Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 145


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


Diana menggeliat ketika terbangun dari tidurnya. Dia langsung merasa pegal di seluruh badan, terutama area pribadinya yang terasa sakit dan tidak nyaman. Perlahan dia membuka mata, lalu mengernyit begitu menyadari Reyhan berbaring di sebelahnya. Pria itu berbaring miring dengan telapak tangan yang menopang kepala dan bertumpu pada siku.


"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Reyhan dengan senyum menggoda.


Diana tersenyum malu. Dia semalam begitu bergairah dan mengira apa yang mereka lakukan hanyalah mimpi. Dia sangat merindukan sang suami hingga merasa memimpikannya. Namun, paginya dia terbangun dengan logika Reyhan benar-benar ada di sebelahnya.


"Kenapa kau hanya memandangiku? Bukankah kemarin pagi kau bilang sangat merindukanku?" Reyhan mengusap leher Diana.


"Jahat!" sungut Diana. Dia memukul pelan dada Reyhan. "Kau bilang pulangnya minggu depan."


Reyhan terkekeh geli. "Jadi, kau tidak suka aku pulang? Baiklah, aku balik lagi kalau begitu." Sudah menyibak selimut, bersiap turun dari ranjang.


"Eh," cegah Diana dengan menarik lengan Reyhan.


"Katanya aku jahat karena pulang lebih awal."


"Siapa yang bilang begitu?"


"Kamu barusan ngatain aku seperti itu."


"Aku bilang kamu jahat karena bohongin aku. Bilangnya pulang minggu depan, taunya tadi malam."


Reyhan kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang. Dia memutar tubuh Diana agar berbaring membelakanginya. "Aku sangat merindukanmu." Memeluk Diana dari belakang, menyusupkan wajahnya di punggung wanita itu.


Diana tersenyum bahagia. "Aku juga sangat merindukanmu, tapi Rey, kamu gak ke kantor hari ini?"


"Malas," jawab Reyhan singkat.


Kedua alis Diana bertaut. "Sejak kapan kamu jadi pemalas?"


"Sejak hatiku menjadi milikmu."


"Cih, gombal." Mereka tergelak bersama. "Ngomong-ngomong, yang mindahin Rangga siapa?"

__ADS_1


"Menurutmu siapa?" Reyhan balik bertanya.


"Cih, tapi kamu beneran gak ke kantor?" Matahari sudah mulai meninggi, tetapi Reyhan masih betah memeluk Diana.


"Hari ini aku mau seharian sama kamu. Masih kangen." Reyhan mengecupi seluruh punggung polos Diana. Seminggu tidak bertemu membuat dadanya sesak dipenuhi rasa rindu.


"Dasar gombal," cibir Diana yang berpura-pura kesal padahal, dia menyukai sikap Reyhan yang seperti ini.


"Kemarin protes, ngatain aku gak romantis. Sekarang aku ajak romantis-romantisan dikatain gombal."


Diana terkekeh pelan. "Iya, maaf." Dia mengusap lembut wajah Reyhan yang bersandar di celah lehernya. "Besok kita jadi berangkat, 'kan?"


"Berangkat ke mana?"


"Bali."


❤️


❤️


❤️


❤️


❤️


Setelah dua jam perjalanan karena harus transit beberapa kali, akhirnya Reyhan dan Diana menginjakkan kakinya di pulau Bali. Mereka mengambil penerbangan subuh sehingga pagi hari sudah sampai di Bali. Reyhan merangkul bahu.


“Dari sini kita ke mana?” Diana menatap Reyhan.


“Villa temanku, di daerah Nusa Dua.”


Setelah melewati proses pengecekan dokumen kesehatan dan proses imigrasi, mereka mengambil koper lalu keluar terminal.


“Tuan Reyhan, ya?” Seorang pria berpakaian serba hitam menghampiri mereka. “Saya utusan Tuan Davin," jelas pria itu.


“Ya, saya Reyhan dan ini istri saya, Diana.” Menunjuk Diana dengan dagunya.

