Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 149


__ADS_3

Happy reading


đź’•đź’•đź’•đź’•đź’•


"Jadi gimana, apa kamu menyukai villaku Mrs. Reyhan?” seloroh Davin sebelum menyesap wine-nya.


“Tentu saya sangat menyukainya, villanya sangat indah apalagi dengan privat beachnya.” Diana tersenyum tulus. “Terima kasih Tuan, sudah mengijinkan saya menginap di villa Anda.”


Davin tergelak mendengar ucapan Diana. “Jangan bicara formal begitu padaku, aku merasa tidak enak pada pria di sebelahku ini." Menunjuk Reyhan dengan ekor matanya.


Reyhan hanya menyunggingkan senyum.


“Tinggallah di sana sepuas kalian, itu hadiah pernikahan dariku.” Mengangkat gelasnya memberi kode Reyhan untuk bersulang.


“Thanks, Vin.” Reyhan balas mengangkat gelasnya kemudian menyesap wine masing-masing.


“Hai, Davin, long time not see. I really miss you!” Seorang wanita berambut pirang panjang terurai tiba-tiba datang dan merangkul bahu Davin dari belakang. Dia menumpukan dagunya di bahu pria itu.


Reyhan dengan santai meneguk winenya, sementara Diana terus memperhatikan mereka.


Davin meletakkan gelasnya lalu tersenyum ke arah wanita yang merangkulnya. “Hai, Clara, kapan kamu pulang?”


“Tadi siang.”


“Kenapa tidak mengabariku? Aku bisa menjemputmu di bandara.”


“Tadi niatnya mau ngasih surprise ke kamu. Aku sempat ke rumahmu, tapi kata tante kamu lagi ngadain pesta di hotel ini. Jadi aku nyusul ke sini.”


Davin menarik tangan Clara, menuntunnya untuk duduk di sebelah dirinya. “Kenalin temanku, Reyhan.” Menunjuk Reyhan, “itu istrinya, Diana.” Menunjuk Diana.


“Owh, hai, aku Clara.” Mengulurkan tangan bergantian dari Reyhan kemudian ke Diana.

__ADS_1


“Clara baru menyelesaikan studynya di LN,” jelas Davin.


“Owh, lalu kapan kalian akan menikah?” tanya Reyhan to the point.


Diana menatap Reyhan, ingin memprotes gaya bicaranya yang ceplas-ceplos itu. Namun, Reyhan mengabaikan tatapannya, dia sibuk menuang wine ke gelasnya.


“Aku belum berpikir ke arah itu,” jawab Davin.


Diana melihat raut kekecewaan di wajah Clara setelah mendengar jawaban Davin. Sepertinya gadis itu menyukai Davin.


“Hei, ayolah Vin, ingat umur. Gue saja sudah punya Rangga dan sekarang sedang proses lagi satu. Masak loe belum memikirkan pernikahan.”


Belum sempat Davin menjawab, music DJ yang tadinya berdentum keras kini berubah menjadi melow. Lirik You Are The Reason (Calum Scoot) mulai mengalun merdu.


Terlihat satu persatu tamu-tamu mulai mengajak pasangannya untuk turun ke lantai dansa.


“Apa kalian tidak ingin berdansa?” tanya Davin sembari berdiri mengajak Clara menuju lantai dansa.


“Aku belum pernah berdansa," jawab Diana gugup.


Reyhan tergelak. “Itu bukan masalah, ayo!” ajaknya lagi.


Meskipun masih ragu Diana menyambut tangan Reyhan yang kemudian menggenggamnya erat dan menuntunnya ke lantai dansa.


Reyhan menarik tubuh Diana merapat ke tubuhnya. Kemudian menuntun tangan mungil Diana merangkul lehernya dan menempatkan tangannya sendiri ke pinggang gadis itu.


Diana hanya menurut, dia merasa sangat gugup karena ini adalah pengalaman pertamanya. Dia menyadari gerakannya kini sangat kaku, tapi Reyhan dengan santainya terus berayun sambil mendengarkan musik yang terus dimainkan.


Reyhan memutar tubuh Diana agar membelakanginya. Kemudian, dia memeluk Diana dari belakang dan menumpukan dagunya di bahu wanita itu.


I’d climb every mountain

__ADS_1


And swim every ocean


Just tobe with you


And fix what i’ve broken


Cause i need you to see


That......


“You are the reason!” bisik Reyhan di telinga Diana. Diana tersenyum bahagia mendengarnya. Dia mengusap lembut rahang Reyhan. Ketika ada pelayan yang lewat, Reyhan mengambil segelas wine dan meneguknya hingga tandas sambil terus berdansa. Kemudian menaruh kembali gelas yang sudah kosong kepada pelayan.


Davin datang bersama Clara lalu menepuk pundak Reyhan. “Kau menikmatinya?” Reyhan mengangguk. Davin kemudian mengajak Clara duduk di sofa kembali.


Reyhan dan Diana memutuskan berhenti berdansa dan menyusul Davin duduk di sofa.


“Kenapa kalian berhenti?” Menggoyangkan gelasnya sebelum meneguk isinya.


“Kami sudah lelah,” jawab Reyhan, “mulai sampai di sini kami belum sempat istirahat.”


“Apa kalian mau balik ke villa sekarang?”


“Sepertinya begitu,” jawab Reyhan santai.


“Kalian malam ini menginap di hotel ini saja, biar aku suruh bagian housekeeping menyiapkan kamar untuk kalian.”




❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Selamat berhari minggu guys 🎉


__ADS_2