Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 39~Kembali


__ADS_3

Dengan dibantu tiga orang itu, tubuh Kenzo digotong ke kasur busa tipis yang baru dibeli Kayla beberapa hari lalu setelah mendapat gaji.


"Kay, buka jaketnya supaya dia gak kepanasan!" kata Sari.


"Nyalain kipas anginnya, Neng!" teriak si ibu kontrakan.


"Usap-usapin kepalanya, Kay!" timpal Partini.


Kayla langsung menuruti semua yang dikatakan ketiga wanita itu dengan cekatan, tanpa disadari jika perhatiannya itu mengundang kebahagiaan tersendiri bagi pemuda yang sedang berpura-pura pingsan tersebut.


"Ken, jangan sakit di sini. Aku takut! Kontrakanku lebih kecil dari kamar mandi kamu. Gimana kalau aku hubungi Frans atau yang lainnya untuk bawa kamu ke Rumah Sakit aja," desis Kayla bernada ketakutan.


Gadis itu takut jika terjadi sesuatu kepada Kenzo dan nanti dirinya yang disalahkan oleh keluarga terpandang itu.


Kenyataannya memang benar, jika terjadi sesuatu kepada pewaris tunggal Alberto itu pasti orang yang sedang bersamanya lah yang akan disalahkan.


Kenzo yang mendengar gumaman Kayla hanya bisa berpura-pura terlihat siuman karena mencium bau minyak angin yang dioleskan di hidungnya. "Onah. Gue kenapa?" lirih Kenzo layaknya orang tidak berdaya.


"Kamu siuman, Ken! Syukurlah!" Kayla bisa bernafas lega setelah melihat pemuda di hadapannya itu membuka mata.




Hari itu, Kenzo merengek pulang kepada ibunya. Dia berusaha membujuk sang ibu untuk menuruti kemauannya. "Mom, ayo pulang! Minggu depan akan ada ujian akhir. Masa Ken gak ikut ujian sih, Mom!" rengeknya dengan wajah memelas.


Pemuda itu menghempaskan tubuh jangkungnya di atas ranjang setelah menyelonong masuk ke dalam kamar ibunya.

__ADS_1


Kelly yang sedang duduk di sofa kamarnya sembari memeriksa data-data pasien pun seketika melirik ke samping karena rengekan putra kesayangannya. "Apa hanya itu yang membuatmu terus meminta pulang, hemh?" tanya Kelly sebelum kemudian memalingkan wajah kembali menatap berkas-berkas di tangan.


Kenzo mengangguk cepat. "Iya lah, Mom. Ken harus lulus dengan usaha sendiri dan barengan teman-teman yang lain," sahutnya pasti.


Wanita paruh baya itu tersenyum melihat semangat putra tersayangnya. Walaupun dalam hati ia tak sepenuhnya percaya alasan Kenzo merengek pulang. Tidak biasanya pemuda keras kepala itu bersikap seperti anak kecil hari ini. Pasti ada sesuatu dengan bocah itu, pikir Kelly. "Baiklah. Sore nanti kita langsung terbang kembali ke Indonesia. Lagi pula, Mommy ada kerjaan di sana," ucapan Kelly disambut bahagia oleh putranya tersebut.


Mendengar ucapan ibunya, Kenzo beranjak dari tempat tidur lalu memeluk ibunya dengan erat juga senyum mengembang tentunya. "Yeah ... thank you, Mom!" tak lupa ia pun mengecup pipi ibunya dengan sayang.


Kelly membalas pelukan putranya dengan senyum yang mengembang pula. Sungguh, melihat ekspresi bahagia dari sang anak pun seketika mengundang rasa curiga. "Mommy gak percaya kalo kamu pulang hanya untuk ujian! Pasti ada sesuatu yang membuat kamu bersemangat pulang. Coba katakan sama Mommy! Apa ada gadis cantik yang membuat hatimu selalu gelisah, hemh!" tanya Kelly sambil terkekeh.


Kenzo tersipu malu dengan pertanyaan ibunya. Dia memalingkan wajah ke arah lain guna menghindari tatapan ibunya sambil tersenyum. "Apaan sih, Mom? Gak ada lah!" elak Kenzo sebelum berucap kembali, "Apa gunanya juga kalo aku punya pacar di sana, toh perjodohan itu gak bisa dihindari!" ungkapnya sedih.


