
Di rumah kontrakan tempat Kayla saat ini.
Terlihat ibu kontrakan berjalan sembari berteriak memanggil nama gadis salah satu penghuni kamar kontrakannya. "Neng Kayla ... Neng!" namun, si pemilik nama tak menyahut hingga ibu kontrakan pun berteriak kembali. "Neng Kayla! Ke mana tuh anak ya,"
Tetangga kamar kontrakan Kayla yang bernama Partini, kebetulan keluar dari dalam kamar. "Ada apa, Bu? Kenapa terlihat buru-buru gitu?!"
Bu Pariyem segera mendekat setelah melihat Partini keluar. Wanita paruh baya tersebut menarik tangan Partini sembari berbisik dengan nada antusias "Di bawah ada yang nyariin Neng Kayla. Orangnya ganteeeeeeeeng banget," ucapnya berlebihan.
Partini menoleh ikut antusias. "Serius, Bu? Ora ngelemboni!" (Enggak bohong!)
"Ya ora lah, masa Ibu bohong sih! Wajahnya itu mirip Opah-Opah korea," selorohnya dengan mata berbinar, membayangkan pemuda yang sedang mencari Kayla di bawah.
Partini terkekeh mendengar ibu kontrakan menyebutkan ciri-ciri tamu tersebut. "Masa Kayla dicariin Kakek-Kakek sih, Bu! Ada-ada aja," ia cekikikan menertawakan ibu kontrakan.
Pariyem menggelengkan kepala seraya melambaikan tangan. "Bukan Kakek-Kakek, Tini. Ya elah, masa kamu gak tahu sih! Maksudnya Ibu itu laki ganteng orang korea," jelasnya kemudian.
Partini semakin terbahak mendengar penjelasan ibu kontrakannya. "Hahaha, Ibu ini gimana sih! Kalau lelaki ganteng orang korea itu namanya Oppa," tuturnya menjelaskan.
"Apa bedanya? Sama aja perasaan," Ibu Pariyem tidak mau kalah.
Partini pun mengalah. "Ya udah, gimana Ibu aja." cetusnya kemudian.
"Eh, si Neng Kayla nya ke mana ya? Dipanggil-panggil kok enggak nyahut sih," ujar Pariyem sembari melirik ke sana-ke mari, mencari sosok yang dimaksud.
Partini ikut celingukan. "Nggak tahu, Bu! Mungkin aja di dalem," ujarnya seraya melangkah menuju kamar Kayla, lalu mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok ... tok ... tok
"Kay ... Kayla!" panggil keduanya sembari terus mengetuk pintu kamar gadis itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian, sosok yang dipanggil pun muncul di balik pintu yang sedikit terbuka dengan mata menyipit serta rambut Kayla yang panjang terurai itu terlihat berantakan. Dilihat dari penampilannya yang acak-acakan, sepertinya gadis itu baru saja bangun tidur.
"Iya, Bu, Mbak Tini. Ada apa?" suaranya serak ciri khas orang baru bangun tidur.
Kedua wanita yang tengah berdiri di depan pintu kamar Kayla pun mengerutkan keningnya, menatap gadis tersebut. "Kamu dari tadi tidur?" tanya keduanya serempak dan Kayla hanya mengangguk sambil sesekali menguap. "Idih. Dipanggil dari tadi tahunya molor,"
Kayla cengengesan sembari menggaruk kepalanya. "Emang ada apa Ibu nyariin aku?"
Si ibu mendekat dengan wajah berbinar "Di bawah ada tamu yang nyariin kamu. Orangnya super duper ganteng pake banget," terlihat senyum mengembang di bibir wanita paruh baya tersebut.
Gadis itu mengernyitkan keningnya, "Tamu? Siapa, Bu?" tanya Kayla jadi penasaran.
"Ibu kagak tahu! Orangnya cakep dah,"
"Katanya Opah-opah lho, Kay!" Partini menimpali sembari terkekeh geli.
"Berarti udah tua dong, Bu!" seloroh Kayla ikut tertawa.
Kayla pun berpikir sejenak. "Siapa yang nyariin aku ke sini? Perasaan gak ada yang tahu kalau aku tinggal di sini." gumam Kayla lirih. "Umm, apa pemuda yang waktu itu nganterin aku ke sini, Bu?" tanya Kayla kemudian.
