Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 132


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


Diana berjalan kaku di sebelah Reyhan. Sejak turun dari mobil, dia sudah mengaitkan tangannya di lengan Reyhan. Dia merasa tidak nyaman dengan pakaian yang dia kenakan untuk hotel bintang lima.


"Selamat datang Tuan dan Nona," sambut pelayan hotel di depan lobby.


Diana membalas dengan tersenyum, sedangkan Reyhan hanya berdehem.


"Semuanya sudah kami siapkan, mari saya antar ke meja, Tuan."


Dengan sopan pelayan itu mengantar Reyhan dan Diana menuju meja makan yang telah dipesankan Jonathan. Pelayan itu menggeser kursi untuk Reyhan dan Diana bergantian.


"Terima kasih," ucap Diana ramah.


"Sama-sama Nona," balas pelayan itu yang juga tersenyum ramah.


"Rey, kenapa Sekretaris Jonathan tidak ikut bersama kita?" Diana memerhatikan Reyhan yang sibuk dengan ponselnya. Wajah Reyhan terlihat serius, kaku, dan dingin.


"Kita akan menginap di sini, untuk apa Jonathan ikut," jawab Reyhan tanpa melepas tatapannya dari layar ponsel.

__ADS_1


"Menginap?" Diana membelalak kaget.


"Hm, kau tidak suka?" Akhirnya Reyhan melirik Diana.


"Bukan seperti itu, aku hanya berpikir kenapa kita harus menginap di sini."


"Di rumah sedang ada pengacau. Aku tidak mau dia mengganggu malam kita." Reyhan tersenyum penuh arti, membuat kedua pipi Diana mengembang dengan rona merah.


Suasana hening sejenak. Mereka menyantap makanannya dalam diam. Sampai Reyhan menyelesaikan makannya dan menuang segelas anggur.


"Kau minum itu?" tanya Diana sebelum melakukan suapan terakhir.


Wajah Diana seketika memerah bagaikan kepiting rebus, membuat Reyhan terkekeh geli. Hanya satu kalimat, tetapi Diana sangat mengerti artinya. Dengan lembut Reyhan menghela Diana, menuntunnya ke lantai atas.


Ketika Reyhan membuka pintu kamar, Diana terlihat bingung. Reyhan kembali tergelak melihat wajah bingung Diana.


"Yah, kamar yang sama." Reyhan tersenyum manis. "Harus kuakui, aku sedikit sentimental. Di kamar ini kita pernah gagal, tapi tidak untuk malam ini."


Diana tersenyum lembut saat Reyhan membimbingnya memasuki kamar. Mereka pernah dinner di kamar ini, pernah memadu kasih. Namun, gagal mencapai puncak lantaran sebuah kesalahpahaman yang berujung Reyhan meninggalkan Diana tanpa pesan.


"Diana," bisik Reyhan seperti kesakitan. "Lupakan masa lalu, terpenting aku sangat mencintaimu sekarang." Reyhan menunduk untuk meraih bibir Diana. "Oh, astaga! Diana betapa aku menginginkanmu, Sayang."

__ADS_1


Reyhan kembali menyatukan bibir mereka. Ciuman itu semakin lama semakin dalam, semakin panas, semakin bergairah.


Reyhan melepas ciumannya, dia menatap Diana lembut. "Hei, kita sudah akan punya baby, tapi kau masih malu-malu untuk membalas ciumanku." Reyhan terkekeh menggoda.


Diana tersipu, dia mengalungkan tangannya ke leher Reyhan, mengarahkan tatapan menantang.


"Kau menantangku?" Reyhan terkekeh geli. "Baiklah, pu*askan aku malam ini, Sayang."


Dengan lembut Reyhan menghela Diana ke atas tempat tidur, lalu mengecup seluruh wajahnya dengan lembut. Setelah itu dengan perlahan menurunkan gaun dan mulai mencumbu bahu polos Diana.


"Hm, kau senang, Sayang? Kau menyukainya, ya?" Reyhan tersenyum menggoda. Dengan penuh perasaan dikecupnya seluruh permukaan kulit Diana.


Diana merasa dirinya melayang. Kemesraan yang diberikan Reyhan membuatnya serasa terbang ke awang-awang. Dengan perlahan dia membuka mata, mencoba melawan desakan gairah yang semakin membuncah. Posisi mereka begitu intim dengan tubuh yang sudah menyatu. Dadanya terasa hangat ketika mata mereka saling bertemu, menyatu dalam satu pesan tersirat.


"Aku mencintaimu, Rey." Dengan hati-hati dan penuh kelembutan tangan Diana bergerak meraba wajah Reyhan. Mulai dari dahi, kemudian alis yang tebal, ke mata yang telah terpejam, ke hidung yang menjulang tinggi, ke rahang yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus, terakhir ke bagian favoritnya. Bibir tipis, tapi penuh milik Reyhan. Bibir yang entah sudah berapa kali mengecupnya.


Sentuhan jemari Diana membuat Reyhan menge*rang. "Diana ...." Reyhan mengernyit, tangannya menangkap jemari Diana yang mengusap bibirnya, lalu mengu*lum pelan. Manik cokelat itu terbuka, menatap Diana bagai api biru yang menyala.


"Kau membuatku tidak bisa menahannya." Reyhan melesakkan tubuhnya lebih rapat. Menghujam Diana tanpa ampun dan mengerang penuh kenikmatan ketika tubuh selembut sutra milik Diana melingkupinya, meremas miliknya, membuatnya semakin tenggelam dalam gairah yang semakin panas.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2