Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
BAB 93 PAK BOS MARAH


__ADS_3

"Astaga! Kenapa kamu tidak antar ke atas!!!"


Panggilan itu langsung ditutup mendadak di akhiri dengan teriakan sang bos di telinganya, membuat Fuji terpana sendiri, baru kali ini bossnya itu berteriak padanya seolah-olah dia baru saja membuat kesalahan besar.


Dara pura-pura tak melihat ekspresi Fuji yang melongo dengan muka tegang.


Dia duduk dengan santai menebar pesonanya dengan cara yang elegan.


Lima menitan kemudian, pintu lift terbuka, dan Windu keluar dari sana dengan langkah terlihat jelas sangat terburu-buru.


Semua orang sedang berada di lobby itu berdiri dan membungkukkan badan kepada boss mereka, yang muncul dengan raut wajah seperti barusan di beri surprise.


"Sayang..." Mata Windu tertuju hanya pada satu orang, yaitu Dara yang segera berdiri ketika suaminya itu tiba. Dia langsung menghampiri Dara dan tanpa ragu memberi pelukan pada istrinya itu di depan semua orang.


"Oh, sayang...maaf kalau aku menganggumu." Dara tersenyum lebar, membalas pelukan suaminya sebentar sebelum melepasnya dengan gerakan elegan.


Semua mata menatap takjub, tak terkecuali Fuji dan the gengnya, bagaimana tidak, bos mereka yang terkenal dingin dan acuh tak acuh itu begitu ramah dan mesra pada perempuan ini.


Tanpa perduli situasi, Windu telah memberikan pelukan pada Dara seakan menunjukkan betapa pentingnya perempuan yang baru saja tiba itu, tentu saja adegan itu membuat Fuji bahkan semua yang melihatnya merasa hampir pingsan.


"Fuji, kenapa kamu membiarkan istriku menunggu di sini?" Pertanyaan Windu yang tajam, membuat tak hanya Fuji yang seperti di sambar petir tapi semua yang mendengarkannya.


"Bukankah kamu bisa mengantarnya langsung ke ruanganku?" Tanya Windu sedikit menghardik.

__ADS_1


"Aa...tapi...tapi aku tidak tahu kalau mbak eh ibu ini, istrinya bapak." Jawab Fuji dengan gemetar.


Dara tersenyum samar menyembunyikan kepuasannnya, seolah berhasil memberikan shock therapy pada asisten baru suaminya itu. Dia telah menunjukkan dirinya sebagai istri dari tuan muda yang sangat di idolakan para kaum hawa penghuni gedung ini, terlebih yang single.


"Sayang, dia hanya tidak tahu saja, bukan salahnya kok." Dara menengahi, sambil memegang lengan Windu.


"Kalian juga, kenapa tidak memperkenalkan nyonya muda kalian cepat? ini pertamanya dia kemari, malah di suruh menunggu di lobby begini seperti mengantri saja? Dia cuma mau bertemu suaminya!" Terlihat sekali Windu kesal pada dua bodyguard yang mengawal istrinya itu.


Windu tak pernah banyak bicara jadi tak pernah terlihat seperti sekarang, karena marah merasa istrinya tidak di sambut dengan baik.


Keke dan Eva berdiri di belakang kursi dengan menunduk, mereka menyembunyikan wajahnya karena gugup di lihat oleh Istri sang bos, meskipun mereka tidak berbuat apapun tapi mereka sering bergunjing di belakang kalau istri bosnya itu hanyalah istri yang di jodohkan orangtuanya, putri dari salah satu pelayan rumah Tuan Danuar.


Di perkiraan mereka, istri bos mereka itu hanya perempuan kampungan yang jadi pajangan di rumah demi mengikuti perjodohan kehendak orangtuanya. Itulah rumor yang beredar selama ini. Apalagi istri bos mereka itu bertahun-tahun tak pernah terlihat sejak pernikahan mereka, malah parahnya ada beberapa isu beredar, mereka telah bercerai diam-diam.


Bos mereka pak Windu, tak banyak bicara dan tak pernah mengumbar urusan rumah tangganya. Si Ricky asistennya, meskipun teman dekat Windu juga tak pernah mau menyinggung urusan privacy sang bos. Dia tahu benar, Windu tidak suka urusan pribadinya menjadi konsumsi publik.


Dia sangat cantik, anggun dan berkelas. Tidak menunjukkan sama sekali jika dia adalah putri seorang pelayan seperti cerita beberapa pegawai senior di perusahaan itu.


"Kalian tidak memperlakukan nyonya muda kalian dengan hormat." Windu tetap saja tak bisa menerima, Dara di suruh menunggu di lobby lantai bawah tanpa mengantar langsung ke ruangannya.


Dua bodyguard itu tidak berani mengangkat wajah, mereka tahu bos mereka ini sedang marah, membuat Dara menjadi tidak enak karena dia yang tak mengijinkan mereka bicara tadi demi meladeni sikap sok asisten Windu.


"Sudahlah, sayang...aku senang menunggumu turun ke sini, sambil berkenalan dengan mereka." Dara melirik pada Fuji yang benar-benar tak berani mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Fuji..." Windu menatap asistennya itu dengan tajam


"Ya, pak."


"Ingatlah wajah nyonya mudamu ini, dia adalah istriku. Jadi aku tidak mau lagi dia diperlakukan secara tidak hormat." Suara Windu terdengar dalam kepada Fuji.


"Ma...maaf, pak...akan saya ingat, pak" Fuji menjawab dengan gelagapan.


"Dan kalian semua juga..." Windu mengitari pandangannya pada beberapa pegawai yang berdiri seperti patung sambil menundukkan wajah.


"Ayo ikut aku..." Windu menggandeng Dara sambil melihat Fuji dengan raut tanpa ekspresi.


"Sayang, sudahlah...aku yang salah, aku datang tanpa memberitahumu. Aku hanya ingin melihatmu, sekalian melihat kantormu. Setelah ini jika kamu tak sibuk, kita makan siang bersama." Dara menyahut, sambil mengikuti langkah Windu yang jelas menunjukkan kesalnya.


Dua bodyguard Dara segera bergerak membuka lift untuk pasangan itu, membiarkan berpasang-pasang mata menatap mereka dengan tegang.


Mereka tak pernah melihat wajah bos muda mereka itu sekesal itu karena marah. Dan terlebih lagi, mereka baru kali ini bertemu langsung dengan istri pak Windu itu, dengan penampilan dan pesonanya segera membuat beberapa perempuan yang menganggap mereka begitu cantik, menjadi insecure.


Istri bos mereka itu tidak hanya cantik tapi membuat kepercayaan diri mereka turun ke level rendah.


Berusaha mencari perhatian Windu, ternyata istrinya secantik dan semewah itu, mereka bukan apa-apa.


__ADS_1


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you allā¤ļø...


__ADS_2