
"Kamu kenapa?" Windu menatap Dara dengan bimbang, dia sedang meneliti wajah Dara, apakah istrinya itu sedang serius ataukah hanya sedang bermain-main dengannya.
"Sakit sekali." Dara merintih, kedua tangannya mendekap perutnya.
"Sakit? Sakit kenapa?" Windu sekarang mulai panik, dia ketakutan sendiri melihat Dara yang seperti sedang menahan sakit yang amat sangat.
"Aku tidak tahu kenapa rasanya sakit sekali..." Dara menunjuk ke bagian perutnya.
"Sayang...yang mana? sakitnya di mana?" Windu mendelik pada sang istri, dia benar- benar panik melihat sang istri yang berbaring di bawahnya sambil memeluk perutnya sendiri.
"Di sini..." Dara menarik tangan Windu untuk memegang bagian perutnya.
"Di sini?" Windu benar-benar cemas, dengan gugup dia memegang perut sang istri, dan pada saat yang sama tiba-tiba Dara mendekapnya erat.
"Kak Win..." Bisiknya, lirih dan begitu parau di telinga Windu.
"Tolong ambil sesuatu dari sakuku..." Pintanya dengan memohon.
"Apa itu? obat? apa?" Windu merogoh saku dress Dara ke sana ke mari dengan tangan gemetar.
"Di saku kanan..." Dara berkata lagi, dia kelihatan begitu lemas.
Windu yang gelagapan memasukkan tangannya ke dalam saku Dara, merogohnya dengan tergesa dan menemukan sesuatu, benda aneh seperti setang kayu kecil.
"Ini?" Dia menarik benda itu, menunjukkan ke depan hidung Dara.
Dan ketika Windu mengangkat tangannya sejajar dengan wajahnya, mata membeliak dengan apa yang berada di genggamannya.
"Ini apa?"
"Itu hadiah anniversary 5 tahun kita, kak Win..." Jawab Dara dengan senyum mekar sempurna.
Wajah kesakitan yang tadi di tampakkannya, menguap entah kemana, dia benar-benar telah berakting dengan sangat bagus.
__ADS_1
"Test pack?"
Dara menganggukkan kepalanya, sembari duduk dengan tegak di atas tempat tidur, berhadapan dengan sang suami yang tampak masih bingung seperti orang linglung.
"Ini artinya apa?" Windu menatap test pack itu, dengan dua garis merah yang begitu jelas.
Dara tersenyum malu-malu, dia senang melihat wajah sang suami yang dari ketakutan dan tegang seketika berubah menjadi kebingungan itu.
"Pregnant?" Windu mengejanya dengan ragu.
Dara tersenyum dan mengangguk tersipu.
"Aku hamil."
"Hah!"
"Sebentar lagi kita akan punya bayi." Sahut Dara, membiarkan Windu tergugu menatapnya dengan raut tak percaya.
Dara menganggukkan kepalanya dengan wajah riang.
"Ini bukan testpack orang lain? ini bukan prank kan?"
"Memangnya test pack siapa?"
"Test pack mbak Parmi mungkin?"
"Sembarangan!"
"Kamu benar-benar hamil?" Mulut Windu masih meracau.
"Kak Win, kepalaku sudah sakit mengangguk terus dari tadi." Dara merengut.
__ADS_1
"Ha...hamil? punya bayi? ini bukan prank kan?" Windu menatap Dara masih tak yakin.
"Yang sakit perut tadi prank, tapi yang ini tidak prank." Telunjuk Dara menunjuk pada test pack yang berada di tangan Windu.
"Kita...kita berhasil?"
"Berhasil apanya?"
"Berhasil membuat bayi."
Dara tertawa geli, dan dalam detik berikutnya sebuah pelukan menyerbu tubuhnya,
"Sayang, terimakasih...terimakasih..." Air mata haru Windu tak bisa di bendungnya tak pernah dia merasa sebahagia ini di dalam hidupnya.
"Kamu memberikan hadiah terbaik dalam hidupku." Windu mengecup dahi dan pipi Dara dengan tak bisa berhenti, luapan emosi kebahagiaan yang begitu sulit di jabarkan saat seorang suami mendengar dirinya akan menjadi seorang ayah.
"Aku mencintaimu, Dara...aku sungguh mencintaimu. I love You...I Love You..." Kalimat itu mengalir tak berhenti dari bibir Windu, seperti air mata yang tak bisa di tahannya.
Dia lelaki, tetapi untuk yang satu ini, jangan minta dia untuk tidak menangis. Tak ada cara yang paling bisa di lakukannya untuk memgeluarkan perasaannya kecuali dengan menangis sekarang.
"Sebentar lagi kamu akan jadi papa." Dara tertawa melihat reaksi Windu yang luar biasa itu.
"Terimakasih istriku. Entah bagaimana lagi caraku mengungkapkannya, tapi aku benar-benar bahagia. Ini adalah prank terindah dalam hidupku."
"Aku tahu." Dara membalas pelukan Windu, dua tetes bulir bening jatuh di sudut matanya, ketika matanya tertumbuk pada kepala tempat tidur.
Sekelebat kenangan masa lalu bertebaran di kepalanya,
(mumpung malam minggu, kita double UP ya...lagi bahagia bersama Windu ini...serasa othor yang lagi hamil𤣠nantikan part selanjutnya, yaaaa...bentar lagi)
...Terimakasih sudah membaca novel iniā¤ļø...
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikanš...
...I love you allā¤ļø...