Melihat raut wajah putranya yang berubah sedih membuatnya ikut sedih. Kelly mengusap kepala putranya sembari berkata, "Sabar, Sayang! Berdoa saja agar kakek dan ayahmu merubah rencana perjodohan itu dan membiarkanmu memilih gadis yang kamu cintai." ucap Kelly sendu.


Kenzo menjatuhkan kepalanya di pangkuan sang ibu. "Opa dan Daddy gak ngertiin perasaan aku sih, Mom!" keluhnya.


Pemuda itu tersenyum sambil beranjak pergi. "Aku siap-siap dulu, Mom!" pamitnya kemudian. Raut bahagia jelas terlihat dari wajah Kenzo hingga ibunya itu tersenyum melihatnya.


"Dasar anak nakal," desis Kelly seraya terkekeh. Perempuan itu menerawang ke dalam lamunan, mengingat semua perkataan ayah mertua dan suaminya yang terus mengatakan telah mengatur perjodohan Kenzo dengan cucu keluarga kaya.


Sama seperti Kenzo, calon pewaris. Gadis bernama Alinka itu pun adalah pewaris keluarga Wilason, namun bedanya gadis itu tidak memiliki orang tua dan hanya diurus oleh kakek dan neneknya, Tuan dan Nyonya Wilson.


Kelly tahu dirinya tak bisa berbuat apapun saat ini untuk menolak perjodohan putranya tersebut, sebab Kelly tidak setuju jika putranya menikah secara paksa. Tapi, tak ada yang bisa ia lakukan sebab semua keputusan berada di tangan sang ayah mertua.


Sungguh, jika bisa mengemukakan pendapat ia akan menolaknya dengan alasan jika Kenzo harus memilih jalan kehidupannya. Tapi, apa boleh buat. Bahkan ke dua orang tua Kelly saja tidak bisa menentang keputusan besannya itu karena Tuan Redrigo lebih kaya dan berpengaruh dari mereka.


Malam itu juga akhirnya Kenzo bisa pulang bersama ibunya kembali ke dalam negri. Setelah menempuh jalan perdebatan kecil yang sedikit alot, Kelly akhirnya bisa membujuk ayah mertua dan suaminya itu untuk pulang dengan alasan pekerjaan. Sedangkan untuk Kenzo, ibunya itu meminta satu kali kesempatan agar putranya bisa pulang dan berpamitan kepada teman-temannya. Juga, mengurus semua yang belum sempat diurus di sekolah lamanya.

__ADS_1


Saat dirinya baru menginjakan kaki di rumah, ia dihampiri salah satu satpam yang waktu itu bertemu dengan Kayla.


Pak satpam menceritakan kejadian dua hari yang lalu saat seorang gadis datang ke kediamannya itu untuk mencari Kenzo. Gadis cantik yang berpenampilan mirip dengan preman pasar, tapi terlihat seperti tukang ojek juga.


Kenzo menghentikan langkah untuk bertanya, "Siapa?" tanyanya singkat.


"Namanya ... mm, kalau gak salah ... Mar ... Mar apa ya?" Pak satpam nampak berpikir keras.


Mendengar penjelasan satpam tersebut, si Tuan Muda malah tersenyum karena sudah bisa menebak siapa gadis yang dimaksud pak satpam. Sedangkan ibunya hanya menatap serius pak satpam dengan rasa penasarannya.


"Namanya ..." satpam belum sempat berucap, sebuah suara menginterupsi.


"Markonah. Namanya Markonah," perempuan muda itu menghampiri sambil menyebutkan nama gadis yang dimaksud satpam rumahnya.


Mendengar suara yang tak asing bagi mereka, Kenzo dan Kelly segera menoleh. "Khanza!"


Perempuan muda itu pun tersenyum sembari melambaikan tangan. "Hai!"


"Kapan kamu pulang? Kenapa nggak bilang Mommy kalo mau pulang?!" tegur Kelly kepada putrinya.


Khanza langsung memeluk ibunya sambil tersenyum manis. "Aku mau ngasih kejutan, tapi aku malah yang terkejut atas kepergian kalian ke rumah Opa!" ia cemberut saat mengatakan kalimat tersebut.


"Maafin Mommy, sayang! Mommy dan Daddy ada pekerjaan di sana," jelas Kelly.


"Lalu? Dia! Bukannya dia ujian akhir minggu ini?" Khanza menunjuk ke arah Kenzo.


Yang ditunjuk malah membuang muka. "Gosah nanyain tentang gue!" sahutnya ketus seraya pergi.

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2