Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
BAB 120. DITAKDIRKAN


__ADS_3

Gelap? Kenapa gelap? Dara berusaha membuka matanya, sebuah bayangan, seperti bayang-bayang kelam memanggil namanya lembut.


"Sayang..."


Dara merasakan kelu sekujur tubuhnya, dia ingin membuka mata tapi kelopak matanya berat.


"Sayang, bangunlah. Bukankah kita harus pergi bersama-sama?" Dara tertegun, suara itu begitu jelas di telinganya, suara Windu, suaminya.


"Pergi? Pergi ke mana?" pertanyaan itu ingin di lontarkannya tetapi hanya sampai tenggorokannya saja.


Tapi, dia tak bisa membuka matanya, meski dia telah berusaha,


"Apakah aku...sudah mati?" Tengkuknya terasa kram, tak pernah dia merasa tubuhnya seberat ini.


Betapa takut diri kita ketika menghadapi kematian. Apalagi kalau menghadapi seorang diri, sepi, dingin dan gelap. Yang ada hanya diri sendiri saja. Tidak ada yang membimbing, hal itu sangat menakutkan ternyata, dan Dara tiba-tiba merasa ketakutan dalam gelap yang menyelimutinya.


Sekuat tenaga dia membuka mata, dan melawan gelap yang memenuhi pelupuknya.


Perlahan, cahaya masuk ke matanya, dan dia tak menemukan siapapun di depannya, kecuali bayangan putih.


"Sayang..." Suara itu memanggilnya lagi, tepat dari sampingnya, tapi kepala Dara terasa berat untuk menoleh.

__ADS_1


"Terimakasih, nyonya...anda telah sadar. Tuan Windu telah setia memanggil namamu dari tadi, dia tak sabar untuk melihat nyonya sadar."


Itu suara yang sangat di kenalnya juga, suara mbak Parmi.


Sekuat tenaga Dara mengumpulkan kesadarannya. Dan dia tahu, Tuhan memberinya kesempatan untuk dirinya bersama-sama suami dan anaknya memulai lembaran baru.


...***...


(Satu bulan kemudian)


Dara memeluk leher Windu, dari belakang, mereka berdua duduk menatap kearah dinding kaca apartemen mereka.


Di atas langit singapura bintang tampak bertaburan di atas langit.


"Aku bahkan tak percaya jika masih bisa melihat langit ini bersamamu lagi." Ucap Windu, wajahnya segar di timpa cahaya.


Setelah operasi itu sebulan yang lalu, Windu berangsur pulih. Dia dan Dara bertahan hidup dengan satu ginjal masing-masing dan mereka sekarang benar-benar menjadi satu dalam artian yang sesungguhnya.


Setelah operasi selesai, tim yang menangani Dara dan Windu akan mengawasi tekanan darah, elektrolit dan keseimbangan cairan mereka.


Meski Windu lebih dahulu sadar pasca operasi, tetapi Dara lebih cepat pulih, Dara hanya perlu obat untuk meredakan nyeri selama masa pemulihan. Kadang-kadang memang merasakan nyeri saat batuk dan menarik napas dalam, tapi hal ini akan membaik seiring berjalannya waktu. Dara kadang pulang ke Apartemen untuk bertemu Sunny, tetapi dia tetap dalam pemantauan.

__ADS_1


Selama satu bulan ini, Windu di rawat intensif di rumah sakit, untuk melewati observasi dan masa kritisya. Windu juga wajib melakukan tes darah pada setiap saat kontrol dan rutin mengkonsumsi obat anti penolakan (obat imunosupresan).


Dara kadang sedih melihat bagaimana rambut Windu menjafi kusut dan begitu rapuh saat dia menyisirnya, pandangannya menjafi sedikit kabur, karena efek konsumsi obat anti penolakan organ yang di minumnya. Tetapi dokter meyakinkan ini tidak berlamgsung selamanya, tubuh Windu hanya perlu menyesuaikan dengan ginjal barunya.


Untungnya, tak ada penolakan organ, dokter yang menanganinya pun sampai tercengang, begitu matchnya organ pendonor dan resepien untuk kali ini. Mereka berdua seperti telah di takdirkan.


Hari ini, Windu di ijinkan pulang ke Apartemennya setelah berbulan-bulan di rumah sakit,


"Tuan Windu boleh pulang tetapi tetap kontrol rutin selama 2 kali dalam seminggu ini, jafi di anjurkan Tuan Windu berada di dalam kota dulu. Hindari olahraga berat terlebih dahulu. Jangan lupa wajib minum air putih minimal 2 liter per hari. Pilihan makanan bagi pasien transplantasi juga bervariasi dengan syarat rendah lemak, rendah gula, rendah garam dan tinggi serat. Oh, iya...Pasien juga dianjurkan untuk minum susu dan makanan laut pada awal minggu setelah transplantasi untuk mencegah hipofosfatemia. Hindari makanan seperti keju, yoghurt, telur mentah, mayonais untuk mencegah terjadi infeksi bakteri Listeria. Hindari konsumsi anggur dan olahannya karena dapat menurunkan efek obat anti penolakannya."


Dokter memberikan wejangan panjang dan lebar sebelum mengabulkan kepulangan mereka.


"Aku sudah sangat rindu bertemu Sunny, beberapa kali cuma melihatnya lewat video call rasanya tak cukup. Aku juga sudah bosan di dalam ruangan putih ini, aku benar-benar ingin pulang." Ucap Windu, meski masih lebih sering duduk di kursi roda. kadang kala Dara memapahnya berjalan perlahan, membiasakan kakinya supaya tidak kaku.


"Sayang, terimakasih." Suara Windu memecah sunyi,


"Kamu telah memberikan aku banyak kesempatan dalam hidupku, bahkan sejak kamu datang masih dalam kandungan di masa kanak-kanakku pun, aku tidak sadar bahwa kamu telah membuat ikatan denganku." Windu tak lagi bisa menahan setitik air mata yang menggantung di sudut matanya.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu selalu, ya😅...


...Apalah artinya author tanpa kalian semua, bagaikan sayur tanpa garam😅...

__ADS_1


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


.


__ADS_2