Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 52~Pertemuan


__ADS_3

Sepulang sekolah, Kayla bergegas mengganti seragam dengan pakaian sehari-hari serta jaket robek yang biasa dipakai untuk bekerja.


Ya, pekerjaan Kayla sepulang sekolah ialah menjadi tukang ojek.


Banyak yang mencibir pekerjaan Kayla sebagai tukang ojek, tapi gadis itu tak pernah malu ataupun mengeluh.


Semenjak kedua orang tuanya meninggal dan dirinya diasuh oleh seorang paman, Kayla terbiasa hidup sederhana serta prihatin.


Ketika semua teman-teman sebayanya hanya mengandalkan uang dari orang tua untuk jalan-jalan atau shoping, gadis itu malah mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup.


Seorang ibu muda terlihat menghampiri Kayla yang tengah menunduk di atas stang motor. "Mbak, tolong antarkan saya ke jalan Haji Jamidi!" pintanya setelah menepuk bahu Kayla.


Kayla terhenyak dengan wajah mendongak. "Oh, baik Bu! Silahkan pakai helmnya," sahutnya seraya menyerahkan helm kepada penumpang yang langsung diterimanya.


Perjalanan menuju alamat yang diminta si penumpang itu lumayan cukup jauh karena melewati gang perumahan blok C.


Kayla fokus menatap jalanan dan membawa penumpang dengan hati-hati. Setelah sampai di tujuan, penumpang tersebut pun menghentikan laju kendaraan tersebut. "Berhenti di sini, Mbak!" pinta penumpang tersebut sembari menepuk pundak Kayla pelan. "Ini ongkosnya!" Ibu itu menyerahkan lembaran warna merah sebagai ongkosnya.


"Belum ada kembaliannya, Bu! Saya baru narik sekarang," Kayla mengembalikan uangnya lagi kepada si ibu. "Uang pas aja kalo ada, Bu!" pintanya.


Ibu itu membuka dompetnya kembali untuk mencari uang pas. "Nggak ada recehan, Mbak!" ujarnya seraya menatap Kayla bingung.


"Ya udah kalo nggak ada. Enggak apa-apa, Bu! Saya ikhlas," Kayla tersenyum sembari mengangguk sebelum berpamitan. "Permisi!"


Melihat ketulusan Kayla, ibu penumpang tersebut menghentikan gadis tukang ojek dengan menarik tangannya sebelum berlalu. "Mbak, ambilah uangnya." ucapnya seraya memasukan uang tersebut ke dalam kantong jaket Kayla. Melihat gadis tukang ojek akan menolak, ibu tersebut segera menekan tangan Kayla agar tidak mengembalikan uangnya. "Nggak apa-apa, kembaliannya buat kamu aja. Ibu tahu pasti kamu anak sekolahan," Kayla mengangguk. "SMA atau kuliah?" bertanya lagi.


"SMA kelas dua belas, Bu!" jawab Kayla sopan.


"Masya Allah, bentar lagi lulus dong! Lanjut kuliah ke Universitas mana?"

__ADS_1


Kayla menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Belum tahu, Bu. Kalau ada rejekinya ya lanjut, kalau gak ada paling nyari kerja aja!" sahutnya.


Ibu penumpang itu terlihat mengangguk, "Orang Tua kamu pasti usahain untuk anaknya lanjut. Apalagi, Mbak rajin seperti ini. Walaupun masih sekolah, tapi udah mau bekerja!" tutur si ibu.


Gadis itu terlihat menundukkan kepala dengan raut wajah yang sedih. "Saya yatim piatu, Bu." Kayla tampak tersenyum walaupun rasa sesak di dada menghimpitnya hingga membuatnya ingin menangis.


Melihat ekspresi tukang ojeg cantik itu, si ibu menjadi tidak enak hati. "Aduh, maafin Ibu ya, Neng! Ibu kira ..."


Kayla menggelengkan kepala sembari melambaikan tangan. "Nggak apa-apa, Bu!" gadis itu tersenyum manis. "Ya udah Bu, saya pamit mau nyari penumpang lagi. Permisi!" pamitnya sembari mengangguk sopan.


"Iya, Neng. Semoga hari ini dapet rejeki yang banyak ya, Neng!" si ibu itu memberi semangat dengan tangan terkepal di atas.


Kayla langsung melajukan motornya kembali di jalanan beraspal. Ia memutar jalanan ke arah blok B, berharap ada penumpang lagi untuk diantarkan.


