Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 49~Suasana Kantin


__ADS_3

Selesai mengerjakan ujian praktek, semua siswa-siswi beristirahat. Kebanyakan dari mereka saat ini berada di kantin sekolah untuk mengisi energi yang kosong setelah terkuras tadi.


Terlihat siswa-siswi sedang memesan makanan di meja masing-masing. Mereka saling berebut untuk mendapat pelayanan pertama dari pemilik warung.


"Aku duluan, Mang ... aku duluan, Mang!" suasana semakin ricuh karena perut yang keroncongan ingin cepat minta diisi.


Dari kejauhan, tampak empat pemuda tampan yang katanya mirip Oppa korea sedang berjalan ke kantin.


Mereka adalah Kenzo, Frans, Bagas, dan Devian. Ke empat pemuda yang selalu menyita perhatian semua orang dengan ketampanannya itu berjalan memasuki kantin sekolah.


Biasanya mereka berempat tidak pernah masuk ke kantin. Hanya Bagas yang sesekali pernah terlihat di kantin bersama kekasihnya, Amanda.


Mata ke empatnya menyapu sekitar untuk mencari meja yang kosong, namun semua sudah terisi penuh para siswa-siswi yang sedang makan.


"Itu And the genk 'kan! Ya ampun, mereka ganteng banget!" cicit salah satu siswi kelas dua.


"Eh iya, itu Kak Kenzo dan teman-temannya. Aih, andai aku jadi pacarnya!" celoteh yang lainnya.


Para siswi itu cekikikan membicarakan And the genk yang baru pertama kali terlihat di kantin.


And the genk tidak menghiraukan celotehan para siswi yang terus membicarakan ketampanan mereka, justru keempatnya sibuk mencari meja kosong untuk didudukinya.


Frans menepuk bahu temannya. "Ken, semua mejanya udah penuh. Cari tempat lain aj ... hey, mau kemana lu?" tangannya menggantung di udara sebab Kenzo sudah nyelonong.


Kenzo mengabaikan seruan Frans sebab telah melihat salah satu meja yang menarik perhatiannya sedari tadi hingga senyumnya pun melengkung dengan sangat manis. Langkah kakinya semakin melebar saat sudah sampai di meja tersebut, lalu mendaratkan bokongnya tanpa permisi. "Hai, boleh gabung? Tentu boleh dong!" pemuda itu sengaja menggeser seseorang yang sedang asyik makan hingga orang tersebut pun tersentak.


Semua orang lantas menatap ke arah meja tersebut sebab And the genk berada di sana.

__ADS_1


"Ukhuk. Apaan sih ini?!" Kayla yang tergeser pun protes setelah tersedak minuman tadi. "Kamu gak boleh di sini karena kami gak setuju!" ketusnya kemudian.


Bagas dan Devian hanya tersenyum melihat ke tiga orang yang sedang duduk itu menjadi kesal dengan ulah jahil Kenzo. Sementara Frans hanya fokus memperhatikan wajah kesal Kayla saja.


Namun, bukan Kenzo namanya jika tak bisa menggoda Kayla. "Owh, manis sekali pacar gue. Terima kasih, Nona!" tanpa tahu malu Kenzo memakan bakso di mangkuk Kayla dengan lahap, membuat gadis itu marah.


Ketiga temannya dan kedua teman Kayla terkejut atas tindakan Kenzo yang tidak biasa itu. Tidak pernah Kenzo merebut makanan orang lain, apalagi hanya bakso.


"Jangan dimakan, Markoho! Itu makanan aku," Kayla berusaha merebut kembali mangkuk yang diambil Kenzo. Namun, tak lama kemudian Kenzo batuk dan meminta air minum karena kepedasan. "Udah aku bilangin jangan dimakan! Kamu 'kan nggak kuat pedes," gadis itu menyerahkan minuman di gelasnya untuk segera diminum Kenzo.


Bibir Kenzo memerah karena bakso pedas itu. "Kebiasaan lu ya, kalo makan pedes mulu. Emangnya nggak sakit perut apa!"


"Biarin. Yang sakit 'kan aku, bukan kamu!" sahut Kayla ketus.


"Ish, kalo elu sakit 'kan gue ikut sakit!" wajah Kayla bersemu merah mendengar ucapan Kenzo yang entah tanpa sadar atau hanya menggoda saja. Gadis itu bahkan memalingkan wajah ke arah lain karena merasa salah tingkah.


