
Happy reading
đź’•đź’•đź’•đź’•đź’•
Hari semakin sore, penjaga goa mengajak Diana dan Reyhan untuk keluar dari Goa Suci karena biasanya selepas sore air laut mulai pasang.
Setelah keluar dari Goa suci, Reyhan dan Diana memutuskan mencari restoran untuk mengisi perut mereka yang mulai protes. Mereka sudah melewatkan makan siang tadi.
Mereka berjalan menuju area Sunset Terrace yang berada di sisi kiri dari Pura Tanah Lot. Restorannya berlokasi di pinggir tebing. Jadi, dari restoran itu nantinya mereka bisa menikmati pemandangan sunset dengan latar belakang Pura Tanah Lot dan laut lepas dengan gelombang yang khas pantai selatan.
“Kamu tadi berdoa apa di Gua Suci itu?” tanya Reyhan setelah mereka duduk di kursi meja makan.
“Ada deh, kamu kepo.” Diana tersenyum penuh makna, membuat Reyhan melengos.
Seorang gadis yang merupakan pelayan di restoran itu datang menghampiri mereka.
“Selamat sore Tuan dan Nona, selamat datang di restoran kami," sapanya ramah. “Silahkan, Anda mau pesan apa?” Mengulurkan buku menu.
Reyhan dan Diana tersenyum menerima buku menu itu lalu mulai membaca daftar menunya.
“Kamu mau pesan apa, Sayang?” tanya Reyhan pada Diana.
“Aku pesan, srimp fried rice, ham egg cheese, sama avocado juice. Itu aja." Diana tersenyum ramah sembari mengembalikan buku menu pada pelayan yang telah selesai mencatat pesanannya
__ADS_1
“Saya pesan, chicken satay + rice, sphagetti, sama orange juice.” Reyhan menutup buku menu dan mengembalikannya pada pelayan.
“Ada tambahan lagi, Tuan?” tanya pelayan. Diana dan Reyhan menggeleng. “Baiklah, terima kasih Tuan dan Nona, kami akan segera mengantar pesanan Anda kemari. Permisi.” Menganggukkan kepala sebentar sebelum berlalu dari tempat Reyhan dan Diana.
“Masak aku gak boleh tau istriku berdoa apa,” pancing Reyhan lagi setelah pelayan itu meninggalkan mereka.
Diana menggenggam jemari Reyhan yang terulur di atas meja. “Yang jelas tentang hubungan kita.”
“Iya, apa?” Reyhan semakin penasaran.
“Rahasia!”
“Hmm, mulai rahasia-rahasian ya sekarang,” cibirnya. Diana hanya tergelak. “Awas aja kalau kamu berdoa untuk bisa lari dariku.”
Diana semakin tergelak melihat wajah mengancam Reyhan yang lucu.
“Jadi, itu masih berlaku?” tanya Diana harap-harap cemas. Dia pikir setelah mereka saling mencintai, tidak akan ada lagi kontrak di antara mereka.
“Ya, iyalah. Jadi, jangan pernah berpikir untuk kabur dariku,” ucap Reyhan dengan tatapan tajam. Diana hanya bisa menelan ludahnya. “Kamu lupa, aku mempunyai hak tanpa batas padamu. Aku bisa melakukan apa pun padamu dengan hak itu,” imbuhnya dengan nada ancaman.
Diana kembali menelan ludahnya yang terasa kelu. Suasana pun berubah tegang, sampai akhirnya pelayan tadi datang membawa pesanan mereka.
“Silahkan Tuan dan Nona dinikmati makanannya,” kata pelayan setelah selesai meletakkan semua pesanan mereka di atas meja. “Saya permisi.”
__ADS_1
Diana meraih makanannya dengan lesu, dia tiba-tiba merasa kehilangan selera makan setelah mendengar pernyataan Reyhan tadi. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benak Diana. Apa ini artinya Reyhan belum mencintai dia sepenuhnya? Reyhan ingin anak perempuan dari Diana. Itukah tujuan Reyhan menikahi Diana selama ini? Mungkinkah Reyhan melepas Diana setelah dia berhasil memberikan anak perempuan? Memikirkan semua itu membuat dada Diana tiba-tiba sesak. Tanpa sadar Diana menghela napas kencang.
Reyhan yang menyadari kegundahan Diana menyunggingkan senyum tipis.
“Aku akan menghapus kontrak itu dengan satu syarat,” katanya di sela-sela mengunyah makanannya.
Diana yang tadi sibuk membolak-balik makanannya mendongak, menatap Reyhan penuh harap.
“Kamu harus mengandung anakku,” katanya tegas.
Diana semakin mengerutkan dahi. Dugaannya benar, Reyhan hanya menginginkan anak darinya.
“Sampai detik ini aku masih membutuhkan kontrak itu untuk mengikat dirimu. Aku takut kau akan meninggalkanku, tapi jika kita punya anak, aku tidak membutuhkan kontrak itu lagi. Karena anak itulah yang akan aku gunakan sebagai pengikat hubungan kita.”
Diana tersenyum haru. “Sayang,” gumamnya dengan mata berkaca-kaca.
“Jadi, lahirkan anak yang banyak untukku, supaya semakin banyak pengikat cinta kita.” Kedua sudut bibir Reyhan terangkat dengan dimples di kedua pipinya. Pria itu tersenyum lebar sebelum memasukan sesendok nasi ke mulutnya.
Mata Diana semakin berkabut akibat genangan air yang berkumpul semakin banyak di kelopak matanya. Dia sudah salah menduga, ternyata cinta Reyhan begitu besar. “Terima kasih Tuan Reyhan, suamiku!” Air mata bahagia bercampur haru itu pun menetes perlahan.
“Jangan terharu begitu, cepat habiskan makananmu. Sebentar lagi matahari akan terbenam. Aku ingin melihat sunset langsung dari pantai.” Menghapus butiran bening yang meleleh di pipi Diana.
Sementara Diana mengulum senyum sembari memakan makanannya. Dia tidak menyangka suaminya yang dingin mempunyai pemikiran seluar biasa itu memaknai hubungan mereka.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️