Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 58~Siapa cepat dia dapat


__ADS_3

Mereka duduk sambil bercanda ria. Hanya Bang Jono yang diam dan terlihat sebal melihat ke akuran teman-temannya bersama Kayla.


Ketika sedang asyik tertawa sembari saling meledek, datang dua orang penumpang menghampiri.


"Bang, ojek!" mereka langsung berdiri menyambut.


"Ayo, Pak, Bu!" Bang Jono mempersilahkan penumpang tersebut naik dan tidak lupa memberikan helm untuk dikenakannya. "Ayo, Jang!" pria itu mengajak serta Mang Ujang untuk narik penumpang.


Mang Ujang melirik teman-temannya yang mengangguk sambil mengacungkan jempol ke arahnya. Keduanya pergi mengantar penumpang sesuai tujuan mereka


Belum lama mereka pergi, datang lagi satu orang penumpang dan Bang Romi mengantarnya.


Tinggallah Kayla dan Mas Anto di pangkalan. Cukup lama keduanya menunggu penumpang, sampai Bang Jono kembali lagi ke pangkalan disusul Mang Ujang mengekor di belakang.


Tak lama setelah mereka duduk, datang kembali dua orang dengan barang-barang di tangannya.


"Ojek!" mereka langsung menoleh.


"Ayo, Kang!" ajak Mas Anto mempersilahkan penumpang seraya memberikan helm kepadanya. "Tarik, Neng!" senyum Kayla melengkung saat Mas Anto mengajaknya.


Tapi tanpa diduga, Bang Jono malah nyerobot mengambil barang bawaan orang itu dan menyuruhnya naik motor dia. "Ayo Kang!" Dia mendahului Kayla tanpa rasa malu.


Mang Ujang dan Bang Romi pun sontak menegurnya. "Jon, elu apa-apaan sih! Elu kan barusan habis narik, gantian dong. Neng Kayla belum dapet penumpang satu pun," ujar keduanya sembari menepuk jok motor Jono.


"Siapa cepat dia dapat," sahut Jono tanpa menoleh ke arah mereka. "Ayo, Kang!" ia pun mengajak sang penumpang yang terlihat kebingungan. Si penumpang pun langsung naik motor Jono karena sedang buru-buru dan barangnya pun diambil alih oleh tukang ojek tersebut.


Melihat Jono yang tidak mau mengalah dan Kayla yang terdiam, Anto pun berinisiatif memberikan penumpang untuk dibawa Kayla. "Ya udah, Neng Kay narik yang ini aja. Saya nunggu lagi yang lain deh!" ucapnya mengalah.


Kayla melambaikan tangan sambil menggelengkan kepala. "Enggak usah, Mas Anto! Biarin Kay aja yang nunggu. Kay nggak ada yang nungguin di rumah, sedangkan Mas Anto ada istri dan anak yang butuh biaya sehari-hari. Jadi, Mas Anto aja yang narik!" tolak Kayla denan senyum mengembang.

__ADS_1


"Tapi ..."


"Mau narik gak sih, Bang! Kalau enggak, saya sama yang lain aja deh!" Penumpang terlihat kesal karena kelamaan nunggu.


Kayla segera memangkas sebelum Anto kembali berucap. "Narik kok, Mas. Silahkan pake helmnya!" Kayla segera menyerahkan helm sambil menepuk bahu Mas Anto. "Semangat!" ucapnya dengan tersenyum.


Mas Anto terpaksa menarik penumpang karena Kayla mengalah untuk menunggu calon penumpangnya lagi. Padahal, dia ingin gadis itu mendapatkan bagian walaupun dirinya belum menarik penumpang satupun.


Dengan hati-hati, Mas Anto membawa penumpang dan barang-barangnya yang memenuhi bagian depan motor. Ia tidak mau terjadi sesuatu kepada penumpang ataupun merusak barang bawaan mereka.


Waktu menunjukan pukul lima belas lewat dua puluh menit. Perut Kayla terasa melilit, namun ia belum dapat satu penumpang pun karena setiap penumpang diserobot oleh Bang Jono saat tiga teman yang lain tidak ada di pangkalan karena sedang mengantar.


Bang Romi belum kembali dari mengantar penumpang sebab dia mendapat penumpang lagi di jalan, begitupun Mas Anto. Sedangkan Mang Ujang pulang ke rumahnya untuk mengantar istrinya yang akan pergi ke pasar.