__ADS_1


“Owh, kalau begitu mari Tuan dan Nona saya antar ke villa sekarang?”


Reyhan mengangguk. Lalu, pria itu mengambil alih koper di tangan Reyhan dan menuntun mereka menuju mobil. Setelah membukakan pintu mobil untuk mereka dan menaruh koper mereka di bagasi mobil, sopir itu mulai melajukan mobil menuju villa milik Davin yang berada di daerah Nusa Dua.


“Aku merindukan Rangga. Tadi maunya aku mengajaknya biar tidak merepotkan mama sama papa.” Diana membuka percakapan di dalam mobil. Dia teringat wajah lugu Rangga yang masih tertidur pulas subuh tadi.


Reyhan menghela tubuh Diana ke dalam pelukannya. “Mama benar Di, kita ke sini untuk bulan madu kalau Rangga ikut bisa batal program bikin adik buat dia," jawab Reyhan santai yang mendapat cubitan di pinggang. “Aww, kok nyubit, sih?” Mengusap pinggangnya yang dicubit Diana tadi.


“Habis kamu genit,” sungut Diana.


Reyhan tergelak. “Genit, tapi kamu suka, 'kan?” godanya.


“Enggak!” jawab Diana ketus.


“Oke, kalau begitu aku genitnya sama gadis lain saja. Atau, sama bule. Mumpung di sini banyak ada bul ...."


“Ehh!” Diana mencubit pinggang Reyhan lagi. “Ngomong apa barusan?” Mendelik marah.


“A—aduh, kok nyubit lagi," protes Reyhan.


“Habis kamu bikin aku kesal.”


“Tadi katanya kamu gak suka kalau aku genit ke kamu, jadi aku ....”


Diana mengerucutkan bibir. “Ya, udah, kalau gitu jangan dekat-dekat aku!” Mengacungkan telunjuknya ke wajah Reyhan. Dia menggeser duduknya ke dekat jendela, menjauhi Reyhan.


Reyhan hanya tergelak melihat tingkah konyol istrinya. Dia menggeleng pelan sebelum mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil, begitu juga dengan Diana.


Keluar dari area bypass, mobil mereka mulai memasuki wilayah yang jauh dari permukiman penduduk. Melewati jalanan sepi yang banyak terdapat pohon-pohon besar dan rindang di sisi kiri dan kanan jalan. Pohon-pohon itu sangat rindang hingga menghalau sinar matahari. Jalanan pun jadi agak gelap padahal waktu sudah menunjukkan hampir siang hari.


Diana mendekati Reyhan, seketika dia merasa ngeri. Bulu kuduknya tiba-tiba meremang. Dia menyusupkan tangannya ke sela-sela lengan Reyhan lalu, mencengkeramnya erat.


Saat itu juga Reyhan melirik lengannya. “Apa maksudnya ini? Tadi kau bilang jangan dekat-dekat," ledek Reyhan dengan senyum mencibir.


Diana menepuk lengan Reyhan sebagai ungkapan protes. “Kita beneran mau ke villa?” tanyanya berbisik, mengabaikan cibiran Reyhan. “Kenapa masuk hutan-hutan begini?” Menatap cemas keluar jendela. “Tuh, liat bangunannya serem-serem gitu.” Menunjuk gerbang-gerbang menjulang tinggi yang banyak ditumbuhi tumbuhan rambat dan pohon-pohon besar yang memiliki akar gantung.


“Itu pasti rumah berhantu yang lama ditinggal pemiliknya.” Diana bergidik ngeri. “Tapi kok banyak satpam?” Menunjuk pria-pria berseragam seperti satpam yang berdiri di depan gerbang bangunan yang dibilang seram.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Kira2 Diana dan Reyhan mau ke mana, ya? Gimana tuh keseruan bulan madu mereka? Yuk, traveling online ke Bali, Intip bulan madu Diana sama Reyhan🤭🤭🤭


__ADS_2