
Setelah drama yang dilakukan Kenzo di kedai nasi goreng, kini drama itu dilanjutkan di perjalanan pulang.
Kata "sayang" yang terlontar dari mulut si tampan yang entah itu sengaja untuk menggoda Kayla, ataukah memang tulus dari hatinya, namun itu sukses membuat hati dan jantung si gadis jadi dag-dig-dug-der.
"Apa-apaan sih si Markoho jelek itu? Kenapa dia panggil aku sayang di depan orang-orang? Huuh, bikin jantungku gak tenang aja!" gerutunya dalam hati.
Kayla yang fokus pada pertanyaan batinnya sampai tak sadar jika kendaraan yang ia tumpangi sejak tadi tidak bergerak. Sedangkan Kenzo diam dan memperhatikan wajah Kayla yang menurutnya sangat lucu.
"Kenapa melamun gitu? Mesti lagi mikirin sesuatu di antara kita ya," Kenzo terkekeh geli sengaja menggoda.
Kayla yang masih melamun tidak mendengar jelas apa yang diucapkan Kenzo hingga dirinya menjawab secara spontan. "Iya," sahutnya.
Dengan gerakan cepat, Kenzo berbalik menghadap Kayla sambil tersenyum girang dan tentunya hal itu membuat Kayla tersentak. "Hei, Markoho! Apa yang kamu lakukan?" tubuhnya refleks mundur dengan gerakan cepat mendorong bahu Kenzo
Kenzo berdecak dengan ekspresi sedih. "Ckk, elu gimana sih, Onah? Tadi lu bilang lagi mikirin tentang kita, makanya gue semangat buat noleh. Eh tahunya elu malah dorong gue," keluhnya dengan wajah dibuat menyedihkan mungkin hingga Kayla pun mengernyitkan keningnya.
Mendengar perkataan pemuda itu lantas membuatnya sebal. "Apaan sih Markoho jelek, jerapah burik? Jangan aneh-aneh ya,"
Kenzo hanya terkekeh melihat tingkah Kayla sambil tertawa lepas. "Hahaha. Dasar Markonah bodoh!" ejeknya seraya menyentil kening Kayla dengan jari tangannya. Menggoda si Markonah adalah hal yang paling membahagiakan baginya mulai sekarang dan mungkin seterusnya.
Mendapat sentilan di kening, tentunya Kayla protes dengan berteriak kencang. "Markoho!" teriakan Kayla membuat Kenzo menutup kedua telinganya.
"Tenggorokan elu ada apanya sih, Onah? Nyaring bener suaranya," keluhnya sambil berbalik menghadap ke depan. Ia pun segera menyalakan motornya untuk siap melaju pulang menuju kontrakan tempat Kayla. "Lama-lama kuping gue budeg dengerin suara lu kek toa mesjid," Kenzo terus menggerutu kesal karena selalu mendapatkan teriakan nyaring dari gadis itu jika dirinya sedang menggoda. Tapi, hal itu juga justru yang sangat ia rindukan saat sedang jauh dari Kayla.
Kayla hanya tersenyum karena ternyata Kenzo menyerah juga padanya. "Hehehe!"
"Pegangan lu, jangan ampe jatoh! Kalo jatoh gue gak mau tanggung jawab ya," lanjut Kenzo kesal.
__ADS_1
Kayla menjadi kesal karena Kenzo terus mengoceh tidak jelas. "Apaan sih Ken, pake ngomongin tanggung jawab segala? Emangnya kita ngapain?" ketusnya sebal.
Kenzo malah terkekeh sembari menjawab, sebelum ia berteriak kesakitan karena ulah Kayla yang mencubit pinggangnya. "Kali aja lu mau gue apa-apain biar gue bisa tanggung jawab sammmaaaaaa ... Onah, sakit tahu!"
"Lagian kamu ngomongnya aneh-aneh aja sih!"
"Ya tapi kira-kira dong kalo nyubit, Onah! Kalo motornya goyang terus kita jatoh gimana?" tukas Kenzo kesal.
"Terserah aku mau kek gimana nyubitnya. Lagian kamu kek gitu terus sih, bikin sebel pengen muntah!" seloroh Kayla dengan gaya yang pura-pura muntah. "Uwek,"
Mendengar itu, Kenzo malah menghentikan laju motornya dan menoleh kembali ke belakang. "Ekhem ... Onah. Apa kita udah pernah main 'itu' sampe lu jadi muntah terus!" ledek ya dengan menaik-turunkan kedua alisnya.
"Iiih, apaan sih kamu!"
