Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 144


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


Diana terbangun ketika dia merasa punggungnya dikecup dengan begitu mesra. Dadanya diremas dengan begitu lembut, tetapi penuh gairah. Langit di luar sudah tampak gelap, berarti Diana tertidur cukup lama. Suasana kamar tampak gelap karena lampu yang belum sempat dia nyalakan tadi. Hanya sinar bulan menembus jendela kaca yang belum ditutup, memancarkan cahaya temaram memasuki kamar.


Pria yang mencumbu Diana begitu bergairah, tangannya bergerak dari bagian dada hingga turun ke bawah, ke bagian tubuh Diana yang paling sensitif, lalu memainkannya dengan sangat ahli. Bibirnya yang panas menciumi setiap inci telinga Diana hingga leher. Membuat Diana semakin terjaga, lalu perlahan membuka mata, dan tersadar jika dirinya bersama Reyhan.


"Rey," gumamnya dengan suara serak. Meskipun wajah Reyhan terlihat samar di kegelapan malam, tetapi tubuh Diana sudah hafal dengan sentuhannya. Sekujur tubuhnya terasa berdenyut setiap disentuh Reyhan.


"Rey, kau sudah pulang?" Diana mengusap punggung Reyhan yang kini telah menindihnya. Reyhan tampak terlindung dalam bayangan gelap sinar temaram kamar. Dalam penglihatannya yang masih mengantuk, Diana bisa melihat Reyhan tersenyum samar. Tatapan Reyhan terlihat tajam, sekejap Diana merasa takut. Namun, dia segera menepis rasa takut itu. Diana yakin kegelapan yang menyelimuti Reyhan yang membuat pria itu tampak menakutkan. Reyhan sangat mencintainya, dia yakin pria itu tidak akan menyakitinya.


"Kau bilang tidak jadi ... pula—ng," ucap Diana terengah di tengah cumbuan-cumbuan Reyhan yang menyiksa.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang." Jemari Reyhan kembali mengusap milik Diana yang paling sensitif. Dalam sepersekian detik tubuh Diana menegang seperti disetrum aliran listrik.


Mata Reyhan yang dipenuhi kabut gairah mengamati setiap reaksi Diana. Diana menggigit bibir dan mengerang semakin kencang ketika jemari Reyhan menggoda lagi. Bibir Reyhan mencumbu telinga, tengkuk, dan leher Diana. Membuat wanita itu menggelinjang penuh gairah.

__ADS_1


"Rey ...," de*sah Diana dengan napas terengah.


"Apa aku sudah boleh? Hm?" bisik Reyhan mesra di telinga Diana.


Diana mengangguk. Dengan cekatan Reyhan melepas semua yang ada di tubuh Diana, membuat istrinya itu terbaring tanpa sehelai busana di atas ranjang berseprai sutra hitam. Diana terlihat sudah sangat siap, dia bagaikan Dewi Amor yang dikirim dari kahyangan untuk memu*askannya.


Reyhan sudah tidak tahan lagi, kepalanya terasa pening akibat gairah. Dengan penuh keahlian, Reyhan mencumbu Diana. Bibirnya yang panas meninggalkan jejak di mana-mana. Di leher, bahu, dada, perut dan ....


Diana harus menjerit, memekik keras atas sensasi yang dia rasakan. Bibir Reyhan yang panas bermain lihai di titik tersensitifnya. Mencumbu tanpa ampun dan begitu memuja dengan lidah dan bibirnya.


Reyhan memutuskan Diana sudah siap untuknya, dia segera melepas seluruh pakaiannya, lalu mulai menenggelamkan dirinya.


Mata Reyhan yang berselimut api gairah menatap Diana cemas. Namun, wajah Diana menunjukkan tidak ada rasa sakit. Tubuhnya menerima Reyhan sepenuhnya di dalam sana, membungkus dengan hangat dan panas.


"Aku menginginkanmu Rey ... sangat!" Diana menenggelamkan dirinya di leher Reyhan. Mencumbu leher suaminya itu dengan memberi gigitan-gigitan kecil di sana.


Kali ini giliran Reyhan yang harus mengerang. "Kau nakal, Sayang." Reyhan merasa sudah tidak sanggup lagi. Dia tersenyum menerima perlakuan Diana, lalu mulai bergerak. Semula pelan, kemudian semakin cepat sesuai ritme mereka yang cepat dan gairah yang semakin memuncak.

__ADS_1


"Oh, astaga. Kau membungkusku dengan begitu kuat, Sayang." Reyhan mengerang parau ketika dia akan mencapai puncak.


Pinggul Diana bergerak mengikuti Reyhan yang siap membawanya ke puncak. Dia memejamkan mata, menikmati sensasi gerakan Reyhan pada penyatuan tubuh mereka yang luar biasa. Diana meledakkan dirinya dalam kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dia seakan melayang dan meleleh sekaligus.


Reyhan memeluk erat-erat tubuh Diana setelah ledakan dahsyat disertai euforia yang dia ciptakan di dalam tubuh wanita itu. Napas keduanya terengah, mereka berbaring sambil berpelukan. Jemari Reyhan menyusuri punggung polos Diana, merapatkan tubuh istrinya itu untuk berlindung di dada bidang miliknya.


Diana menenggelamkan kepalanya dalam rengkuhan dada Reyhan. Menikmati debaran jantung mereka yang makin lama makin tenang. Kemudian mendongak menatap Reyhan dengan penuh cinta.


"Aku mencintaimu, Rey."


Reyhan tersenyum lembut. "Aku juga mencintaimu, Sayang." Dia mengecup dahi Diana lembut sebelum memutuskan untuk memejamkan mata.


❤️❤️❤️❤️❤️


Huuuhhhh🥵🥵🥵


Panas gaes,

__ADS_1


gerah gerah gerah


__ADS_2