Frans menatap datar ke arah Kenzo dan Kayla secara bergantian. Sungguh kesal rasanya menyaksikan gadis yang dicintai ternyata sedekat itu dengan temannya sendiri. Walaupun Frans dan Kayla tidak menjalin hubungan sebagai kekasih, tapi pemuda itu merasa sangat cemburu jika terus melihat kemesraan keduanya.


Bagas dan Devian cekikikan melihat temannya yang tengil itu sedang menggombal. "Pepet terus, Ken!" cicit keduanya.


"Apaan sih? Pepet-pepet," ketus Kayla seraya beranjak, namun tangannya ditarik Kenzo hingga kembali duduk.


Kenzo mengangkat tangannya untuk memesan makanan sembari berteriak. "Mang, tambah lagi dong baksonya. Ternyata bakso si Mamang enak juga," pujinya kemudian.


"Empat ya, Mang!" timpal Bagas.


"Minumannya juga, Mang!" tambah Devian.

__ADS_1


"Pesankan buat mereka juga," ujar Frans.


Kayla lekas melambaikan tangan. "Nggak usah! Kita udah kelar kok! Iya 'kan, gaes!" gadis itu mengedipkan mata sambil mengangguk ke arah teman-temannya yang cengengesan setelah mendengar dipesankan makanan.


Afika dan Delisa mengabaikan kode dari Kayla dan memilih mengangguk ke arah Frans. "Terima kasih lho, Frans!" senyum keduanya mengembang namun tidak dengan Kayla yang berdecih sebal sebab kedua temannya tidak mendukung tindakannya.


"Cih, teman macam apa kalian!" cibir Kayla kesal dengan mengerucutkan bibirnya.


Melihat hal itu, Kenzo dan Frans lekas mendekat tapi Frans segera berhenti sebab Kenzo lebih dulu mendekatkan bibirnya di telinga Kayla. "Jangan mantu gitu! Elu mau bibirnya gue gigit?!"


Gadis itu sontak melotot sembari menoyor kepala Kenzo. "Dasar mesum!" ketusnya membuat Kenzo tergelak.


Sementara Frans mendesah pelan sebab dirinya tidak bisa mendekati Kayla karena Kenzo ada di sampingnya. "Ckk, si tengil ini." gumamnya dalam hati. Sungguh kesal sekali melihat kebersamaan mereka di depan mata, apa lagi dengan sikap-sikap romantisnya Kenzo.


Makanan yang dipesan pun sudah tiba di meja. Mereka segera menyantap makanan tersebut dengan diselingi canda tawa dari ketiga pemuda itu, dan hanya Frans yang banyak diam tak bersuara. Dia terlihat tidak menikmati makan siangnya kali ini sebab harus melihat kemesraan Kenzo dan Kayla, gadis yang dicintainya.


Saat sedang asyik makan, Amanda datang menghampiri bersama teman-temannya. Gadis itu menggelayut mesra di bahu Bagas dengan cara memeluknya dari belakang. "Sayang. Kok nggak bilang kalo mau makan di sini!" serunya.


Bagas menjawab tanpa menoleh sebab tahu betul siapa yang selalu bersikap manja kepadanya tanpa tahu tempat. "Kenzo lagi pengen bikin kacau harinya seseorang, jadi kita di sini deh!" sahutnya kemudian.


Amanda melirik ke arah Kayla dengan tatapan datar. "Jadi, elu sekarang ngusilin Kayla, Ken!" ujarnya sok akrab diiringi tawa mengejek.


Tiba-tiba saja Kenzo mendongak menatap tajam ke arah Amanda membuat gadis itu menunduk takut. Bagas yang merasakan pergerakan terkejutnya sang kekasih pun menatap ke depan dan mendapati Kenzo tengah menatap tajam kekasihnya.


"Ckk. Elu jangan bikin dia takut, Ken! Please lah!" pinta Bagas memohon.


Kenzo tersenyum miring mencibir Bagas. "Kasih tahu cewek lu, kalo gue nggak suka ama orang yang sok akrab. Apalagi sengaja ngeledek gitu," ujarnya kemudian membuat Amanda semakin menunduk. Sedangkan Kayla dan kedua temannya hanya diam tidak berkata apapun.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2