
Kayla menggenggam tangan yang menyentuh wajahnya itu. Walaupun dengan terisak, ia tetap berkata. "Markoho, kamu jangan bikin aku takut!" Kenzo hanya menatap Kayla dengan tatapan datar sebelum mendengar ucapan Kayla selanjutnya. "Aku takut kamu kenapa-napa," sambung Kayla.
Mendengar ucapan gadis itu, seketika Kenzo tersenyum lebar walaupun masih lemah dan tidak berdaya. Pemuda itu lantas menggelengkan kepala sembari berkata, "Gue baik-baik aja kok! Gosah khawatir ya," ucapnya menenangkan walaupun lirih terdengar. "Lagipula, untuk apa elu khawatir tentang gue? Gue bukan siapa-siapa elu dan gue hanya anak tengil yang suka gangguin hidup lu," lanjutnya kemudian.
Seketika Kayla terdiam sejenak namun tangannya masih menggenggam tangan Kenzo yang dingin sebelum berseru menyebut namanya. "Ken!" wajahnya menunduk tidak berani menatap pemuda di hadapannya.
"Mulai sekarang, lu akan bebas dari gangguan gue karena gue akan menjauh dari hidup lu untuk selamanya!" tutur Kenzo lirih.
Kayla semakin menundukkan wajahnya sembari menyebut nama pemuda itu. "Ken!"
"Kay, gue seneng bisa kenal sama lu. Terima kasih untuk semuanya," ucap Kenzo semakin lirih.
Wajah Kayla mendongak sembari berteriak. "Stop, Ken! Apa kamu nggak lelah ngomong terus? Apa kamu nggak ingin mendengar ucapan dariku?" sentak Kayla.
Devian dan Bagas melongo sebelum melerai. "Hush. Kok elu bentak dia sih, Kay! Dia lagi sakit, dodol!" Bagas menepuk bahu Kayla pelan.
"Iya, Kay. Elu gimana sih!" timpal Devian.
Kayla mendelik sebal sembari mendengus kesal. "Bodo amat! Dia mau aku bentak sampai pingsan," ketusnya sebelum melanjutkan ucapan lagi. "Tapi sebelum dia pingsan, dia harus denger semua yang mau aku omongin!"
Kenzo tersenyum miris. "Ngomong aja, Onah. Gue siap denger, kok!"
Gadis itu menghirup oksigen lebih banyak sebelum bicara. "Aku benci kamu karena kamu itu menyebalkan,"
Kenzo tersenyum kecut sambil berkata, "iya, gue tahu!" ucapnya datar.
"Kamu selalu gangguin aku dengan segala kejahilanmu!"
"Iya, gue tahu!" sahutnya lagi.
"Kamu selalu bikin aku menderita dengan tingkahmu!"
__ADS_1
Pemuda itu semakin menunduk sembari tersenyum kecut. "Iya, gue tahu!" sahutnya terus-menerus.
Sejenak Kayla menatap wajah tampan yang semakin menunduk di hadapannya itu sebelum melanjutkan ucapannya. "Tapi, aku mohon jangan berhenti menggangguku karena aku ... mencintaimu!" tutur Kayla setelah menjeda ucapannya.
Lagi-lagi Kenzo hanya tersenyum miris sembari menjawab, "Iya, gue ta ... apa?" Kenzo terbangun setelah mendengar ungkapan isi hati Kayla. Pemuda tampan itu sangat syok sampai jantungnya sempat berhenti berdetak sejenak. "Katakan sekali lagi!" pinta Kenzo
Wajah Kayla memerah menaham malu karena bukan cuma Kenzo yang terlihat syok, tapi kedua temannya juga. Devian dan Bagas. Entah apa yang harus dikatakannya setelah melihat tatapan memohon dari ketiga pemuda itu membuatnya gugup seketika. "Aaa-akuuuu ... benci kamu!" Kayla berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar.
Devian dan Bagas tersenyum sambil menepuk bahu Kenzo. "Weheheee ... selamat Bro, elu menang!" desis keduanya.
Kenzo tersenyum lebar masih tidak percaya. "Elu berdua denger kan tadi apa yang dia omongin?" keduanya mengangguk. "Ini bukan mimpi, kan?" tanya Kenzo lagi sebelum berteriak karena Bagas mencubit pipinya. "Awww, sakit be*o!" semburnya.
Kayla kembali masuk karena mendengar teriakan Kenzo. "Kenapa? Ada apa?" wajahnya terlihat cemas.
Ketiga pemuda itu langsung menoleh. "Engga kok, Kay. Ini ...!" Kenzo langsung memotong ucapan Devian. "Aaaa-aww, dada gue sakit banget!" keluhnya sembari memegangi dada dengan ekspresi kesakitan.