Saat berada di tikungan, Kayla tidak melihat ada seseorang yang sedang berdiri karena posisinya terhalang tiang listrik.


Orang itu tiba-tiba menyebrang dengan terburu-buru. "Awas ...!" teriak Kayla sambil membunyikan klakson. "Tiiiiiiiiiiidd ...!"


"Ehh ... eeeeeehhhhh!"


Brak ... blugh


Kayla mendesis pelan merasakan sakit di tangan dan juga kakinya. "Aduh!"


Orang yang menyebrang tadi langsung menghampiri Kayla dan membantunya berdiri dengan mengulurkan tangan ke arahnya, berharap mendapat sambutan.


"Kamu gak apa-apa?" suara lembut orang itu membuat Kayla mendongakkan wajah menatapnya.


Saat wajah Kayla menatap sempurna orang tersebut, seketika matanya tak berkedip. Wajah cantik dengan rambut yang sedikit berantakan karena tertiup angin membuat Kayla terpana.

__ADS_1


Sungguh, Kayla sangat mengagumi sosok cantik di hadapannya itu. Apalagi, ketika wanita tersebut berbicara dengan sangat ramah dan sopan hingga membuat Kayla diam membisu.


"Kamu gak apa-apa?" Kayla tidak menjawab pertanyaan wanita cantik itu karena saat ini dirinya hanya diam menatap kagum pada wanita cantik ini. "Aku tahu kalau aku ini cantik, jadi jawablah pertanyaanku sekarang dan jangan bikin aku takut dengan berpikir kalau kamu menjadi hilang ingatan!"


Perkataan wanita tersebut seketika membuat Kayla sadar kembali dan langsung menerima uluran tangannya. "Terima kasih!" ucapnya sopan.


Wanita cantik tersebut tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa, Dek! Maaf karena membuatmu terjatuh begitu saja," cetusnya sembari tersenyum ramah.


Kayla menggerutu dalam hati sebab rasa sait yang dirasakan ternyata membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. Lututnya terluka akibat goresan jalan beraspal itu sampai celana jeansnya robek. "Akh, sakit banget!" tangannya menyentuh bagian lutut dan terkejut saat melihat darah. "Ya ampun, berdarah. Pantesan sakit," cicitnya sembari menunduk.


"Dek, aku bantu ya." lagi-lagi wanita tersebut menawarkan bantuan namun Kayla menggelengkan kepala cepat, seperti enggan jika terus berhubungan dengan wanita tersebut.


Kayla menggelengkan kepala. "Enggak usah, Kak! Aku bisa sendiri, kok!" tolaknya secara halus. Wanita tersebut terus memaksa ingin membantu Kayla, namun gadis itu terus menolak dan mengatakan jika dirinya bisa melakukan sendirian.


Karena Kayla terus menolak dan mengabaikannya, tanpa berkata lagi wanita itu langsung menarik tangan Kayla menuju motornya lalu mendudukkan gadis itu di jok belakang. Setelah itu, si wanita segera menyalakan mesin motor matic tersebut dan menjalankannya di jalan beraspal.


Sontak saja Kayla berteriak dengan keras. "Hei, kamu pencuri ya!" si wanita cantik itu tidak menjawab apapun, hanya diam lalu memutar gas lebih kencang. "Whooaaa ... apa-apaan sih ini? Cepat turunkan aku!" teriak Kayla sebab laju motor itu kini bertambah dua kali lipat lebih cepat.


Wanita tersebut tidak memperdulikan teriakan keras Kayla yang membuat telinga berdengung.


Kayla terus meronta berusaha menghentikan laju motor tersebut, namun tidak lama kemudian motor itu berhenti sendiri sebab di jalan yang akan mereka lalu terhalang tenda orang yang menggelar acara hajatan.


Merasa ada kesempatan, Kayla berinisiatif mengundang perhatian dengan berteriak meminta tolong warga sekitar. Tapi ternyata, wanita cantik itu lebih pintar dari dugaannya. Dia membuat Kayla berteriak kesakitan dengan cara menekan luka yang didapatnya tadi.


Mereka pun memberikan jalan kepada si pengendara yang tengah dalam keadaan darurat karena mengantarkan korban kecelakaan, pikir mereka.


Seringai penuh kemenangan terukir di bibir wanita cantik tersebut. "Gimana? Bukankah aku lebih pandai dari tupai, Dek!" ejeknya kemudian.


"Cih," Kayla hanya bisa berdecih sebal karena wanita itu ternyata memang benar-benar cerdik.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2