
Setelah Kayla setuju untuk diajak pulang bersamanya, wajah pemuda tampan itu semakin bersinar. Kenzo yang sekarang seperti bukan Kenzo yang dulu, yang selalu bersikap sombong dan arogan.
Semenjak dekat dengan Kayla, kini ia lebih bersikap manusiawi dan tidak kejam seperti dulu lagi.
Kenzo memacu motor sportnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia tidak perduli Kayla akan mengomel karena laju motornya yang kencang hingga membuat gadis itu terus memeluknya. Ditambah lagi jalanan yang lenggang tak banyak kendaraan yang berlalu lalang sebab waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
Tapi, sepertinya ada yang salah hari ini. Kayla tidak seperti biasa yang selalu mengoceh jika diajak berkendara dengan sangat kencang olehnya. Gadis itu malah anteng memeluk tubuh Kenzo sambil melamun.
Kenzo melirik dari spion motornya. Terlihat Kayla yang tidak bergeming walaupun dirinya membawa motor dengan kecepatan penuh.
Ada apa dengan si gadis bodoh ini? Kenapa dia jadi banyak melamun dan juga terlihat cuek?
Kayla yang setia dengan lamunannya tiba-tiba mendongak menatap langit gara-gara rintik hujan yang perlahan mengguyur mereka.
"Eh, hujan Ken!" ujarnya menepuk bahu Kenzo.
"Biarin, air ini. Kalau paku, baru gue takut!" sahut Kenzo santai.
"Tapi aku takut sakit! Kalo sakit, aku nggak bisa masuk kerja dong, Ken!" teriak Kayla samar-samar.
Mendengar kata sakit, Kenzo langsung menghentikan motornya di pinggir jalan di bawah pohon rindang.
"Turun, lu!" Seru Kenzo
Kayla mengerutkan keningnya. "Kok berhenti sih, Ken?!"
"Katanya elu nggak mau sakit," sahutnya kesal.
__ADS_1
Kayla menggerutu sebal. "Tapi 'kan bisa cepetan pulangnya sebelum hujan semakin ... ah, makin gede kan!" Kayla cemberut karena hujan turun sangat deras. "Ih, salah kamu nih Ken. Aturan kita pulang, bukannya ... Hei, kita mau ke mana?" Dia baru tersadar kalau mereka melewati jalan yang bukan menuju jalan pulang.
"Ke mana aja dari tadi, Onah?" Kenzo mengetuk kening Kayla dengan telunjuk. "Mungkin kalo bukan karena hujan, walaupun gue nyulik elu, elu gak bakalan sadar ya." cibir Kenzo dengan seringai menyebalkan.
"Hish, menyebalkan!" desis Kayla sembari melipat kedua tangan di dadanya dengan memberengut kesal.
Melihat tingkah Kayla yang lucu menurutnya, Kenzo langsung menariknya ke bawah pohon rindang untuk berteduh.
"Udah lah, nggak usah ngambek! Entar gue beliin permen. Mau 'kan!" desis Kenzo sengaja terus menggoda.
Kayla memberengut sebal. "Berhenti menggoda aku, Markoho jelek!"
Mendengar makian Kayla, sontak membuat Kenzo sedikit marah. Didorongnya tubuh gadis itu hingga membentur batang pohon, kemudian ia mengurungnya dengan kedua tangan membuat Kayla semakin gelagapan.
"A-apa yang kamu lakukan, Ken?" Kayla menjadi gusar saat tubuh Kenzo terus maju memepet tubuhnya.
Kayla langsung melepaskan tangan dari dada Kenzo dan memalingkan wajah karena wajah pemuda tampan itu semakin mendekat. "Ken, jangan kek gini!" Kayla berusaha menghindar sembari berkata dengan wajah menyamping.
"Kenapa? Apa jika elu tatap mata gue secara langsung, elu bakal jatuh cinta sama gue?" bisik Kenzo di telinga Kayla membuat rona pipi gadis itu memerah seketika.
"Jangan mulai lagi deh, Ken!" Kayla semakin menundukkan wajahnya, tidak berani menatap wajah tampan Kenzo secara langsung, apalagi mengamatinya.
