
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam dan ini waktunya untuk makan malam. Namun, Kayla tidak bisa pergi karena terus menjaga Kenzo yang sedang sakit tiba-tiba.
Sebenarnya pemuda itu hanya berpura-pura pingsan dan lemah di hadapan Kayla demi bisa berduaan dan tinggal lebih lama di tempat ini. Tapi, demi menjaga kepercayaan Kayla, Kenzo pun meminum obat yang diberikan gadis itu yang ternyata mempunyai efek samping menyebabkan kantuk. Akhirnya, Kenzo pun pingsan setelah meminum obat tersebut.
Kayla sampai meminta izin cuti hari ini untuk tidak berangkat kerja karena harus menjaga Kenzo yang sedang sakit menurutnya.
Mata Kenzo mengerjap menelisik setiap penjuru ruangan dan mencari keberadaan si pemilik kamar. Dia ingat betul siapa pemilik kamar sempit yang terdapat segala macam perabot menjadi satu di ruangan tersebut.
Pemuda yang katanya mirip Oppa korea itu pun tertidur di kamar Kayla dengan nyenyak saking kelelahannya. Seharian tak istirahat membuat Kenzo merasa lelah dan lemah. Walaupun tidur di kasur busa yang sangat tipis hingga tubuhnya terasa pegal, namun kenyataannya dia sangat pulas.
Netra elang itu menyapu seluruh ruangan. "Ke mana tuh si bodoh? Perut gue keroncongan, tapi dia gak perduli sama sekali." gerutunya kesal seraya bangkit. "Ish, badan gue pegel semua. Apa dia biasa tidur cuma pake kasur tipis gini? Bahkan AC pun nggak ada,"
Terdengar dari luar, suara langkah kaki mendekat lalu terbuka lah pintu menampakkan sosok yang sedang dicarinya. Dengan cepat Kenzo menutup matanya kembali agar gadis itu percaya jika dirinya masih tak sadarkan diri.
Terlihat, tangan kiri Kayla menenteng sebuah kantong kresek yang berisikan sesuatu. Gadis itu melirik Kenzo sekilas yang buru-buru menutup kembali matanya dan berpura-pura tertidur supaya tidak di suruh pulang. Kayla tahu jika pemuda yang sedari tadi tidur di kamarnya itu sudah bangun.
Kayla duduk di depan kompor gas kecil yang dia belinya saat baru pindah kemari untuk digunakan sebagai alat memasak.
Panci berisikan air ditaruhnya di atas kompor yang langsung dinyalakan apinya agar air itu mendidih. Setelah mendidih, sebuah bungkusan dari dalam kantong kresek tadi ia keluarkan yang kemudian dimasukan ke dalam air yang sudah mendidih tadi sampai matang. Tak lupa beberapa cabe rawit dimasukkan sebagai pelengkap.
Kenzo terus memperhatikan Kayla yang sedang memasak sesuatu. Tiba-tiba saja cacing di perutnya Kenzo mendadak konser.
Krucuk ... keeeookkk
Tangan Kenzo langsung memegangi perutnya yang sudah terdengar konser para cacing, sedangkan Kayla hanya fokus kepada masakannya yang sudah matang dan siap disantap.
__ADS_1
Tanpa menoleh Kayla berkata, "Kalo kamu laper, pulang sana! Di sini gak ada makanan enak buat kamu. Aku gak bisa ngasih kamu makan. Buat diri sendiri aja masih kerepotan, apalagi buat kamu!" Kenzo tetap diam tak bergerak sambil memegang perutnya. "Nggak usah berpura-pura lagi! Aku tahu kalau kamu udah bangun dari tadi. Sana pulang!" usir Kayla.
Bukannya marah, Kenzo malah berdiri kemudian duduk di samping Kayla. "Wanginya bikin gue laper. Bagi dong dikit!" pintanya dengan wajah memelas.
Mata Kayla menyipit mendengar rengekan Kenzo. "Ini makanan punyaku. Kamu bisa membeli yang enak,"
Namun, bukan Kenzo namanya jika dia tak bisa merebut perhatian si Markonah nya itu. "Gue keburu pingsan kalau beli dulu," desisnya seraya merebut mangkuk yang berisi mie instan dari tangan Kayla. Dengan cepat Kenzo memakan mie yang masih panas itu sambil sesekali meniupnya. Mulutnya mengembung karena makanan yang penuh. "Enak!" cetusnya kemudian.
Gadis itu hanya menatap makanannya yang disantap langsung Kenzo dengan hanya bisa menggigiti garpu tanpa bisa mencicipinya.
Semangkuk sudah habis tanpa sisa, meninggalkan mangkuk yang bersih tinggal biji cabe rawit saja.
