Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
BAB 84 LAGI NGIDAM


__ADS_3

(2 bulan kemudian)


Suara sedu membangunkan Windu, dia terkejut dengan tangisan yang lamat-lamat terdengar.


Dia menoleh dan mendapati Dara sesenggukan di belakamg punggungnya.


Rasa kantuk Windu segera lenyap, dia segera bangun dan memeluk Dara yang duduk sambil menangis.


"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Windu dengan cemas.


"Kamu mimpi buruk atau...atau kamu sedang marah padaku?" Windu menerka-nerka sambil memeluk istrinya itu dari belakang.


"Kak Win..." Dara berbalik kemudian memeluk Dara.


"Aku lapar...tapi susah sekali masuk makanan. Aku selalu muntah setiap masuk makanan. Aku takut...aku takut bayi kita tidak bisa berkembang sempurna seperti yang pertama." Dara memeluk tubuh Windu kuat-kuat, tangisnya semakin keras.


Beberapa hari ini memang Dara sedang mengalami masa penghujung trimester pertama, dia sedang mabuk-mabuknya.


Entah mengapa pada kehamilannya yang ini, agak sedikit berat. Bahkan dua hari ini dia cuma bisa minum susu, teh hangat dan buah-buahan saja. Itu pun sangat di paksa.


"Sayang...kamu jangan berkata begitu, kamu harus kuat. Kasihan bayinya kalau mamanya mewek begini." Windu mengelus-ngelus bahu sang istri, di lihatnya jam dinding, tepat tengah malam.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Windu sambil menatap istrinya, sebaris doa di lantunkannya dalam hati, berharap sang istri tidak minta yang aneh-aneh di tengah malam buta begini. Dia mendengar mitos, istri ngidam kadang kala aneh-aneh, bisa minta mangga muda dari kebun tetangga.


Kalau itu sampai terjadi, alamat dia di pentung petugas ronda, babak belur tak berbentuk.


Mata Dara tiba-tiba berkilat, menatap Windu dengan sedikit mengerutkan kening.


"Beberapa hari ini, aku sangat ingin makan sesuatu...tapi..."


"Tapi kenapa?"

__ADS_1


"Aku takut."


"Takut apa?" Windu mulai merasakan dadanya berdegup.


"Takut merepotkanmu."


"Katakan saja, aku siap di repotkan babyku ini." Suara lantang bak superhero sambil mengelus perut Dara itu sungguh sedang bertentangan dengan hati ya yang sedang di landa gugup, takut Dara meminta yang nyeleneh.


"Aku menghayalkan..." Wajah tanpa dosa istrinya itu memandang keoada Windu dengan bimbang.


"Apa?"


"Kamu memasak untukku."


"What?"Sekarang Windu melotot dengan sempurna menatap kepada sang istri dengan menghiba.


Dari dia kecil sampai sedewasa ini, belum pernah dia masuk dapur meski hanya untuk mengelus kompor, apalagi bersentuhan dengan panci, pisau dapur atau apapun yang menjadi kelengkapan perdapuran.


Dan malam ini, istrinya itu, dengan matanya yang takut-takut penuh harap mengatakan ingin makan masakannya? Windu benar-benat shock.


"Bagaimana caranya?" Windu menelan ludahnya yang terasa seret di kerongkongan.


"Aku tahu, kak Win tak akan bisa melakukannya...karena itu, aku sebenarnya tak ingin mengatakan kepada kak Win."Kepala istrinya itu menunduk, terlihat sedih.


"Tidak! Bukan begitu, sayang. Jangan ngambek begitu..." Windu memeluk Dara yang kembali terisak.


"Astaga...jangan menangis lagi, sayang...cup..cup...masa mau makan saja harus menangis begini."


"Aku minta maaf..." Isakan Dara semakin pilu di telinga Windu yang jadi serba salah.


"Baiklah sayang, aku akan memasak untukmu. Asalkan kamu memakannya." Windu mencium ubun-ubun Dara.

__ADS_1


Demi mendengar kalimat itu, tangisan Dara otomatis berhenti seperti anak yang mendapatkan gulali.


Dia memeluk Windu dengan bahagia, dan dalam detik berikutnya, Dara sudah berdiri dengan cerah ceria, menarik lengan Windu yang tidur hanya mengenakan celana pendek.


"Ayo...."


"Kemana?"


"Ke dapur?"


"Ke dapur? Kak Win masak untukku kan?"


"Hah? Sekarang? Ini tengah malam. Tidak bisa menunggu besok pagi?"


"Aku mau sekarang."


Windu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil beringsut mengikuti Dara.


Bayinya itu benar-benar sangat antusias membuat sang papa merasakan siksaan, bahkan dia tak diberi kesempatan sekedar kursus singkat dengan menonton tutorial di Youtube, langsung praktek tanpa menerima teory.


(Hi...hi...sesuai request buat yang mau lihat keriweuhan Windu mengurus istri yang ngidam, othor kasih nih😅


Jangan lupa VOTE nya yaaaa...😁 dukungan buat Othor rajin menulis lanjutannya😆 nantikan ya di part berikut, Windu bisa tidak masak buat Dara🤭



...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you all❤️...

__ADS_1


__ADS_2