Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 65~Pagi, sayang!


__ADS_3

Hati Kenzo sungguh tenang dan damai ketika mendapat Kayla ada di tempat yang aman. Dari kemarin ia tidak bisa tidur nyenyak sebab Kayla sulit ditemui. Ibu Pariyem pun tidak memberitahu di mana keberadaan Kayla atau tempatnya bekerja.


Kenzo sudah bolak-balik mendatangi pangkalan ojek tempat Kayla mengadu nasib untuk mendapatkan uang, namun gadis itu tidak ada di sana dan tukang ojek yang lain juga tidak tahu tentang keberadaan Kayla saat ini. Sekolah pun tidak luput didatanginya hanya untuk mencari sosok Kayla.


Para siswi di sana begitu histeris saat kenzo datang ke sekolah. Padahal selama ini pemuda itu sulit sekali ditemui mereka. Namun kali ini, mereka sering menjumpai Kenzo ada di area sekolahan.


Sungguh keberuntungan yang patut disyukuri, batin para siswi fans berat Kenzo.


Tapi, para fans fanatik Kenzo itu tidak pernah tahu bahwa si pemuda tampan idola mereka tersebut akhir-akhir ini sering marah-marah tidak jelas sebab tidak bisa menemukan gadis yang dicarinya di manapun.


Kenzo selalu terlihat cuek dan angkuh terhadap siapapun, kecuali Kayla. Gadis yang akhir-akhir ini dekat dengannya karena ketidaksengajaan atau memang itu adalah takdir dari Tuhan.


Ketika gadis itu sudah ada di hadapannya, maka dengan segera Kenzo memeluk tubuh Kayla dengan posesif. Tapi, karena kakaknya menghalangi terus, akhirnya Kenzo pun berniat pergi dengan merangkul bahu Kayla dan mengajaknya ke luar setelah berpamitan kepada kakaknya. "Kak, gue bawa dia keluar dulu ya. Ada sesuatu yang mau gue omongin ama dia," izinnya pada sang kakak.


Mata Khanza membelalak melihat tingkah dan sikap posesif adiknya terhadap gadis yang baru menjadi asisten pribadinya tersebut. "Mau dibawa ke mana dia, Ken? Kerjaan di sini lagi banyak. Elu jangan macem-macem ya, mentang-mentang elu adek gue!" ujar Khanza memperingatkan.


Kenzo tersenyum mengejek peringatan kakaknya yang sedang mengomel sembari menghentakkan kaki. "Bentaran doang, Kak. Paling dua jam," ujarnya sengaja menggoda sang kakak.


Benar saja, Khanza berteriak dengan sangat kencang. "KENZOOOOO!"


Si tampan melenggang pergi dengan cueknya sedangkan yang lain menutup telinga berjamaah.


Para wanita yang sedang memilih pakaian juga para karyawan Khanza hanya bisa menatap iri ke arah Kayla yang sedang digandeng mesra oleh pemuda tampan yang mirip Oppa korea tersebut.


"Huaaa, potek hati ini Bang!" gumam mereka lirih sembari menggigit jari.


__ADS_1



Semenjak tahu jika Kayla bekerja di tempat kakaknya sebagai penanggung jawab, Kenzo lebih rajin mendatangi butik kakaknya tersebut.


Seperti pagi ini, ia datang lebih awal dibanding pelanggan. Setelah masuk ke dalam butik, Kenzo segera menghampiri Kayla yang terlihat sibuk. "Pagi sayang! Apa kabarmu hari ini?" suara Kenzo yang lembut mampu menghipnotis para gadis namun tidak dengan Kayla.


Semuanya lantas menoleh ke arah sumber suara termasuk Kayla. "Jangan bikin perutku mual dengan panggilan sayangmu itu, Ken!" ucap Kayla malas tanpa menoleh.


"Mual? Belum diapa-apain udah mual aja!" seloroh Kenzo sengaja menggoda.


Kayla berdecak sebal mendengar gombalan receh Kenzo. "Tolonglah Ken, ini masih pagi." ujar Kayla terlihat lesu.


"Memangnya kenapa kalau masih pagi? Justru itu bagus karena gue masih bersemangat," sahutnya sembari memamerkan senyum termanisnya.


Desti menghampiri. "Jangan ganggu Mbak Kay terus dong, Mas Ken! Kasihan 'kan dia." ujar Desti lalu melanjutkan ucapannya lagi. "Mending ganggu aku aja," kerlingan mata Desti membuat Kenzo bergidik.