Kenzo tertawa terbahak karena tingkah Kayla yang selalu lucu menurutnya. Ia pun tak memperdulikan celotehan kekesalan Kayla dan mulai menyalakan kembali mesin si kuda besinya.
Motor sport melaju membelah jalanan sepi Ibukota. Karena ini sudah larut, tak banyak pengguna jalan yang terlihat dan itu memudahkan Kenzo mempercepat laju motor tanpa bermacet-macetan.
Sebelum sampai kontrakan Kayla, pemuda itu kembali menggodanya dengan ledekan serta gurauan yang membuat Kayla kesel tapi tetap tertawa. Keduanya tertawa sampai keluar air mata.
Sesampainya di kontrakan Kayla, keduanya itu masih tertawa layaknya pasangan yang sedang dimabuk cinta. Kenzo benar-benar membuat Kayla terhibur akan gurauannya walaupun sesekali gadis itu terlihat kesal dan merajuk.
Baik Kayla maupun Kenzo tidak tahu jika seseorang sedang memperhatikan keduanya dari kejauhan. Pemuda itu mengeram kesal menahan amarah dengan kepalan tangan hingga menampakan guratan-guratan hijau di permukaan.
Dialah Frans, pengagum rahasia Kayla. Pemuda itu bahkan rela melakukan apapun dan terluka demi gadis pujaannya yaitu Kayla Anastasya.
Kayla dan Kenzo terlihat tertawa bersama karena lelucon Kenzo yang menarik perhatian bahkan tawa gadis tersebut.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Frans melihat Kayla benar-benar tertawa lepas saat bersama Kenzo. Frans terus memperhatikan gadis itu ketika baru saja turun dari motor sport merah milik sahabatnya, hingga Frans pun memilih diam di tempat untuk mengagumi wajah Kayla yang terlihat sangat cantik ketika sedang tertawa seperti itu.
"Apa kamu sebahagia itu saat bersama Kenzo? Bukankah kalian sering bertengkar setiap kali bertemu?!" pertanyaan itu tak bisa tersampaikan sebab Frans hanya mengutarakannya sendiri, tidak bertanya kepada Kayla langsung.
Bukan hanya tertawa lepas, Kayla juga bahkan menarik tangan Kenzo untuk masuk ke dalam kontrakannya. Wajah ceria itu masih terlihat dari posisi Frans saat ini ketika keduanya sudah sampai di lantai dua, tepatnya balkon kamar kontrakan Kayla.
Tanpa menunggu hatinya lebih tersakiti lagi, Frans bergegas memacu kendaraannya menuju arah pulang. Saat ini dia benar-benar sedang dilanda cemburu tingkat Dewa.
Sebenarnya, Kayla menarik tangan Kenzo karena ingin segera mencicipi makanan yang dibelikan pemuda itu tadi di jalan.
Kenzo menggoda Kayla dengan mengatakan tidak akan memberikannya jika dirinya tidak diajak masuk dan makan bersama. Ia sungguh ingin mencicipi rasa makanan yang diminta Kayla tadi ketika sedang di jalan. Kenzo bahkan harus mengantri demi mendapatkan makanan yang diinginkan Kayla saat gadis itu tak sengaja melihatnya ketika dalam perjalanan pulang.
"Gimana Ken? Enak 'kan?!" Kayla terlihat antusias menatap wajah Kenzo yang berekspresi aneh. Sepertinya pemuda itu baru pertama kalinya menyantap makanan aneh tersebut.
"Ini namanya apa? Rasanya kok gini!" Kenzo balik menatap Kayla dengan penasaran.
Kayla tersenyum sembari menyendok kuah dari mangkoknya. "Ini namanya seblak," sahutnya singkat karena harus menelan dulu makanan tersebut yang audah dikunyah nya. "Aku rasa ini paling enak dari yang lain," selorohnya lagi.
"Cih. Emang menurut lu, ini paling enak dinilai dari apanya? Gue rasa pasti yang lain juga rasanya nggak jauh-jauh dari ini kalo modelnya sama aja," pungkas Kenzo.
Kayla menggeleng sebelum menjawab. "Beda lah! Kalo biasanya aku beli pake duit sendiri dan porsinya nggak sebanyak ini. Nah, paling enak lagi seblak ini gratis karena belinya pake duit kamu. Hahaha," gadis itu tertawa terbahak-bahak setelah mengatakannya.
Sementara Kenzo hanya bisa menatap wajah cantik yang sedang tertawa lepas di hadapannya tersebut. "Cantik," cetusnya tanpa sadar.
"Hemh? Apa?" Kayla sampai diam karena tidak mendengar ucapan Kenzo barusan.
...Bersambung ......
__ADS_1