Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 42~Hai, tampan!


__ADS_3

Pemuda itu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kata 'usir' yang terlontar itulah yang selalu dihindari Kenzo saat ini. Ia harus membujuk Kayla. "Mm, gimana kalau gue ganti mie instan lu pake makanan lain? Lu mau makan apa? Biar gue beliin sekarang juga," tawarnya kemudian, berharap Kayla luluh.


Mendengar kata makanan, senyum Kayla mengembang, tapi tetap menampilkan tatapan sinis ke arah Kenzo. "Umm ... apa ya!" Kayla berpikir sejenak sembari mengetuk dagunya. "Aku mau kwetiau goreng, bakso mercon, seblak kerupuk Mamang Rafael, lumpia basah, cilung, serabi manis, terus ... bla ... bla ... bla!" cerocosnya menyebutkan satu-persatu makanan yang ingin dimakan Kayla saat ini.


Sementara Kenzo hanya melongo mendengarnya. "Itu semua bisa dimakan? Nama-namanya kok aneh!"


"Ya itu semua bisa dimakan, makanya aku mau!" kerlingan mata Kayla mampu menghipnotis Kenzo hingga pemuda itu refleks mengangguk.


Entahlah! Sepertinya Kenzo sedang tidak sadar saat ini karena mendapatkan senyum manis dari Kayla yang jarang sekali terukir kecuali nada ketus dan cueknya gadis itu. Tapi kini, rasanya hati Kenzo adem melihat lengkungan bibir tipis di hadapannya ditambah mata belo itu berkedip layaknya lampu sent.


Tanpa banyak tanya, Kenzo menarik tengkuk Kayla dan mendaratkan kecupan singkat di bibir berwarna pink itu lalu pergi begitu saja sambil berkata, "Gue tunggu di luar, Nona!" ujarnya.


Sementara Kayla yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya bisa menahan nafas serta jantungnya yang berdetak tak beraturan.


Deg ... deg ...


Astaga, mati aku!


Kayla syok sampai mengerjapkan mata berulangkali sembari memegangi dadanya. Namun, keterkejutan itu tak berlangsung lama sebab gadis itu harus dikejutkan dengan hal lainnya.


"Markonah ... Markonah ... tolongin gue!" terdengar Kenzo berlari terburu-buru kembali ke kontrakan Kayla.


Kayla yang masih syok itu pun bergegas melangkah keluar setelah mendengar teriakan pemuda yang sempat membuatnya jantungan tadi.


"Onah, tolongin gue!" ucap Kenzo ketakutan. Nafasnya terengah sebab berlari sekuat tenaga.


Drama apa lagi ini?


Kayla menatap pemuda yang sedang ketakutan itu dengan kebingungan. "Kamu sebenarnya kenapa sih, Ken?"


Kepala Kenzo celingukan dengan wajah melongo ke bawah tangga, tangannya menggenggam erat tangan Kayla saking takutnya. "I-itu ...!" belum sempat Kenzo bercerita, teriakkan sudah terdengar dari bawah yang berasal dari suara para gadis.


"Ganteng, turun dong!"


"Tampan, ayo ikut aku!"


"Huaaaa ... Oppa. Kenapa masuk lagi?"

__ADS_1


Banyak lagi teriakkan yang terdengar dari para gadis di bawah.


Kayla melangkah diikuti Kenzo untuk melihat keributan apa yang sedang berlangsung tersebut.


Kericuhan terjadi di depan kontrakan ibu Pariyem hingga mengundang kemacetan jalan di depan kontrakan tersebut.


Banyak kendaraan yang harus memperlambat laju kendaraan sebab terhalangi oleh barisan para gadis yang tengah berteriak dengan mengangkat tangan di depan.


Sepertinya mereka sedang demo.


Seorang wanita paruh baya dengan penampilan yang mengerikan terlihat keluar dari pintu. Wajahnya terlihat putih karena sedang memakai masker, rambutnya mengenakan roll, juga tak lupa baju daster berwarna putih menambah penampilannya saat ini. Pariyem keluar dengan membawa sapu di tangan. "Ada apa ini ribut-ribut di depan rumah saya? Emangnya ini gedung DPR?" hardiknya dengan suara kencang namun cempreng.


Melihat penampilan dari ibu tersebut, seketika masa yang sedang berkumpul itu pun mundur beberapa langkah. "Kyaaaaaa, setan!" pekiknya ketakutan.


