Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 124


__ADS_3

Happy reading


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Diana setelah mendengar cerita masa lalu yang Reyhan gumamkan tadi. Namun, suasana yang begitu sakral dan intim, membuat Diana takut merusaknya. Dia melirik ke arah Reyhan, melihat siluet pria itu. Reyhan benar-benar tampan dan pria itu adalah suaminya.


Diana merasakan perasaan hangat membanjiri dirinya. Dia merasa begitu dekat dengan Reyhan, seakan sudah mengenal lama. Reyhan seakan mengerti apa pun yang dia inginkan. Mungkin mereka memang ditakdirkan bersama walaupun terasa menyakitkan di awal.


โ€œDiana.โ€ Suara Reyhan terdengar serak.


Dari jarak dekat, di bawah sorot lampu temaram, Diana bisa melihat mata Reyhan memancarkan gairah.


โ€œApa kau bersedia ...?โ€


Reyhan begitu sopan, begitu baik dan perhatian. Bahkan dalam gairahnya Reyhan masih sempat menanyakan kesediaan Diana yang telah menjadi miliknya.

__ADS_1


Diana sungguh tersenyum. Dia tidak berkata apa-apa, hanya menatap Reyhan penuh arti. Reyhan membalas senyum itu, lalu dengan lembut menundukkan kepala dan mengecup bibir Diana lembut.


Diana membalas kecupan itu, membiarkan Reyhan merasakan kelembutan bibirnya hingga melepas ciumannya dan mereka saling beradu pandang. Senyum Reyhan malam ini tidak akan pernah Diana lupakan. Senyum hangat, begitu lembut, begitu penuh kasih sayang. Entah kenapa dada Diana menjadi sesak oleh suatu perasaan yang tidak dapat dia gambarkan. Jemari Diana bergerak ragu untuk menyentuh pipi Reyhan.


Reyhan menempelkan pipinya di sana dan memejamkan mata. Jarinya meraih jari Diana dan mengarahkan ke bibirnya, lalu mengecup telapak tangan itu dengan lembut. Sepasang manik mereka jatuh, saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua. Menusuk, menyelam, untuk seterusnya tenggelam seiring dengan bibir mereka yang perlahan mendekat dan menyatu di bawah sinar temaram lampu gazebo dan deburan ombak pantai.


๐Ÿ’•


๐Ÿ’•


๐Ÿ’•


๐Ÿ’•


๐Ÿ’•

__ADS_1


Wanita itu bernama Alice. Dia kini duduk sendirian di balkon rumahnya. Seorang wanita pengusaha mandiri, dengan beberapa anak perusahaan di bidang desain interior yang sangat sukses. Alice adalah wanita bebas dan mandiri dengan aura yang sangat menggoda. Dia anak tunggal dan kedua orang tuanya telah meninggal dua tahun lalu dalam kecelakaan tragis.


Saat ini Alice sedang gundah. Dia menatap Sinta, asisten pribadinya dengan tatapan tajam dan menuntut. โ€œKau yakin informasi yang kau dapatkan itu benar?โ€


Sinta mengangguk gugup. Dia telah bekerja bertahun-tahun dengan Alice, tetapi entah kenapa aura mengintimidasi Alice masih membuatnya gugup. Alice mengingatkan Sinta akan medusa, perempuan cantik dengan tatapan yang mampu mengubah siapa pun menjadi batu apabila membalas tatapannya.


โ€œItu info yang saya terima dari orang perusahaan Tuan Reyhan, Nona. Mereka mengatakan Tuan Reyhan menikahi gadis muda dengan terburu-buru dan tertutup."


Alice menghembuskan asap rokok dengan kesal. โ€œPernikahan buru-buru dan rahasia, heh?" Satu alisnya terangkat. "Kau dapat fotonya?โ€


"Ini Nona," ucap Sinta ketika menyerahkan foto yang dia dapat kepada Alice.


Dengan tersenyum sinis Alice memandang foto itu. "Harus diakui, aku sedikit sakit hati mengetahui Reyhan dengan mudahnya melupakan janjinya padaku dan menikahi wanita ini. Menikah tanpa mengabariku. Kau baji*ngan Rey, inikah alasanmu mengirimku ke luar negeri?" Alice bergumam ragu.


Napas Alice terdengar memburu. Dia menjatuhkan puntung rokoknya dengan kesal, lalu menginjak dengan kasar.

__ADS_1


"Sepertinya kau benar-benar lupa siapa aku!"


โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ


__ADS_2