Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
BAB 86 UCAPKAN SEKALI LAGI


__ADS_3

"I love You, Dara...i love You istriku." Bisiknya dalam hati.


"Aku rela, melakukan apapun untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu." Bathinnya.


Di antara Dua hati yang terpaut itu, melalui banyak luka, banyak kesedihan, banyak air mata. Windu telah membuat sang istri itu menangis meski kemudian bangkit dengan caranya. Dalam proses itu Mereka berdua tidak saling menyerah.


Tuhan menganugerahkan perasaan cinta meski berawal dari kisah rahasia tentang jantung kakak Dara yang kini berdetak untuknya, tentang janji bahwa dia akan menjaga Dara sampai akhir hidupnya.


Tapi Windu sekarang tak lagi semata ingin menjaga Dara karena janji, tapi benar-benar karena cinta.


***


Dara menatap sang suami yang tertidur lelap, menjelang pagi, setelah hampir berapa jam mereka berada di dapur.


Jemarinya meraba wajah sang suami dengan lembut.


Dulu, dia bermimpi melalukannya suatu hari, dan sekarang bahkan hampir di tiap malamnya dia menatap wajah tampan itu dan membelainya dengan bahagia.


"Kak Win...entah kamu mencintaiku dengan tulus ataukah karena kamu mencintaiku karena alasan yang lain, aku akan tetap menerimanya. Biarlah sang waktu yang akan membuktikannya." Air mata Dara menetes lewat sela matanya, di tangan kirinya, dia meremas selembar surat, yang ditulis oleh mama Windu.


Kesedihan menyeruak tidak hanya mendera hatinya tetapi sampai ke jantungnya sendiri.


Tangan kanannya meraba dada Windu, merasa degupan jantung laki-laki itu yang berdetak beraturan.


Dia coba merasakan, jantung Windu yang juga jantung kakaknya itu, kakak yang meninggal bahkan sebelum dirinya lahir ke dunia.


"Aku akan menjagamu..." Bisiknya lirih, teringat surat mama mertuanya yang mengatakan hanya Dara yang bisa menjaga Windu.


Sekarang dia sungguh mengerti, mengapa mamanya menginginkan dia tetap berada di samping Windu. Ini tidak hanya karena keegoisan sang mama, tapi karena dia tahu jantung yang memompa darah Windu adalah milik keluarga Dara.


Hanya Windulah yang kini memiliki hubungan sedemikian dekatnya dengan Dara dalam keadaannya yang yatim piatu.


"Uhm..." Windu melenguh pendek, menggeliat sejenak dalam tidurnya yang lelap.


"Aku telah memaafkanmu, Kak Win...jauh sebelum kamu meminta. Aku sudah melupakan semua kesakitan yang terjadi di awal pernikahan kita. Aku mengerti, semua tak semata karena salahmu." Dara menghapus air matanya.


Di ciumnya kening Windu dengan lembut.


"Aku...aku mencintaimu." Bisiknya pelan.


Tiba-tiba Windu membuka matanya, menarik tangan Dara yang berada di dadanya.

__ADS_1


"Ucapkan sekali lagi..." Pinta Windu, mata yang mengantuk itu perlahan terbuka lebar.


Dara menghapus air mata dari sudut matanya dengan tergesa, tak mau Windu melihatnya.


"Apa...?"


"Katakan sekali lagi apa yang ku dengar tadi."


"Yang mana?"


Windu menarik tubuh Dara hingga menempel di dada bidangnya yang hanya menggunakan kaos tipis.


"Aku tak pernah sekalipun mendengar kata itu, selama kita menikah." Pinta Windu dengan menuntut.


"Apa maksudmu?" Wajah Dara bersemburat jingga, dia tersipu seketika.


"Kamu tak pernah sekalipun mengatakan jika kamu mencintaiku?"


"Oh..." Dara menggigit bibirnya dengan raut malu.


"Haruskah?"


"Harus!"


"Aku..."


Mata Windu semakin membulat, menunggu dengan tak sabar.


"Aku...aku mencintaimu, kak Win..." Suara Dara gemetar.


"Aku juga mencintaimu..." Windu menciumi Dara dengan rasa haru, rasanya begitu lama dia mengharapkan kata-kata itu di ucapkan oleh istrinya ini.


Tangan Windu melingkar di leher Dara, dalam keadaan dirinya terlentang sementara Dara di atas tubuhnya di tarik oleh Windu.


"Stttt....jangan ribut..." telunjuk Dara menempel di bibir Windu.


"Aku mau mengatakan sesuatu padamu."


"Apa?" Windu mengernyit dahinya.


Tiba-tiba saja, Dara membalikkan tubuh Windu sehingga sekarang di posisi, dia berada di atas.

__ADS_1


"Selama aku hamil dan melahirkan nanti, kak Win harus jadi suami yang baik dan setia, jangan pernah melirik perempuan lain." Dara melotot padanya, sementara dia setengah duduk di atas perut suaminya.


"Kamu bicara apa, sih?" Windu mengerutkan alisnya.


"Aku mendengar kalau banyak suami selingkuh selama istrinya hamil."


"Ha..ha...kamu kebanyakan nonton film atau sinetron, sayang. Tidak semua suami selingkuh saat istri hamil." Windu tergelak melihat alis istrinya yang meninggi itu.


"Bukan cuma di sinetron, itu temanku kuliah dulu, dia hamil dan ditinggal suaminya pas melahirkan, kecantol sama perempuan yang lebih muda." Sahut Dara sambil cemberut.


"Tidak mungkinlah aku begitu, aku sudah bucin parah denganmu. Melihat tetangga lewat saja, yang ada dikepalaku cuma kamu." Goda Windu.


"Itu masalahnya, kalau ada perempuan lewat, kak Win lihat aku, bagaimana?" Dara merengut membuat Windu tak tahan untuk tak menarik tubuh istrinya hingga setengah tengkurap di atas badannya.


"Aku tak akan melihat oranglain seperti kamu, karena satu-satunya yang aku sukai hanya kamu." Windu mengerling nakal,


"Gombal!" Dara tersipu sambil mencubit lengan Windu.


"Sekarang berikan aku satu pertunjukan, sayang...biar aku melupakan apapun di dunia ini kecuali kamu."


Windu meletakkan tangannya di belakang kepalanya sebagai bantal, begitu pasrah.


"Pertunjukkan apa?" Dara berpura-pura tak mengerti.


"Tadi kamu bilang, mau menunjukkan aku sesuatu, badanku sudah kamu bolak balik seperti dadar telur begini, masa aku harus menunggu lagi?"


"Aku kan' cuma mau memperingati kak Win, jangan selingkuh selagi aku hamil."


"Berarti kalau sudah tidak hamil, boleh?"


"Bukan begitu!" Dara memukul bahu Windu dengan kesal, tetapi Windu menangkapnya, lalu menarik wajah di atasnya supaya menyatu dengan wajahnya, Ciuman Windu begitu panas dan tak sabar.


"Tunjukkan aku gairah ibu hamil..." Bisiknya parau di telinga Dara.



(Double UP deh hari ini, bayar lama gak UPšŸ˜…šŸ˜… Mulai bulan ini, Mak othor akan up lagi secara teratur, maaf lama absen ngurus Sarah dan Raka di sebelah🤣🤣)


...Terimakasih sudah membaca novel iniā¤ļø...


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...

__ADS_1


...I love you allā¤ļø...


__ADS_2