Tinggal Kayla sendirian terduduk di bangku pangkalan, tanpa ada tanda-tanda penumpang.


"Mbak, ojek!" Kayla yang sedang melamun tidak mendengar ucapan orang di sampingnya. "Mbak ... narik gak, sih!" kata orang tersebut sedikit keras membuat Kayla tersentak.


"Hah ... oh ... eh ... iya Mas.!" Kayla langsung berdiri dan bersiap untuk menyalakan motornya.


Namun tiba-tiba, Jono datang bersiap ingin menyerobot kembali calon penumpang Kayla. "Ayo, Mas!" Bang Jono sudah bersiap di samping Kayla dengan menyerahkan helm ke arah penumpang tersebut.


Pria itu menatap datar Jono, lalu melirik Kayla yang terlihat pasrah tanpa membantah Jono. "Saya sudah minta si Mbaknya," tolaknya cepat tanpa menoleh ke arah Jono lagi.


"Sama saya lebih cepat, Mas!" Jono memaksa sembari melirik sekilas ke arah Kayla dengan tajam.


Tanpa berkata lagi, pria itu langsung naik motor Jono dan meninggalkan Kayla yang sedang melongo dibuatnya.


Sepeninggalan Jono, Kayla mendesah panjang menatap lesu sampai mereka hilang dari pandangan. "Astaga! Apa salahku? Kenapa Bang Jono terlihat benci banget sama aku?" keluhnya kemudian.

__ADS_1


Kayla tampak sedih dengan menundukkan kepalanya, seraya menutupi wajah menggunakan telapak tangan. Dia tidak tahu apa kesalahan yang diperbuat kepada Bang Jono hingga pria itu membencinya.


Entah apa yang harus dilakukan Kayla untuk membuat Jono bisa bersikap seperti yang lain kepadanya. Jono cenderung kasar dan ketus dibanding yang lainnya hingga Kayla selalu merasa tidak enak jika bersama dengan pria tersebut.


Dari kejauhan tampak seseorang memperhatikannya. Orang itu mulai melangkah menghampiri Kayla yang sedang termenung sedih di pangkalan ojek. Tangannya terulur seakan ingin menyentuh pundak Kayla namun hanya menggantung di udara. "Mbak, bisa antarkan saya!" pinta orang tersebut yang ternyata seorang pria.


Kayla mendongak perlahan menatap pria tampan yang memakai pakaian rapi serta jas hitam lengkap dengan sepatu senada, sedang berdiri menatapnya. "Bisa?" tanya pria itu kepada Kayla yang terdiam karena melamun.


"Hah?"


Pria itu mendengus kesal sebab Kayla tidak cepat merespon. "Tolong ... antarkan ... saya!" ucapnya sengaja diperlambat.


"Oh ... baiklah!" Kayla segera beranjak dari duduknya, lalu memakai helm dan menyerahkan helm satunya kepada pria tampan itu.


"Ayo, Mas!" bukan Kayla yang berbicara, melainkan Bang Jon yang mengajak penumpang untuk naik motornya. Ternyata Jono sudah berada di sana setelah mengantarkan penumpangnya tadi ke tempat tujuan.


Pria itu menatap dingin sebelum duduk di atas motor Kayla.


"Mas, saya lebih cepat sampai lho!" bujuknya kepada si pria tampan itu hingga Kayla hanya bisa menunduk.


Pria tampan itu melirik sekilas ke arah Jono, sebelum menepuk bahu Kayla. "Saya tidak suka yang terlalu cepat. Saya hanya ingin yang berhati-hati walaupun pelan tapi selamat sampai tujuan!" tolaknya dengan nada dingin. "Jalan!" lanjutnya kemudian menyuruh Kayla segera melajukan motornya.


"Ah, iya!" Kayla mengangguk sambil melirik Bang Jono yang terus memperhatikannya dengan kesal, seakan tidak rela jika Kayla mendapat penumpang apalagi penumpang tersebut terlihat seperti orang kaya.


Sebelum motor Kayla melaju, pria dingin itu berkata kepada Jono. "Siapa cepat dia dapat," selorohnya membuat Jono tersentak.


Motor Kayla melaju perlahan meninggalkan pangkalan dan Bang Jono yang menggerutu dalam hati. "Sialan. Coba kalau tadi gue datang lebih dulu, mungkin tuh orang kaya naik motor gue dan gak bakal naik motor si Kayla!"


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2