Wanita paruh baya yang disangka setan itu pun langsung mengibaskan sapu di tangannya ke arah mereka yang terus berteriak di depan rumahnya. "Ape lu kata? Secantik gini dibilang demit! Heh, gadis-gadis centil! Kalian ngapain ribut di sini? Lihat! Jalanan ampe macet gegara ulah kalian. Entar saya ditegur sama Pak RW karena dikira memasukan pasangan selingkuhan ke dalam kontrakan. Sana bubar, bikin rusuh aja!" usirnya kemudian masih tetap mengibaskan sapu.


"Bu, tolong suruh pemuda ganteng itu keluar dong!"


"Bu, aku mau ketemu dia!"


"Iya, Bu. Kami hanya ingin kenalan dengannya saja!"


"Aku hanya ingin menemuinya sebentar!"


"Aku ingin minta tanda tangannya saja!"


Pariyem kebingungan menanggapi celotehan mereka. "Pemuda ganteng yang mana?" gumamnya lirih sembari berpikir keras. Setelah mengingatnya, ia pun berseru kencang. "Oh, si ganteng yang mirip Oppa korea itu?!" semuanya mengangguk. "Dia mah udah ada yang punya, Neng. San pulang, udah malem! Berisik, gangguin orang tidur!" ujarnya terus berusaha mengusir.


Tapi, mereka tetap tak beranjak dari posisi masing-masing walaupun Pariyem terus mengusirnya.


Haish, anak muda zaman sekarang!


Harus pakai cara apa lagi untuk membubarkan masa tersebut agar terciptanya kedamaian di depan kontrakan? Pariyem berpikir.


Saat Pariyem sedang berpikir keras, tiba-tiba saja suasana kembali ricuh setelah memperlihatkan sosok yang pasti bukan sosok hantu, melainkan si tampan dari Gunung Kelud. Eh bukan ding! Pokoknya si tampan yang entahlah dia mau berasal dari mana, yang pasti mampu memanaskan keadaan saat ini.


Si tampan itu menggandeng seorang gadis cantik di sampingnya. Walaupun namanya tidak lebih cantik dari pada tukang bakwan di pasar, tapi gadis inilah yang membuat hati si tampan tikosewad.

__ADS_1


Markonah


Hahaha


"Dia udah punya pacar!" seru salah satu gadis itu.


"Dia bukan jomblo sejati," desis yang lain kecewa.


"Nggak mungkin lah hari gini pria tampan masih jomblo!" timpal yang lain ikut kecewa.


Seketika, hancur sudah penantian mereka selama beberapa menit menunggu kedatangan si pria tampan di depan kontrakan.


Gandengan tangan mesra si tampan, melingkar di lengan sang gadis dengan erat. Mungkin orang akan mengira dia sangat posesif kepada pacarnya. Padahal kenyataannya kedua pasangan itu selalu bertengkar setiap kali bertemu. Ada saja yang membuat mereka selalu ribut.


Kayla berjalan dengan cuek melewati kerumunan masa yang sedang mengantri untuk bertemu Oppa korea itu, sedangkan Kenzo terus berjalan tanpa melepas genggaman tangan Kayla saking ketakutannya.


Biasanya dia tidak seperti itu. Tapi semenjak dekat dengan Kayla, rasanya Kenzo menjadi takut jika harus menghadapi para gadis yang histeris saat melihatnya.


Entahlah!


Aneh tapi nyata.


Kenzo segera memakai helm miliknya lalu menyerahkan satu helm lagi untuk dikenakan Kayla. Si tampan itu bahkan memasangkan helm ke kepala gadisnya tanpa peduli tatapan para gadis yang mengintimidasi.


Kayla sampai bergidik ngeri melihat tatapan tajam mereka saat dirinya sengaja memeluk tubuh Kenzo dari belakang.


Brum


Motor sport merah Kenzo meninggalkan halaman kontrakan ibu Pariyem, meninggalkan mereka yang mungkin sedang mencibir gadis yang kini melingkarkan tangan di pinggangnya.


Kenzo tersenyum dibalik helm full face miliknya. Dia sangat puas karena ternyata si Markonah ini bisa diandalkan untuk mengusir para fans fanatiknya.


Tangan Kayla terlepas saat sudah jauh meninggalkan halaman kontrakan, namun Kenzo sengaja mempercepat laju motornya hingga Kayla harus memeluknya lagi.


Huh!


"Kebiasaan kamu, Ken!" teriakan Kayla hanya ditanggapi senyuman oleh si tampan yang katanya lebih tampan dari Opah korea, eh ... Oppa.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2