Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 135


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


Reyhan sedang meneguk wine untuk gelas yang kedua. Dia berdiri di dekat jendela yang sepi sembari menunggu Diana kembali dari toilet. Udah hampir dua puluh menit, tetapi Diana belum juga kembali dan dia mulai gelisah. Netranya mengawasi para tamu yang berkerumun dan bercakap-cakap satu sama lain.


Sebentar lagi mereka akan memasuki ruangan utama untuk makan malam formal dan Jonathan tampak menggiring para tamu menuju ruangan itu.


"Kau datang dengannya?" Sebuah suara seorang gadis yang Reyhan kenal menginterupsinya.


Entah dari mana datangnya, Alice sudah berdiri di sebelah Reyhan sembari menyesap anggur. Gadis itu menatap Reyhan dengan tatapan mencemooh.


"Tentu saja." Reyhan mengalihkan pandangan ke kerumunan tamu. "Malam ini adalah malam pengumuman status kami."


"Apa kau tidak sadar, apa yang kau lakukan ini telah menamparku? Mempermalukan harga diriku yang kalah bersaing dengan wanita seperti Diana." Alice mendengkus kesal.


"Kenapa kau harus merasa seperti itu? Alice, kau salah jika berpikir seperti itu," Reyhan bergumam dingin.

__ADS_1


Alice menghela napas panjang melihat ekspresi dingin Reyhan. "Sepertinya dia sangat istimewa bagimu. Kau memperlakukannya bagai ratu," cibirnya.


Reyhan melirik Alice yang tengah menyesap anggur. Entah itu gelas ke berapa karena Alice terlihat mabuk dan tidak fokus.


"Dia memang istimewa. Diana istriku, dia ratuku, ibu dari calon anakku."


"Sebenarnya apa yang membuat dia terlihat istimewa di matamu?"


Reyhan mengernyit. Kali ini dia yakin Alice benar-benar mabuk. Gadis itu terlihat sempoyongan, tidak mampu berdiri tegak, dan bersandar di jendela.


Alice tersenyum sinis. "Kau selalu menyebutnya istimewa karena dia mengandung anakmu. Aku sangat penasaran, bagaimana kalau yang membuatnya istimewa tidak ada lagi?"


Mata Alice bersinar penuh rahasia. "Pembalasan. Nyawa harus dibayar dengan nyawa."


Reyhan mengeram kesal. Dia mencengkeram erat lengan Alice. Sayangnya, Alice terlalu mabuk untuk takut pada perlakuan dan tatapan membunuh Reyhan. Alice tersenyum dengan tatapan penuh gairah, merasakan sentuhan Reyhan di tubuhnya.


"Jika terjadi sesuatu pada Diana dan kau adalah dalangnya, aku bersumpah akan membuatmu menyesal seumur hidup," ucap Reyhan penuh ancaman.

__ADS_1


Alice terkekeh senang. "Lalu, bagaimana dengan perbuatanmu pada kedua orang tuaku? Apakah kau lupa itu? Karenamu aku menjadi yatim piatu. Kau berjanji akan menjagaku, menjadi pelindungku, tapi ternyata kau mencampakkanku setelah mendapatkan surat perdamaian itu. Kau sengaja melemparku jauh agar kau bisa bebas menikahi wanita lain." Mata Alice berkilat karena air yang mulai menggenang di kelopak matanya.


Tatapan Reyhan melemah, begitu juga cengkeramannya. "Alice, kau salah paham. Aku tidak pernah melupakan janjiku. Aku mengirimmu ke luar negeri dan aku mendaftarkanmu ke universitas terbaik di sana. Aku ingin kau sukses memimpin perusahaan papamu kelak tanpa bayang-bayangku. Aku menyayangimu, Lis." Reyhan menangkup kedua pipi Alice.


"Bullsh*its!" ucap Alice setengah berteriak. Dia menepis tangan Reyhan dengan kasar.


"Sungguh Lis, aku menyayangimu. Kau sudah seperti adikku, kau ...."


"Aku tidak ingin menjadi adikmu." Wajah Alice berurai air mata. "Aku ingin menjadi istrimu."


Reyhan terperangah atas ucapan yang keluar langsung dari bibir Alice. Dia memang menyadari perasaan Alice untuknya, tetapi dia sengaja menghindar selama ini. Alice gadis yang cantik, muda, dan dari keluarga terhormat. Reyhan tidak ingin merusak gadis itu dengan perbedaan usia yang jauh dan status dirinya yang single parent. Alice pantas mendapatkan pria yang lebih segalanya dibanding dia. Lebih tampan, mapan, dan seumuran tentunya.


"Itu tidak mungkin Lis, kau adik bagiku. Mengertilah ...."


"Sayangnya aku tidak ingin mengerti. Kalau aku tidak bisa menjadi istrimu maka siapa pun tidak berhak menjadi istrimu." Alice tertawa sinis.


Reyhan menatap Alice tak percaya. Alice begitu keras kepala. Reyhan segera menjauh dari Alice. Tanpa menunggu Jonathan, dia setengah berlari menuju toilet menyusul Diana. Diana sudah terlalu lama di toilet dan kini jantung Reyhan berdebar cemas.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2