"Kenapa elu nyembuyiin makan seenak ini dari gue?" Kayla menatap tak percaya.
Bibir Kayla berdecih kesal. "Hei, itu hanya mie instan! Di warung, di toko banyak yang jualan. Kamu tinggal beli saja," celotehnya penuh emosi.
Dasar menyebalkan!
"Kamu itu orang kaya, mana pernah makan makanan orang miskin macem aku. Yang ada kamu bakal diare kalau makan yang beginian," celetuk Kayla sebel karena Kenzo minta lagi.
"Masa sih cuma orang kaya yang gak pernah makan mie instan? Tuh di iklan banyak artis yang promosi ini. Tapi, memang di rumah gue kagak pernah nyediain makan kek gini sih. Gue kira gak enak, nyatanya enak banget." celotehnya seraya mendorong bahu Kayla pelan. "Udah buruan, masakin lagi buat gue!" pinta Kendra sambil mengetuk mangkuk menggunakan sendok layaknya anak kecil. "Lagi ... lagi ... lagi ...!"
Kayla sangat kesal melihat kelakuan manja Kenzo, ditambah makanan untuk dirinya dimakan habis oleh pemuda itu. Niat hati ingin irit malah kejepit karena kelakuan si Markoho jelek yang menyebalkan itu.
Dua bungkus mie instan dimasak lagi oleh Kayla diatas kompor yang langsung dinyalakan. Belum sempat Kayla menuangkan bumbu di mangkuk, Kenzo sudah mengambil panci kecil itu dan merebut bumbu yang sudah disobek Kayla untuk siap dituangkan.
__ADS_1
"Hei!" Kenzo tak perduli dengan teriakan Kayla.
Semua bumbu dimasukkan kedalam panci kecil yang langsung diaduknya rata dengan mie instan tersebut, kemudian ia santap dengan lahap.
Sedangkan Kayla hanya melongo menatap lapar saat Kenzo makan dengan lahap sambil menggigit sendok. "Mie instan ... makan malam aku. Huhu!"
Tiga bungkus sudah habis menyisakan bungkusan kosong yang berceceran di dekat kompor.
Kenzo mengelap bibirnya dengan jari, "Kenyangnya," desisnya dengan senyum mengembang. Segelas air mineral di samping Kayla pun langsung ditenggaknya hingga tandas.
"Enak?" Kenzo mengangguk. "Kenyang?" Pemuda itu pun mengangguk lagi dengan cepat. "Itu makan malamku, Markoho jelek!" seketika Kenzo langsung menutup kedua telinganya mendengar teriakan Kayla.
"Sorry!" hanya kata itu yang keluar dari mulut tak berdosanya.
Nafas Kayla memburu menahan kesal, sekaligus amarahnya. "Cih, meminta maaf aja gak bikin aku kenyang! Dasar Markoho jelek ... jerapah burik. Ih, kesel aku!" Kayla mengacak-acak rambutnya sendiri seperti orang gila.
Ingin sekali Kenzo tertawa terbahak melihat gadis di hadapannya yang sedang marah sambil mengacak rambutnya sendiri. Namun, ia memilih diam dan tertawa dalam hati.
Jika saja Kenzo dalam posisi berbeda, mungkin dia akan tertawa sambil guling-guling. "Terus, gue harus ngapain dong biar lu seneng?" tanya Kenzo kemudian. Pemuda itu memilih mengalah agar Kayla tidak semakin mengamuk lagi.
Kayla memutar bola matanya malas. "Kamu gak bisa balikin makan malam aku. Sebaiknya kamu pergi deh, biar aku bisa menenangkan hati!"
Pemuda itu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kata 'usir' yang terlontar itulah yang selalu dihindari Kenzo saat ini. Ia harus membujuk Kayla. "Mm, gimana kalau gue ganti mie instan lu pake makanan lain? Lu mau makan apa? Biar gue beliin sekarang juga," tawarnya kemudian, berharap Kayla luluh.
Mendengar kata makanan, senyum Kayla mengembang, tapi tetap menampilkan tatapan sinis ke arah Kenzo. "Umm ... apa ya!" Kayla berpikir sejenak sembari mengetuk dagunya. "Aku mau kwetiau goreng, bakso mercon, seblak kerupuk Mamang Rafael, lumpia basah, cilung, serabi manis, terus ... bla ... bla ... bla!" cerocosnya menyebutkan satu-persatu makanan yang ingin dimakan Kayla saat ini.
__ADS_1
Sementara Kenzo hanya melongo mendengarnya. "Itu semua bisa dimakan? Nama-namanya kok aneh!"
...Bersambung ......