
Happy reading
đź’•đź’•đź’•đź’•đź’•
“Iihh, ditanyain kok malah senyum-senyum aja," protes Diana.
“Udah, makan aja dulu entar aku kasih tau.”
“Enggak, aku penasaran. Buruan kasih tau!”
Reyhan menghela napas. “Hm, Davin menyuruh kita datang ke hotelnya nanti malam.”
“Untuk?”
“Dia buat pesta penyambutan untuk kita.”
“Benarkah?”
“Sekalian dia pingin kenal sama kamu.” Menunjuk Diana dengan garpu di tangannya.
__ADS_1
"Habis makan, kita berenang, yuk!” ajak Diana.
“Boleh,” sahut Reyhan menyetujui.
Kamar mereka terletak di lantai satu, menghadap langsung kolam renang dan private beach yang terletak tidak jauh dari kolam renang. Juga terdapat gazebo di sebelah kiri kolam.
“Bentar, aku ganti baju dulu.” Diana Melangkah menuju kopernya, sedangkan Reyhan lebih dulu melangkah ke kolam renang sembari melepas kemejanya. Dia merasa sudah sangat gerah sepanjang perjalanan tadi.
Sampai di kolam Reyhan melepas celana panjangnya dan hanya menyisakan boxer, lalu melompat ke dalam kolam.
Selang beberapa menit, Diana muncul mengenakan jubah mandi berwarna putih dengan rambut yang digerai. Dia tersenyum melihat Reyhan yang menikmati waktu berenangnya.
"Kenapa hanya tersenyum di situ? Ayo, buruan turun. Airnya seger banget," panggil Reyhan sebelum menenggelamkan seluruh tubuhnya ke air.
Diana melepas jubah yang dia kenakan. Tampaklah tubuh Diana yang hanya berbalut bikini berwarna hitam. Warna yang sangat kontras dengan warna kulit Diana. Kulit putih mulus itu kini terekspos sempurna, begitu juga setiap lekuk tubuhnya.
Reyhan terdengar mengeram. Wajahnya berubah merah padam. Dia bergegas menghampiri Diana yang tengah menuruni tangga dan segera merangkulnya. Mencoba menyembunyikan tubuh seksi Diana dengan tubuhnya.
“Kamu apa-apaan pakai beginian? Kamu lupa kalau aku paling benci melihat pakaian seperti ini." Reyhan melotot marah.
__ADS_1
“Kenapa? Aku, 'kan mau berenang,” jawab Diana santai tanpa rasa bersalah. Padahal dada Reyhan sudah bergemuruh lantaran kesal.
“Iya, tapi jangan pakai yang seperti ini. Aku gak rela kalau ada pria lain yang melihatmu.” Mencoba menutupi tubuh Diana dengan badannya. Kepalanya celingukan, takut kalau ada orang selain mereka di sana dan melihat tubuh seksi Diana.
Diana tertawa mencemooh. “Sayang, kau pikir aku bodoh. Ini villa pribadi, cuma ada kita berdua di sini.” Mengalungkan tangannya ke leher Reyhan. Suara Diana terdengar basah dan seksi. “Kamu lupa, ya?" Menatap Reyhan dengan tersenyum menantang.
Reyhan menatap tajam. Napasnya terdengar memburu ketika sepasang manik miliknya jatuh pada bibir merah muda milik Diana. Bibir itu sedari tadi bergerak seksi, menggoda naluri kejan*tanannya. Tanpa melepas tatapannya, tangan Reyhan bergerak turun ke pinggang Diana, lalu mengangkat tubuh wanita itu. Dia menengadah agar bisa menatap mata Diana.
Diana tidak diam, insting wanitanya bekerja cepat secara alamiah. Melingkarkan kakinya ke pinggang Reyhan tanpa diminta. Satu tangan melingkar di leher Reyhan, sedangkan tangan satunya menyusuri rahang kokoh milik Reyhan yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus. Membelai lembut dan menggoda. Pandangan mereka beradu dalam pancaran mata yang dipenuhi balutan gairah yang menggebu. Tidak ada yang bersuara, pancaran sinar mata dan senyum yang terukir di bibir cukup menjelaskan semua.
Perlahan Diana menurunkan wajahnya, mendekatkan bibirnya ke bibir Reyhan. Mengu*lum lembut bibir atas Reyhan dengan penuh gairah.
Reyhan segera menyambutnya dengan mengulum bibir bawah Diana. Mengisap kuat hingga terdengar suara decitan dari mulut keduanya. Bibir Diana sudah bagaikan susu kental manis bagi Reyhan, hingga dia tidak akan merasa cukup hanya dengan menciumnya saja.
Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan berubah panas, membakar hasrat yang harus segera tersalurkan. Perlahan, tanpa melepas ciumannya, satu tangan Reyhan naik ke punggung Diana, mengusap menggoda sebelum menarik tali kecil yang menjadi satu-satunya penutup bagian punggung. Dengan sekali tarikan saja bikini itu terlepas seluruhnya. Tubuh Diana benar-benar polos dalam gendongan Reyhan.
Reyhan menuntun Diana naik ke atas gazebo yang berada di sisi kiri kolam. Merebahkan tubuh polos Diana di atas matras, kemudian menurunkan seluruh tirai gazebo ....
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1