Melihat Kayla yang tidak mau mengangkat wajahnya, ide jahil pun muncul di pikiran Kenzo. Dia terus mendekat dan berbisik di telinga Kayla sampai wajah gadis itu pun sontak terangkat menatap balik. "Daleman lu seksi banget, warna maroon. Gue suka," seulas senyum terukir menggoda.
Betul apa yang diperkirakan Kenzo sebelumnya, secara langsung Kayla mengangkat wajahnya menatap dengan pipi merona karena malu. "Apa?" Ia menjatuhkan pandangan lagi ke bawah untuk melihat bajunya yang basah.
Ternyata, air hujan membuat bajunya menerawang menampakkan pemandangan indah untuk mata Kenzo. "Hei, mata kamu pecicilan!" telapak tangan Kayla berusaha menutupi wajah Kenzo agar pemuda itu tidak terus menatap bagian dadanya.
__ADS_1
Sedangkan Kenzo hanya tertawa terbahak melihat wajah gadis yang sedang bersamanya itu memerah bak kepiting rebus.. "Hahaha, marah-marah mulu sih! Gak sadar 'kan kalau bungkusan bakpao nya keliatan," ledek Kenzo masih terus tertawa.
Kayla mendengus kesal sembari memukul lengan Kenzo sebelum membalikkan tubuhnya. "Ish, sebel ... sebel ... sebel!" Ia bergegas berbalik membelakangi Kenzo.
Tingkah Kayla selalu membuat Kenzo tersenyum. Dia menggelengkan kepala sebelum berjongkok di depan Kayla.
Diraihnya kedua tangan Kayla setelah menarik kembali tubuh gadis itu yang berputar membelakangi dan langsung berjongkok di hadapannya membuat Kayla salah tingkah.
"Hei ... hei! Aaaa-ada apa ini?" refleks Kayla terkejut mendapati pemuda itu sedang berjongkok di hadapannya.
Wajah Kenzo terlihat serius. Pemuda itu ingin berucap, namun Kayla segera memangkas. "Gue ..."
"Tolong kamu berdiri dulu, Ken. Aku malu," desis Kayla seraya menarik tangan Kenzo agar pemuda itu segera berdiri lagi.
Dengan perlahan Kenzo berdiri namun masih dengan menggenggam tangan Kayla. Wajahnya tetap menampakkan ekspresi serius, tanpa ada seringai senyuman yang biasa diumbar. "Onah. Gue sebenarnya pengen ngomong ini sejak lama, tapi gue belum yakin dengan perasaan gue saat itu. Tapi setelah gue pergi keluar negri waktu itu, gue baru sadar kalau pikiran gue hanya terisi sama satu orang yaitu elu, Onah!" kata Kenzo dengan memegang kedua bahu Kayla.
Kenzo menatap serius wajah cantik di hadapannya tersebut hingga membuat Kayla semakin menunduk canggung. Pemuda itu melanjutkan ucapannya lagi. "Waktu pulang, gue dikasih tahu kalau elu datang buat nyariin gue. Dari situ gue semakin yakin, kalau elu pun mempunyai rasa yang sama terhadap gue!" cicitnya lagi.
Wajah Kayla berpaling karena malu. "Dih, ngasal banget sih." elaknya tak ingin menatap wajah tampan pemuda di hadapannya.
Kenzo tidak peduli dengan ocehan Kayla yang sok jaim kepadanya. "Kay. Jujur ... gue suka sama lu dan gue pengen lu jadi cewek gue." Kayla langsung mendongak menatap Kenzo setelah mendengar ucapannya barusan. "Apa elu mau jadi pacar gue?" lanjutnya kemudian.
Pernyataan Kenzo yang terbilang secara mendadak ini seolah menjadi beban di hatinya. Kayla hanya bisa diam mematung tanpa memberikan jawaban apapun membuat Kenzo kembali bertanya. "Gimana Onah? Elu mau 'kan jadi pacar gue?" tanya Kenzo lagi.
Kayla mendongak namun lidahnya terasa kelu setiap ingin mengeluarkan kata-katanya. Padahal, dia ingin sekali menjawab tapi rasa gugup terus menyelimuti. "Aaaaa-aku ...!" Kayla kebingungan untuk menjawab pernyataan cinta Kenzo tersebut.
...Bersambung ......
__ADS_1