Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 43~Cemburu


__ADS_3

Motor sport merah Kenzo meninggalkan halaman kontrakan ibu Pariyem, meninggalkan mereka yang mungkin sedang mencibir gadis yang kini melingkarkan tangan di pinggangnya.


Kenzo tersenyum dibalik helm full face miliknya. Dia sangat puas karena ternyata si Markonah ini bisa diandalkan untuk mengusir para fans fanatiknya.


Tangan Kayla terlepas saat sudah jauh meninggalkan halaman kontrakan, namun Kenzo sengaja mempercepat laju motornya hingga Kayla harus memeluknya lagi.


Huh!


"Kebiasaan kamu, Ken!" teriakan Kayla hanya ditanggapi senyuman oleh si tampan yang katanya lebih tampan dari Opah korea, eh ... Oppa.


Setelah beberapa menit menelusuri jalanan malam ibukota, akhirnya motor sport itu pun berhenti tepat di depan sebuah kedai nasi goreng sesuai permintaan Kayla karena hanya pedagang tersebut yang masih buka di daerah itu.


Kenzo menoleh ke belakang. "Ayo turun!"


Dengan mengangguk saja, Kayla turun dari motor sport yang selalu mengharuskan dia memeluk si pemilik motor.


Huuh, menyebalkan!


"Silahkan duduk, Nona!" Kayla terhenyak dengan perlakuan manis dari Kenzo, bahkan pemuda itu menampilkan senyum terbaiknya.


Kayla mengernyitkan kening menatap heran ke arah pemuda yang selalu membuatnya naik darah. "Kamu kenapa sih, Ken?" tanya Kayla dengan wajah memerah.


"Kenapa? Aku nggak kenapa-kenapa," sahut Kenzo dengan nada sangat lembut.


Gadis itu mengerjapkan mata berulangkali, lalu memalingkan wajah serta berpikir keras dalam hati. "Nona ... aku ... Kenapa sih dia ini? Biasanya kan dia ...?" sebelum Kayla menuntaskan ucapan batinnya, Kenzo mengejutkan dirinya dengan mengusap rambut panjang Kayla.


"Kenapa melamun? Katanya mau makan," suaranya yang merdu bisa membuat hati siapapun meleleh.


Benar saja sesuai dugaan. Gadis itu menjatuhkan tangan yang menyangga dagunya karena syok. Kayla sampai batuk mendapat perlakuan manis pemuda itu. "Hemh. Ah, iya ... iya ... terserah!" putusnya kemudian.

__ADS_1


Bibir Kenzo terlihat melengkung. "Kenapa sayang? Apa kamu gak nyaman makan di sini? Sejujurnya sih aku juga enggak ...!"


Ya, Tuhan!


Kayla merasa geli dengan panggilan sayang dari pemuda di sampingnya ini lantas segera memangkas ucapannya. "Kita makan. Hahaha, ayo pesan!" pungkasnya sembari cengengesan. "Lama-lama bisa gila," desisnya kesal.


Berbeda dengan Kayla, gadis lain yang sedang makan bersama pacar mereka merasa iri dengan pasangan yang baru datang itu.


"Manisnya dia," pujian yang terdengar Kayla untuk Kenzo dari gadis lain.


"Udah ganteng, penyayang lagi." desis yang lain sembari menatapnya kagum.


"Huaaa, coba kalau pacarku macem dia!" celetuk gadis lain yang sedang memesan nasi goreng bersama temannya.


"Iihh, gemes banget deh ah!" yang lain menimpali. Tatapan kagum para gadis itu tertuju kepada si tampan yang menjadi idola para wanita saat ini.



Tinggalkan sejenak cerita tentang Markoho dan Markonah. Kita tengok dulu si tampan lain yang sedang dilanda kegalauan sebab gadis yang disukainya ternyata tengah bersama pemuda lain, lebih tepatnya sahabatnya sendiri.


Frans, pemuda baik dan suka menolong serta rajin menggombal sekarang-sekarang ini karena rasa sayangnya terhadap Kayla begitu besar. Dia tidak menyangka jika Kenzo akan datang lebih cepat dari perkiraannya sebelum dirinya bisa menaklukan hati Kayla.


Pemuda itu sangat senang saat tahu bahwa temannya pindah ke luar negri. Itu berarti saingan cintanya telah pergi dan tidak akan pernah kembali dalam waktu dekat. Namun ternyata, Kenzo datang tiba-tiba dengan wajah menyedihkan.