Kenzo berdecak sebal melihat tingkah gadis kasir di hadapannya. Ia memilih melihat ponselnya sekilas untuk mengalihkan pandangan gadis itu. Setelah Desti kembali ke posisinya, Kenzo pun segera menarik tangan Kayla agar gadis itu mendekat. Wajah tampan itu lebih mendekat ke wajah Kayla dan berbisik tepat di telinganya.


"Pulang nanti ikut gue ke suatu tempat!" Kayla terlihat ingin protes namun tidak jadi sebab Kenzo berkata lagi, "Jangan ada penolakan di antara kita!" kedipan satu mata serta senyum menggoda ditunjukan oleh Kenzo pada Kayla hingga membuat gadis itu salah tingkah.


Mendadak Kayla gugup. "Ka-kalo mau ngomong sesuatu sekarang aja, Ken. Aku pulangnya malem," lanjutnya kemudian.


"No ... no ... no! Gue gak mau merubah rencana karena gue udah nyiapin semuanya!" tolak Kenzo. Desah nafas terdengar pasrah. Kayla mengangguk mengiyakan permintaan Kenzo hingga pemuda itu kegirangan. Namun, melihat wajah lesu Kayla, Kenzo pun kembali berdecak. "Lemes banget sih, onah! Lu gak seneng ya liatin wajah tampan gue!" Kenzo terus menggoda.


Kayla terusik karena tangan Kenzo terus mencolek pinggangnya. "Ish Ken, kamu gak capek apa gangguin aku terus dari kemaren malem?!"


"Dari kemaren malem? Emang kita ketemu, gitu!" Kenzo mengingat-ingat. Ia merasa jika semalam dirinya tidak pergi ke mana-mana sebab sang ayah ada di rumah.

__ADS_1


Kayla berdecak kesal. "Iya, kamu datang dalam mimpi aku. Terus ...!" Kayla tidak melanjutkan ucapannya lagi karena tersadar bahwa dirinya keceplosan.


Kenzo dan yang lainnya terlanjur mendengar ucapan Kayla barusan. Seulas senyum indah terukir di bibir Kenzo membuat Kayla canggung.


"Aiihhh, Onah sayang. Ternyata selama ini elu suka mimpiin gue ya," tangannya mencolek-colek pipi Kayla yang langsung ditepisnya. "Ouuucchh ... so sweet!" Kerlingan mata dengan senyum menggoda.


Ya Tuhan, bisa diabetes lama-lama!


Kayla gusar mengusap wajahnya dengan kasar sambil berpaling ke arah berlainan.


"Elu itu malu-malu meong, Onah. Kalau elu suka sama gue ya ... ungkapin aja dong! Jangan ditahan! Bahaya," dia terus menggoda Kayla yang terlihat cemberut. "Jadinya mimpiin gue kan akhirnya," lanjut Ken menaik turunkan alisnya menggoda Kayla.


Teman-teman kerja Kayla tersenyum menggoda. "Cieee, yang suka mimpiin Mas tampan." ledek mereka yang ditanggapi Kayla dengan cemberut.


"Udah, ngaku aja deh, Mbak Kay. Kita dukung lho!" lanjut ketiganya terus menggoda.


Kayla mengusap wajahnya kasar. "Oh, Ya Tuhan!"


Kegusaran Kayla terus berlanjut sebab Kenzo yang terus menempel padanya layaknya ulet bulu. Sesungguhnya itu membuat Kayla canggung dan tidak enak hati di hadapan para karyawan Khanza. Ia takut jika hubungannya dengan Kenzo berimbas terhadap pekerjaannya.


Bagaimana pun juga kakak dari Kenzo adalah bosnya sendiri.


"Ken, menyingkir lah! Bahuku pegal tahu," Kayla mendorong kepala Kenzo dengan jari telunjuknya sembari menggoyangkan bahu.


Seakan tidak perduli dengan tatapan orang lain serta rengekan dan amarah Kayla, Kenzo tetap setia bersandar di bahu gadis itu. "Gue lagi enak, jangan diganggu!" ucapnya sembari memejamkan mata. Bibirnya tersenyum karena ternyata Kayla sudah menyerah dengannya.


Kayla mendengus kesal sebab pemuda itu tidak mau menyingkir dari bahunya. "Huh, menyebalkan!" desisnya.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2