
Happy reading
💕💕💕💕💕
"Reyhan adalah suamiku, Nona Alice!"
Alice mengangkat wajahnya, menatap Diana dengan tatapan mencemooh. "Lalu, kenapa jika Reyhan adalah suamimu? Kau istrinya dan aku adalah calon istrinya ...."
"Kau ...."
"Alice cukup!" Reyhan menggebrak meja. Dia menatap Alice geram. Rahangnya mengeras, napasnya memburu menahan amarah.
"Kau membentakku, Rey?" Bukannya jera, Alice menatap tajam balik Reyhan.
Tatapan Reyhan mengendur. Dia membuang napas kasar, lalu menangkup keningnya.
“Kenapa kau tidak menyantap makananmu?” Reyhan beralih pada Diana dan berbisik lembut pada istri yang duduk di sisi kirinya. Dia mengamati isi piring Diana yang tetap utuh tidak disentuh, hanya dimain-mainkan di piring.
“Aku sedikit tidak enak badan.” Diana tidak berbohong, tiba-tiba saja dia merasa pening.
Reyhan langsung menyentuh dagu Diana, membuat Diana mendongak menatapnya. Dia mengamati wajah Diana dengan cemas. “Kau sakit, Sayang? Aku akan menelepon Helmi un ...."
“Tidak perlu,” cegah Diana meringis, “mungkin aku hanya perlu tidur lebih awal.”
__ADS_1
“Aku akan mengantarmu.” Reyhan hendak beranjak sambil menghela Diana ketika Alice berguman.
“Ada yang perlu kubicarakan denganmu Rey, penting. Aku menunggumu di ruang baca.”
Reyhan tidak menjawab, hanya mengucapkan permisi. Dengan sopan dia membimbing Diana ke kamar, meninggalkan Alice yang sendirian menahan cemburu di ruang makan.
❤️
❤️
❤️
❤️
❤️
“Kalau pusingmu tidak membaik, aku akan memanggil dokter.”
“Aku cuma perlu tidur.” Diana tersenyum lembut kepada Reyhan.
Reyhan duduk di tepi ranjang, membalas senyuman lembut Diana sembari mengusap rambut istrinya itu dengan penuh sayang.
“Alice tidak bisa tertahankan kalau dia menginginkan sesuatu. Sejak kecil dia terbiasa mendapatkan apa yang dia mau tapi kau tidak perlu khawatir. Jangan sampai dia membuatmu sakit. Dia akan senang kalau berhasil melakukannya.” Dengan hati-hati dia mengecup dahi Diana. “Tidurlah Sayang, semoga ketika kau bangun nanti, pusingmu sudah hilang.”
__ADS_1
Reyhan sebenarnya takut menghadapi semua. Membayangkan Diana mengetahui secara tidak sengaja, tentang kecelakaan itu. Jauh di dalam lubuk hatinya, Reyhan sangat ingin memberitahu Diana, tetapi dia takut Diana akan menuduhnya sebagai pembunuh. Tidak. Ini bukan saat yang tepat. Mereka begitu berbahagia sekarang. Saat-saat ini terlalu berharga untuk dinodai oleh kesalahan di masa lalu.
Reyhan menggenggam jemari Diana. “Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku, apa pun yang akan terjadi nanti.” Sorot matanya tampak gelisah.
Kenapa Reyhan tampak begitu gelisah? Apa yang sebenarnya disembunyikan Reyhan? Siapa Alice dan bagaimana bisa gadis itu mengklaim dirinya sebagai calon istri Reyhan? Diana membatin.
“Berjanjilah Diana.” Suara Reyhan mendesak, dipenuhi oleh kebutuhan.
Diana mengangkat jemarinya, menyentuh dengan lembut alis Reyhan yang berkerut. Dia mencoba menenangkan suaminya. “Aku berjanji, Rey.”
Reyhan mendesah lega. Dia menarik jemari Diana yang menyentuh wajahnya, lalu mengecup jemari itu.
“Mau ke mana?” Diana bertanya tanpa sadar ketika Reyhan berdiri dan hendak menjauh darinya.
“Aku akan ke ruang baca. Aku ingin tahu apa yang ingin dibicarakan Alice. Aku ingin tau tujuannya datang ke sini. Dengan begitu mungkin aku bisa mengusirnya secara halus.” Jemari Reyhan menyentuh ujung jari Diana dengan lembut. “Jangan cemas. Aku akan membereskan semuanya.”
Sepeninggal Reyhan, Diana berbaring dengan mata nyalang. Dia semakin merasa pening. Tadinya dia menahan diri sekuat tenaga untuk tidak berteriak dan mencegah Reyhan pergi dari kamar. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia tidak mau Reyhan pergi untuk menemui gadis cantik itu.
Bagaimana kalau Reyhan jatuh dalam godaan Alice? Alice begitu cantik, begitu seksi, dan begitu memesona. Suasana ruang baca di malam hari juga begitu intim dan mengingat betapa gigihnya ... tidak menutup kemungkinan Alice akan berhasil merayu Reyhan, 'kan?
Ingin sekali Diana menyusul ke ruang baca. Sekedar untuk memastikan, atau mungkin mencuri dengar, tetapi dia berusaha menahan diri. Tidak. Dia harus mempercayai Reyhan.
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Morning guys🥳🥳🥳 jangan lupa tinggalkan jempol kalian ya guys sebelum lanjut bab😁