Si ibu kontrakan menggelengkan kepala dengan cepat. "Bukan! Kalau yang itu mah Ibu udah kenal. Ini mah baru lagi. Lebih cakep dah pokoknya," ujarnya masih terlihat berbinar.
Partini menarik tangan Kayla lalu menggandengnya untuk berjalan ke bawah. "Perasaan malah Ibu yang kesenangan deh di datengin tuh cowok. Cepet Kay, temuin sana! Aku juga penasaran, seperti apa pemuda yang bikin Ibu histeris gitu!"
"Iya, Mbak. Kay juga sama penasarannya ama itu cowok. Soalnya gak ada yang tahu kalau Kay tinggal di sini." kata Kayla sembari ikut berjalan.
Ibu Pariyem menghentikan langkah Kayla dengan menarik tangannya sampai gadis itu pun berbalik badan lagi. "Tapi sebelum itu, Neng Kay mandi dulu sana! Masa nemuin cowok dekil gitu. Mukanya lecek, ada beleknya lagi. Iiihh, entar orangnya ilfil tahu."
"Biarin lah, Bu. Masih manis ini," selorohnya dengan terkekeh. Kayla bahkan menguap lebar di depan ibu kontrakan dan Partini karena dirinya masih sangat mengantuk.
__ADS_1
"Idih, jorok!" pekik Partini dan Pariyem bersamaan. Keduanya mendorong tubuh Kayla menuju kamar mandi sambil berkata, "Sana mandi!" dan gadis itu hanya tertawa terbahak.
Langkah kakinya terayun ke kamar mandi setelah menyambar handuk di jemuran. Tak lupa ia meminta ibu kontrakan untuk menemui lagi tamunya itu, dan menyuruhnya menunggu di balkon.
Semalam, Kayla bekerja hingga larut sebab teman yang biasa bergantian shift dengannya tidak masuk karena sakit. Akhirnya, Kayla yang mengerjakan pekerjaan temannya itu dan pulang hingga pukul satu dini hari.
Setelah pulang, dia tidur sebentar dan bangun pukul lima pagi untuk membaca buku pelajarannya sebelum berangkat ke sekolah pukul tujuh. Sepulang sekolah, Kayla menjadi tukang ojek online sampai pukul enam sore dan berangkat kerja lagi pukul tujuh.
Begitulah keseharian Kayla menjalani hidupnya agar bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebiasaannya itu diterapkan saat dirinya tinggal bersama paman dan saudara sepupunya waktu di rumah.
Namun kini, Kayla terbiasa bekerja sampai lupa waktu. Bedanya, dulu ia bekerja untuk mencukupi biaya hidup bertiga dan sekarang dia memenuhi kebutuhannya sendiri.
Ibu Pariyem melangkahkan kaki menuruni tangga untuk menemui tamunya Kayla. Karena penasaran, Mbak Partini pun mengekor di belakang ibu kontrakan sebab ingin melihat wajah lelaki tampan Opah korea. Hihihi.
Setibanya di bawah, mereka malah celingukan mencari tamu yang katanya mirip Opah korea itu. "Mana orangnya?" keduanya saling pandang, menatap satu sama lain dengan wajah kebingungan.
"Ah, si Neng Kay lama bener sih. Jadinya 'kan keburu pegi tuh laki cakep nya," selorohnya gemas.
Yang terlihat kecewa malah ibu kontrakan, sedangkan Kayla saja bersikap cuek. Malahan, gadis itu santai saja di kamar mandi.
Keduanya berbalik, melangkah kembali ke dalam. Tapi, sebelum langkah kaki mereka berdua menapaki tangga, suara serak garong seorang pemuda menginterupsi hingga mereka sontak berbalik.
"Maaf, Kayla nya mana?"
Partini refleks menoleh. "Huaaaa ... ganteng banget!" ekspresi wanita muda itu malah terlihat lebih heboh dibandingkan ibu kontrakan saat tadi menggambarkan pemuda tampan di hadapan mereka kini.
Saking senangnya, Partini dan ibu kontrakan sampai berjingkrak-jingkrak sembari tersenyum lebar membuat pemuda tersebut mengerutkan keningnya.
"Apa mereka gila?" gumam si pemuda kebingungan.
__ADS_1
...Bersambung ......