Melihat hal itu lantas membuat Kayla semakin cemas lalu duduk di samping Kenzo dengan tangan meraba dada pemuda itu. "Mana yang sakit?"
Kenzo menarik tangan Kayla dan mendaratkan di dada kirinya. "Sakit banget, Kay. Coba lu rasain detak jantungnya! Nah, kenceng banget 'kan!" ekspresi wajah pemuda itu sangat meyakinkan.
"Jangan!" teriaknya bersamaan.
Kayla duduk kembali di tempatnya tidak mengerti. "Ada apa?"
Lenguhan terdengar dari ketiganya. "Huuuh!"
"Dia gak butuh dokter saat ini!" Gadis itu semakin tidak mengerti. Bagaimana bisa orang sakit tidak membutuhkan seorang dokter? Apalagi, penyakitnya dirasa cukup parah.
"Kenapa?" tanya Kayla penasaran sebelum wajahnya bersemu merah.
"Karena yang dia butuh cuma ... elu!" ungkap Devian sembari menyikut lengan Bagas yang langsung mengangguk.
__ADS_1
"Jangan bercanda deh!" gadis itu tersipu sembari memalingkan wajahnya membuat ketiga pemuda itu terkekeh melihat ekspresi malu-malu yang diperlihatkan Kayla. Tampak jelas jika dia tersipu mendengar bahwa Kenzo lebih membutuhkannya dari pada dokter.
Gadis itu duduk diam dengan suasana canggung. Sementara kedua teman Kenzo hanya bertos ria ala mereka dan si pemeran utama pria tersenyum ditutupi telapak tangannya.
Setelah beberapa menit dengan keheningan, Kenzo melirik tak suka ke arah Bagas dan Devian. Dia berbicara lewat tatapan mata untuk menyuruh keduanya segera pergi.
Mereka mengangguk karena mengerti. "Hawa disini dingin ya, Gas. Cari yang anget-anget, yuk!" ajak Devian dengan menarik tangan Bagas yang langsung mengiyakan.
Melihat keduanya akan pergi, lantas Kayla berteriak memanggil. "Hei, kalian mau kemana?" namun keduanya mengabaikan Kayla.
"Biarin mereka pergi, Onah. Kalo mereka di sini terus kasihan, jadi obat nyamuk!" kata Kenzo menggoda.
"Obat nyamuk?" tanya Kayla tak paham sembari mengerutkan keningnya.
"Iya, obat nyamuk! Yang suka ganggu orang berduaan!" Kenzo terus menggoda. Namun Kayla tetap tidak mengerti apa yang dimaksud dengan obat nyamuk menurut Kenzo. "Ah, sudahlah. Intinya mereka itu obat nyamuk, titik gak pake koma apalagi tanda tanya!" seru Kenzo kesal karena Kayla tetap tidak memahaminya.
"Hemh, terserah kamu lah Ken!" putus Kayla mengalah.
Kenzo dan Kayla duduk berdua di sofa ruang tamu. Sedangkan Devian dan Bagas entah pergi ke mana. Mereka meninggalkan dua sejoli yang sedang dilanda kasmaran.
Kayla tampak malu karena telah menyatakan cintanya kepada Kenzo hingga suasana menjadi canggung untuknya, namun tidak bagi Kenzo. Pemuda itu tampak senang dan lebih bersemangat. Tidak seperti sebelum kedatangan Kayla dan kedua temannya yang terlihat lesu dan frustasi.
Kenzo menggeser bokong lebih mendekat ke tempat duduk Kayla hingga gadis itu terkejut karena Kenzo kini tepat di sampingnya. Sontak saja ia menggeser bokong menjauhi Kenzo hingga membuat pemuda tersebut kesal. "Onah, kita kan sekarang udah jadian. Kenapa duduknya jauhan gini sih?" keluhnya memberengut.
"Jadian? Kapan? Kamu kan belum menyatakan cinta secara resmi!" ucap Kayla keceplosan.
Wajah sumringah Kenzo kembali terpancar. "Oke!" Ia langsung menunduk di bawah menghadap Kayla yang duduk di sofa sambil menggenggam tangannya secara lembut.
Kenzo pun mengungkapkan kata demi kata yang sudah dirancangnya jauh-jauh hari untuk diungkapkan kepada gadis pujaan hatinya tersebut. Walaupun bukan pertama kalinya ia menyatakan cinta terhadap seorang gadis, tapi bagi Kenzo sangat susah untuk menyatakan cinta terhadap Kayla sebab gadis itu berbeda dengan gadis lain menurutnya.
"Gue serius sayang dan cinta sama elu walaupun terkadang gue kesel sama sikap judes lu," ungkapnya diakhir pernyataan.
__ADS_1
Kayla melengos sebal namun tetap tersenyum. "Cih, menyebalkan!"
...Bersambung ......