
Happy reading
💕💕💕💕💕
Reyhan bergegas keluar restoran dengan amarah yang masih di puncak. Dia melepas jasnya dengan kasar juga melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya.
Jonathan segera mengejarnya dengan raut wajah cemas.
"Brengsek!" Reyhan menggebrak dashboard mobil. Napasnya memburu. Dia memejamkan mata sembari memijit keningnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain berada di pinggang.
Diana pergi tanpa menatapnya lebih dulu, hatinya terasa sakit. Apalagi saat melihat genangan air di mata Diana. Diana pasti sedang menangis sekarang.
Reyhan menyandarkan tubuhnya di mobil. Bukankah itu yang dia inginkan? Menyakiti wanita itu. Namun, kini dia merasa bingung pada dirinya. Dia sengaja berkata kasar untuk melukai Diana, tetapi malah dirinyalah yang merasa terluka sekarang.
"Kenapa Anda harus menyiksa diri sendiri seperti ini, Tuan?" Nada Jonathan terdengar khawatir.
Reyhan membuka matanya lalu menatap Jonathan. "Apa maksudmu?"
Jonathan menghela napas panjang. "Jika Tuan menginginkan nona, kenapa tidak perintahkan saya untuk membawa nona? Bukankah nona masih istri sah, Tuan?"
"Bukankah mencintai, bahagia jika melihat orang yang kita cintai bahagia? Diana bahagianya bukan bersamaku," ujarnya lemah, "kau lihat sendiri tadi, dia menangis hanya karena melihatku saja."
Itu karena ulah Anda sendiri. Anda yang berbicara kasar pada nona! Jonathan.
"Antar aku kembali ke kantor Jo," katanya lemah setelah terdiam beberapa saat, "kau harus menyiapkan keberangkatan Rangga nanti malam."
"Baik Tuan," jawab Jonathan pasrah. Sejujurnya dia tidak mengerti dengan Reyhan. Reyhan bisa saja menyeret Diana untuk pulang karena Jonathan yakin Reyhan masih mencintai Diana. Namun, kenapa tuannya itu melakukan itu dan memilih menyiksa diri seperti sekarang?
❤️
❤️
❤️
❤️
❤️
"Bayu Pratama?" Reyhan mengeram setelah mendengar laporan Jonathan. Sejak dia mengetahui gelagat Rangga yang tampak tertarik dengan sekretarisnya, Reyhan sengaja menugaskan Jonathan untuk mencari tahu segala informasi mengenai sekretaris Rangga.
"Apa kau yakin dengan informasi yang kau dapat ini, Jo?" Ternyata sekretaris Rangga bernama Cinta Yasmila Pratama, putri dari Bayu Pratama. Itu artinya Cinta adalah putri dari Bayu dengan Diana. Dalam sekejap dada Reyhan terasa panas, terbakar api cemburu.
"Saya yakin, Tuan. Orang suruhan saya sudah menelusuri informasi tentang gadis itu mulai dari sekolah dasar. Termasuk juga data di catatan sipil. Nona Cinta tercantum sebagai putri pertama dari Tuan Bayu Pratama dengan—"
"Sudah cukup! Aku tidak ingin mendengarnya lagi." Reyhan segera memotong ucapan Jonathan. Cinta adalah putri Bayu dengan Diana, sudah pasti itu yang akan diucapkan Jonathan. Untuk apa Reyhan mendengarnya? Memangnya mau menambah luka lagi?
"Segera berikan surat pemecatan untuk Cinta. Jangan beri celah gadis itu untuk mendekati Rangga lagi. Jangan biarkan mereka menjalin hubungan. Aku tidak ingin dia menyakiti putraku."
__ADS_1
Seperti ibunya yang sudah menyakitiku, meninggalkanku, teriak batin Reyhan.
"Akan saya laksanakan Tuan, tapi Tuan Muda dan Cinta masih di Maldives saat ini."
❤️
❤️
❤️
❤️
❤️
Malam telah merayap mengganti siang. Sang surya mengendap menuju cakrawala senja. Dewi Malam hadir membawa cahaya, bertabur Sang Kejora dengan kilatan mempesona
Indah malam ini, tetapi tak seindah hati Reyhan yang berselimutkan sepi. Berteman dengan malam yang indah, tetapi hanya bisa diam, tenggelam dalam hikayat kerinduan. Pria itu tengah berdiri di balkon, menikmati espresso coffee favoritnya. Harus Reyhan akui, sebenci apa pun dia, semarah apa pun dia, Reyhan tidak mampu membohongi dirinya sendiri yang sangat merindukan Diana. Rasa rindu yang terpatri dalam alunan sendu dan cinta.
Aku merindukanmu. Seperti malam yang merindukan datangnya siang. Seperti bintang yang merindukan rembulan.
"Maaf Tuan, Nyonya Bella dan keluarganya sudah datang." Asisten rumah tangga Reyhan berdiri di dekat pintu.
Reyhan menengok, lalu bergumam pelan. "Hm, antar dulu mereka ke kamarnya, sebentar lagi aku turun."
"Baik Tuan, saya permisi."
"Kamu beneran tidak ingin tinggal di Indonesia, Shine? Bukankah kuliahmu sudah selesai." Mereka sudah berkumpul di ruang tengah sehabis makan malam.
