Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 130


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


Beberapa detik kemudian pintu kamar terbuka, Reyhan masuk dengan wajah serius. Dia berjalan perlahan mendekati Diana yang telah meringkuk di tempat tidur seperti bayi. "Diana," gumamnya pelan di leher Diana.


Membuat Diana yang memang belum tertidur sepenuhnya membuka mata. “Ya, Rey?”


“Aku ingin bicara denganmu.”


Diana mengerutkan kening. Seingatnya Reyhan belum pernah segelisah itu. Apa yang sedang Reyhan pikirkan? Diana terus bertanya dalam hati. Dengan hati-hati dia memutar tubuhnya menghadap Reyhan. Wajah Reyhan terlihat gusar, tersirat ketakutan teramat dalam dari sorot matanya.


“Ada apa?” Diana menyentuh lembut kedua pipi Reyhan. Manik mereka saling menatap satu sama lain. Mencoba mencari tahu isi pikiran masing-masing.


"Ada hal yang ingin aku ceritakan padamu ...." Reyhan tampak semakin gusar.


"Apa, Rey? Ceritakan saja, apa ini tentang Alice? Sebenarnya siapa dia dan apa hubungan kalian? Kenapa dia bisa mengklaim dirinya sebagai calon istrimu?" Diana mencerca Reyhan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya.


Reyhan terdiam sesaat. Hanya napas berat yang terdengar keluar dari bibirnya.


"Rey katakan padaku," desak Diana tak sabar.

__ADS_1


Reyhan perlahan bangkit dan bersandar di leher ranjang. Mau tidak mau Diana mengikuti gerakannya. Wanita itu menatap Reyhan yang wajahnya tampak menerawang jauh.


"Alice, putri tunggal dari Tuan dan Nyonya Abrata. Dua tahun lalu mereka meninggal karena kecelakaan. Kecelakaan yang terjadi karena kelalaianku."


"Astaga," kaget Diana, "bagaimana bisa?"


“Waktu itu aku sangat frustrasi ditinggal Laura. Aku ke bar, mabuk, dan menyetir ugal-ugalan. Dalam ketidaksadaranku, aku menabrak mobil yang membawa orang tua Alice. Mereka kritis ... akhirnya meninggal di waktu itu juga." Reyhan memijit pangkal hidungnya. "Aku tidak sengaja melakukannya, sungguh."


Air mata Diana meleleh perlahan. Sama seperti Reyhan, Diana juga memiliki ketakutan walau dia sendiri tidak tahu apa itu. "Kenapa Alice menuntutmu untuk menikahinya?"


"Itulah yang membuatku bingung. Aku membuat perjanjian damai waktu itu. Aku akan menjaga dia, melindungi dia, menyayangi dia, tapi semua yang kumaksud itu selayaknya sikap kakak kepada adik. Aku tidak berpikir Alice mengartikan lain. Dia masih sangat belia waktu itu, dia tidak pernah menunjukkan ketertarikannya padaku. Mungkin jiwa posesifnya keluar lantaran mengetahui aku menikah denganmu." Reyhan menatap wajah Diana yang telah berurai air mata.


“Diana,” panggil Reyhan yang meraih lembut jemari Diana. “Tolong dengarkan aku.”


Diana menatap Reyhan dengan berurai air mata. “Kenapa kau harus membawaku ke dalam situasi ini, Rey? Dia ... Alice tampak sekali sangat membenciku, dan sepertinya sangat ingin menyingkirkanku. Dia pasti berpikir aku merebutmu darinya. Dia tahu kita sudah menikah, tetapi dia tetap datang kemari dan tidak mempedulikanku. Tidak mengganggapku sebagai istrimu."


“Aku akan mengusirnya segera. Aku janji tapi sementara ini kita harus menahan diri.” Reyhan merangkum jemari Diana dan mengecupnya. “Aku sudah menugaskan Jonathan dalam hal ini. Aku juga tidak menyangka dia akan pulang ke sini dan merusak suasana hatimu. Percayalah Di, aku lebih membenci situasi ini, tetapi Alice bisa berubah seketika. Dia perempuan yang tidak segan-segan bertindak kejam dan licik untuk meraih apa yang dia inginkan. Aku takut kalau kita tidak hati-hati melangkah, dia akan berbuat jahat kepadamu.”


Diana mende*sah, lalu menghela napas panjang. “Iya Rey, maafkan aku. Aku terlalu kaget, terlalu bingung dengan ini semua.”


“Aku yang harus meminta maaf karena menempatkanmu ke dalam situasi seperti ini." Reyhan merengkuh Diana ke dalam pelukannya. “Kita akan mengatasinya bersama. Oke?”

__ADS_1


“Oke.” Diana memejamkan mata dan menempelkan pipinya ke dada Reyhan yang hangat. Membiarkan pria itu membuainya.


Sementara itu di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, Alice berdiri dan menatap mereka. Bayangan dua orang yang saling berpelukan mesra tampak jelas di mata Alice. Membakar hatinya, membuat matanya menyala penuh kebencian.


❤️


❤️


❤️


❤️


❤️


Reyhan duduk dengan gusar di ruang kerjanya. Diana yang sedari tadi gelisah kini tengah tertidur pulas di ranjang mereka. Kedatangan Alice telah merusak mood Diana. Tentu saja. Perempuan mana yang tidak rusak moodnya ketika menghadapi kenyataan bahwa suaminya diincar wanita lain.


Namun, Reyhan tidak bisa bertindak gegabah. Alice wanita pandai yang licik dan sedikit jahat ketika ingin mencapai tujuannya. Dia akan menggunakan segala cara untuk memperoleh apa yang dia mau. Meskipun itu harus melindas orang lain.


Tadinya, Alice sudah menyiratkan ancaman. Reyhan benar-benar mengkhawatirkan Diana dan bayi yang sedang berkembang dalam perut Diana.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2