutar kunci lalu gasnya. Ia tak ingin mendengar ocehan perempuan muda di hadapannya itu.


Perdebatan sengit terjadi di antara Khanza dan Kenzo hingga Kelly yang melihatnya pun merasa jengah sekaligus kesal. Wanita paruh baya tersebut pun langsung melerai perdebatan keduanya. "Apaan sih ribut mulu kek anak kecil?!" tegurnya.


"Dia duluan, Mom!" keduanya serempak menjawab sembari saling menunjuk membuat ibunya mengerang karena marah.


"Hish, kalian ini ya. Udah gede masih pada kek gitu. Sekarang pokoknya Mommy minta kalian saling minta maaf!" tegasnya.


"Cih, males!" ujar Kenzo lalu melesat pergi setelah berpamitan kepada ibunya lagi. Sementara Khanza masih berdiri di samping ibunya dengan ekspresi mengejek.


Kelly yang melihat putranya pergi hanya bisa diam memandangi saat motor sport putranya itu perlahan hilang dibalik pintu gerbang. "Haish, Kenzo. Siapa tadi gadis yang nyariin dia?" bertanya sembari melirik putrinya yang masih asyik diam di tempat.


"Markonah. Namanya kampungan, tapi orangnya cakep banget dah." Pak satpam menjawab pertanyaan Nyonya rumah.


*


Kenzo sangat kesal kepada pria tua itu karena dia tak sopan dan cenderung sangat kasar. Namun, Kenzo tak mau ambil pusing. Dia pun segera pergi untuk mencari si gadis bodohnya.


Seharian dia berlari ke sana ke mari mencari keberadaan Kayla, namun dia tak menemukannya.


Semua teman sekolah yang dekat dengan Kayla pun tak luput dari interogasi Kenzo. Tapi, tak ada satu pun yang tahu di mana Kayla tinggal.


Rasa lelah sudah tak dirasakan Kenzo karena ia sangat ingin menemukan si gadis bodohnya itu. Putus asa mungkin juga tidak, sebab dia masih sangat bersemangat untuk menemukan Kayla.


Kenzo memacu kendaraannya ke basecamp tempat dirinya berkumpul bersama and the genk. Sesampainya di sana, ia menceritakan kepada teman-temannya pasal kedatangan Kayla ke rumah untuk mencari dirinya.


Bagas dan Devian tentu tidak tahu di mana Kayla tinggal sebab keduanya tidak pernah berhubungan atau bahkan bertanya tempat tinggal gadis itu. Tapi, Frans tahu di mana Kayla tinggal sebab dirinya lah yang mengantarkan Kayla ke tempat tersebut.


Awalnya dia tidak ingin mengatakan keberadaan Kayla saat ini, namun melihat raut wajah Kenzo yang begitu menyedihkan sahabatnya hingga dirinya pun tidak tega.


"Dia tinggal di kontrakan sekarang," Kenzo menatap sinis Frans. "Gue yang anterin dia ke sana. Kenapa? Elu mau marah?" tantangnya kemudian.

__ADS_1


"Kenapa dia tinggal di kontrakan? Tadi juga di rumahnya itu ada si tua yang ngaku-ngaku pemilik rumah dan bilang kalo si Onah cuma pembantu," Kenzo geram mengingat kejadian saat dirinya diusir dari rumah Kayla.


"Onah? Siapa?" serempak ketiganya bertanya.


"Si Onah ya Markonah. Ckk, Kayla." sahut Kenzo serasa enggan menyebut nama gadis bodoh yang membuatnya uring-uringan seharian. Ketiga temannya hanya membulatkan bibir seraya mencibir.


Frans menjelaskan apa yang sedang dialami Kayla saat ini hingga Kenzo mengerti semuanya. Pemuda itu sangat marah setelah mendengar cerita keseluruhannya tentang Kayla dan Rania.


Sebenarnya Kayla tidak mengatakan apapun kepada Frans, tapi pemuda itu tahu semuanya dari teman-teman Kayla yaitu Delisa dan Afika.


Tak menunggu lama, motor Kenzo langsung meluncur menuju alamat tempat tinggal Kayla sekarang.


Tempat itu tak seperti sebuah kontrakan pada umumnya, karena terlihat seperti rumah pribadi.


Kanzo pun mencoba bertanya kepada seseorang sesuai petunjuk dari Frans dan kebetulan orang yang ditanyai itu adalah si ibu pemilik kontrakan yang ditinggali Kayla saat ini.


Tanpa sungkan, Kenzo bertanya apa ada gadis yang bernama Kayla menyewa kamar kontrakan di sana dan ibu kontrakan pun membenarkannya.


Mendengar itu hatinya pun merasa lega sebab gadis yang tengah dicarinya itu dalam keadaan baik-baik saja.


Ibu kontrakan menyuruh Kenzo masuk untuk menunggu Kayla di dalam, sementara dirinya memanggil gadis itu. Namun, Kenzo tak langsung masuk karena ponselnya berbunyi dan ia pun menjawab panggilan tersebut di luar.


Cukup lama Kenzo berbicara lewat sambungan telpon bersama orang di seberang sana. Setelah selesai, ia pun kembali ke tempat itu dan disambut ibu kontrakan bersama wanita muda seumuran kakaknya yang bersikap aneh juga histeris saat melihatnya.


Kenzo ketakutan saat tiba-tiba dirinya ditarik paksa untuk dibawa masuk ke dalam. Ia lebih ketakutan lagi ketika melihat pintu bertuliskan nomor di bagian depannya. Kenzo benar-benar ketakutan ketika ada wanita lain yang ikut menatapnya dengan tatapan lapar.


Sepertinya gue bakal mati hari ini, pikir Kenzo miris.


Saat sedang dilanda ketakutan luar biasa, suara Kayla terdengar di telinga hingga ia pun sontak berlari dan bersembunyi di balik tubuh Kayla. Di peluknya dengan erat tubuh kecil Kayla saking takutnya terhadap ketiga wanita yang terus menempel, dan mengerumuninya seperti kumbang pada bunga.


Pemuda itu juga sampai berpura-pura pingsan di kamar Kayla agar dirinya bisa berduaan dengan gadis jutek itu.


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2