Awalnya Frans tidak ingin memberitahu tentang keberadaan Kayla. Tapi ternyata, hati tidak sejalan dengan perkataan. Frans pun memberitahukan keberadaan Kayla kepada Kenzo, bahkan menceritakan semua kejadian pahit yang dialami gadis itu tanpa terlewat satu pun sesuai informasi yang didapatnya.


Kenzo yang terlihat senang setelah mengetahui kabar berita tentang gadis jutek yang selalu membuatnya uring-uringan itu pun seketika menyentuh hatinya. Frans benar-benar terlihat merelakan Kayla untuk Kenzo, tapi hatinya tetap tidak bisa menerima.


Setelah kepergian Kenzo serta kedua temannya yang lain, Frans bergegas pergi ke suatu tempat yang sepi dan menenangkan hatinya. Sebuah bukit yang cukup jauh dari keramaian kota menjadi tempat untuk Frans melampiaskan segala emosi jika dirinya sedang mengalami masalah.

__ADS_1


"Aaaaaaarrrgghhhh!" teriak Frans frustasi. Sungguh dirinya sangat-sangat frustasi saat ini.


Pemuda itu menjatuhkan tubuhnya ke tanah begitu saja sembari mengusap wajahnya secara kasar. Rambut sebahu itu ia sugar lalu cengkram dengan kuat sambil memejamkan mata.


"Kenapa? Kenapa?" teriaknya lagi dengan sangat kencang layaknya orang gila. "Tuhan. Kenapa Engkau membiarkan hatiku luluh kepada satu gadis yang sama-sama disukai Kenzo? Dia tidak pantas mendapatkan gadis itu, dan hanya aku yang pantas." lirihnya kemudian.


Wajah Frans tertunduk lesu dengan kedua kaki yang selonjor di tanah, celana jeansnya bahkan sudah sangat kotor bercampur debu tanah.


Frans terdiam cukup lama di tempat itu hingga tak terasa waktu menunjukan pukul sembilan malam. Pemuda itu pulang setelah puas mengeluarkan semua keluh kesah serta emosi yang mencekik jiwanya.


Motor sport putih milik Frans tidak melaju menuju rumah kediamannya, melainkan ke tempat lain yang ternyata adalah kontrakan Kayla. Motor sport itu berhenti agak jauh dari kontrakan Kayla, lebih tepatnya di bawah pohon mangga di pinggir jalan.


Frans terus menatap ke atas balkon tempat dirinya dan Kayla duduk berdua sembari bercanda ria. Senyumnya melengkung begitu saja mengingat kejadian-kejadian lucu saat bersama gadis itu.


"Apa gue samperin aja ya. Keknya si tengil dah balik," gumamnya lirih. Tekadnya bulat setelah memastikan bahwa di sana tidak terlihat motor Kenzo.


Frans segera menyalakan mesin motor, berniat menghampiri kontrakan Kayla yang sudah tidak jauh dari posisinya saat ini. Tapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang dicarinya ternyata baru saja kembali bersama Kenzo.


Kayla dan Kenzo terlihat tertawa bersama. Mungkin ada lelucon Kenzo yang menarik perhatian hingga bahkan tawa Kayla.


Gadis itu benar-benar tertawa lepas ketika baru saja turun dari motor sport merah milik sahabatnya, hingga Frans pun memilih diam di tempat untuk mengagumi wajah Kayla yang terlihat sangat cantik ketika sedang tertawa seperti itu.


"Apa kamu sebahagia itu saat bersama Kenzo? Bukankah kalian sering bertengkar setiap kali bertemu?!" pertanyaan itu tak bisa tersampaikan sebab Frans hanya mengutarakannya sendiri, tidak bertanya kepada Kayla langsung.


Bukan hanya tertawa lepas, Kayla juga bahkan menarik tangan Kenzo untuk masuk ke dalam kontrakannya. Wajah ceria itu masih terlihat dari posisi Frans saat ini ketika keduanya sudah sampai di lantai dua, tepatnya balkon kamar kontrakan Kayla.


Tanpa menunggu hatinya lebih tersakiti lagi, Frans bergegas memacu kendaraannya menuju arah pulang. Saat ini dia benar-benar sedang dilanda cemburu tingkat Dewa.


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2