"Enggak Om, aku belum bisa jauh dari mom and dad," jawabnya tersenyum. "Aku cuma pingin jalan-jalan aja sebelum mulai sibuk kerja nanti."
"Maka dari itu Rey, kami datang ke sini untuk minta Rangga nemenin Shine jalan-jalan. Soalnya aku dan Jimmy gak bisa lama-lama di sini. Kasian tante Soraya sendirian di sana," ujar Bella.
"Kenapa kalian tidak mengajak mama sekalian ke sini?"
"Tante tidak mau Rey, tante bilang sungkan bertemu denganmu, karena ...." Ucapan Bella terhenti.
"Ya, aku paham," sela Reyhan. Dia tahu Soraya masih merasa bersalah padanya atas kepergian Diana.
"Bagaimana perkembangan kantormu yang baru itu?" tanya Jimmy mencairkan suasana kembali.
"Sejauh ini baik, aku menyerahkannya pada Rangga."
"Baguslah, memang sudah waktunya dia untuk belajar." Jimmy menyesap kopinya.
"Lalu, di mana dia sekarang?" Bella menatap Reyhan yang tengah menyesap kopi.
Belum sempat Reyhan menjawab Bella, terdengar derap kaki memasuki ruangan. Rangga muncul dengan wajah yang penuh luka dan penampilan yang berantakan. Pemuda itu melangkah dengan gontai dan berlalu begitu saja. Dia tidak mengacuhkan semua orang yang tengah menatapnya. Termasuk Reyhan yang mengeram dengan wajah yang sudah merah padam.
__ADS_1
Bella segera bangkit dan menghampiri Rangga. "Rangga, kamu kenapa, Sayang?" Menyentuh wajah Rangga yang terluka.
"Kamu pasti ke kelab dan berkelahi lagi, 'kan? Sampai kapan kamu akan seperti ini?" tanyanya sengit.
Sudut bibir Rangga terangkat sebelah. "Bukankah ini yang Ayah inginkan? Melihatku terluka." Rangga tak kalah sengit. "Ayah sudah berhasil memisahkan kami. Semoga Ayah puas sekarang." Rangga mendengkus sebelum berlalu menaiki tangga. Mengabaikan semua orang yang ada di ruangan itu.
"Ada apa ini, Rey? Kenapa Rangga jadi seperti itu? Apa maksud Rangga barusan?" Bella menatap Reyhan dengan bercucuran air mata.
"Anak itu jatuh cinta pada putri Diana dan Bayu." Reyhan menghela napas kasar. Ada rasa cemburu yang menjalar begitu dia menyebut fakta itu.
"Maksud kamu, Diana—?" Bella menghampiri Reyhan tak percaya.
Reyhan mengusap wajahnya. Dia menghela napas panjang berulang kali, berusaha meredam emosinya.
"Lalu masalahnya apa kalau Rangga mencintai putri Diana? Rangga sudah dewasa, sudah berhak memilih calon pasangan hidupnya."
"Aku tidak mau Rangga terluka dan kecewa." Nada Reyhan kembali meninggi. Bola mata Reyhan bergerak gelisah. Tampak ketakutan di sana.
"Terluka bagaimana? Kecewa bagaimana?"
"Aku tidak mau Rangga ditinggalkan nantinya," ujarnya lemah. Dia selalu merasa sakit jika harus mengingat itu.
Bella menghela napas dalam. "Aku mengerti ketakutanmu Rey, tapi apa yang kamu pikirkan belum tentu itu yang akan terjadi."
Bella mengerti perasaan Reyhan, mengerti ketakutannya, sangat mengerti. Dua kali menjalani biduk rumah tangga, dua kali mencintai seorang wanita, dan dua kali juga ditinggalkan oleh wanita yang dia cintai tanpa kejelasan. Namun, Bella juga tidak bisa membenarkan tindakan Reyhan yang mengorbankan perasaan Rangga dalam ketakutan yang belum pasti.
"Aku hanya ingin melindungi putraku."
"Kamu ingin melindungi Rangga atau melindungi dirimu sendiri?"
Reyhan mendongak, menatap Bella. Ucapan Bella menohoknya. "Apa maksudmu?"
"Yang kamu takutkan bukan Rangga yang terluka, tapi hatimu yang terluka. Kamu takut terluka karena belum siap melihat Diana bersama pria lain." Bella melengos, dia berlalu menaiki tangga untuk menyusul Rangga.
"Aku paham maksudmu Rey, tapi yang dikatakan Bella juga ada benarnya." Jimmy menepuk pundak Reyhan. "Gadis yang Rangga cintai mungkin adalah putri Diana, tapi belum tentu juga gadis itu akan ... ya, yang seperti kau takutkan."
Ya, yang dikatakan Jimmy memang benar. Cinta memang putri Diana, tetapi belum tentu dia akan melakukan hal yang sama dengan Diana. Termasuk ucapan Bella juga benar. Yang Reyhan takutkan bukan Rangga, tetapi dirinya sendiri. Dia takut hatinya terluka lagi karena tidak sanggup melihat Diana bahagia bersama pria lain.
Lalu, apa yang harus Reyhan lakukan sekarang?
❤️❤️❤️❤️❤️
Gak berkenan mampirkah ke kisah Rangga??? Nyesel lho🥺 mampir yuk, Rangga nungguin jempol kalian lho
__ADS_1