Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 68~Menghilang


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar suara ketukan di pintu kamar Kayla secara berulang mengganggu jam istirahat si pemilik kamar.


Dengan wajah lesunya Kayla keluar untuk melihat siapa tamu yang mengetuk pintu dengan tidak sabaran. Dia terlihat pucat dan juga lemas.


"Siapa?" suara parau terdengar sesaat setelah pintu terbuka. "Eh, Bagas, Devian. Ada apa kemari?" tanya Kayla lirih.


Bukannya menjawab, keduanya malah balik bertanya. "Lu sakit?" serempak keduanya menatap khawatir.


Kayla menyahut malas. "Ya, sedikit. Mm, ada apa kalian kemari?" tanya Kayla kemudian.


"Kenzo hilang!" keduanya serempak menjawab.


"Hah?" nata Kayla membulat sempurna. "Kok bisa! Kalian yakin kalau Kenzo hilang? Udah cari di rumahnya atau di rumah Kak Khanza?" gadis itu mendadak jadi cemas seketika. "Udah telpon ke handphonenya atau telpon orang yang deket dengannya? Mungkin aja ..."


Bagas segera menyela. "Udah, Kay. Malahan gue ke rumah kakaknya. Malah sama, Kak Khanza juga lagi nyariin dia," Kata Deo. "Gue pikir dia sama elu sekarang. Soalnya yang deket sama Kenzo 'kan sekarang cuma elu, Kay." lanjutnya lagi.


"Om sama tante sangat khawatir saat ini karena dia gak pulang-pulang sejak dua hari yang lalu!" timpal Devian. "Ponselnya juga mati," sambungnya lagi.


Kayla tak percaya jika Kenzo menghilang tiba-tiba. Dia memang sudah dua hari tidak pergi ke butik karena sedang sakit dan Khanza juga sudah tahu sebab dirinya meminta izin kepada sang Bos kemarin. Jadi, Kayla tidak tahu perihal hilangnya Kenzo.


Bagas menatap serius gadis di hadapannya. "Gue ketemu dia terakhir waktu pamit ke kita mau jemput elu malam itu. Katanya, ada sesuatu penting yang mau disampaikan sama elu. Apa ... terjadi sesuatu malam itu?" selidik Bagas.


Kayla mengangguk. "Iya, dia dateng ke butik emang jemput aku. Kak Khanza juga tahu. Katanya dia mau ngajak aku ke suatu tempat, tapi gak jadi karena hujan deras!" jelas Kayla.


Keduanya saling pandang, lalu menatap Kayla kembali dengan serius. "Kalian mau pergi ke mana?"


Kayla menggelengkan kepala lalu menjawab, "Enggak tahu!"

__ADS_1


Devian dan Bagas mendesah pelan. Sulit sekali menebak jalan pikiran teman mereka yang satu itu sebab sikap Kenzo sering berubah-ubah.


"Eh, Frans. Bagaimana dengan Frans? Apa dia juga enggak tahu keberadaan Kenzo? Bukankah Kenzo lebih deket dengannya?" Kayla baru ingat Kenzo pernah mengatakan jika dirinya dan Frans sudah dekat sejak kecil. Mereka berdua sudah berteman sebelum bertemu dengan Bagas dan Devian.


"Frans juga nggak tahu. Lagi pula, dia sekarang ada di luar negri. Lebih tepatnya di London," sahut Bagas.


"Daftar kuliah," Devian menambahkan.


Kayla menghembuskan nafas secara kasar. "Berarti dia emang nggak tahu soal Kenzo, dong!" kedua pemuda itu mengangguk.


Hembusan nafas keduanya terdengar berat. Mereka bingung ke mana lagi harus mencari Kenzo. Pasalnya, semua tempat udah mereka datangi. Kecuali ...


"Elu kuat gak, Kay?" tanya Bagas.


"Memangnya kenapa?" Kayla balik bertanya.


Devian dan Bagas saling pandang lalu berkata lagi. "Gue curiga kalau Ken ada di kampung halaman neneknya," ujar keduanya.


"Nenek dari ibunya asli orang Indonesia, lebih tepatnya orang Bandung." sahut Bagas lagi.


"Jadi, kita akan ke Bandung?" keduanya mengangguk. "Baiklah, aku ikut!" cetus Kayla yakin.


"Tapi, elu lagi sakit Kay."


Kayla menggelengkan kepala sembari tersenyum. Walaupun dirinya sedang sakit, tapi rasa khawatir akan keadaan Kenzo lebih mendominasinya. Gadis itu bergegas mempersiapkan diri untuk ikut bersama kedua sahabatnya Kenzo itu.


Perasaan Kayla menjadi tidak menentu saat ini. Dua hari yang lalu itu kali terakhir dirinya bertemu dengan Kenzo, pemuda tampan namun tengil.


Mereka hujan-hujanan saat akan menuju tempat yang Kenzo inginkan.

__ADS_1


Di bawah pohon di pinggir jalan, Kenzo menyatakan cintanya pada Kayla. Akan tetapi, dirinya melenggang pergi sebelum mendengar jawaban dari mulut Kayla. Padahal waktu itu Kayla hanya mengucapkan kata maaf, bermaksud ingin mempertimbangkannya terlebih dahulu. Gadis itu ingin meyakinkan dirinya bahwa Kenzo benar-benar mencintainya, bukan sekedar candaan yang sering dilontarkan oleh si pemuda tampan tersebut.


Kayla takut jika Kenzo hanya mempermainkan perasaannya dan setelah dirinya menerima pernyataan Kenzo, pemuda itu pun memutuskan hubungan lalu mencari gadis lain yang ingin dipacarinya seperti yang sudah-sudah.


Kenzo yang notabennya suka bergonta-ganti kekasih membuat Kayla takut jika pemuda itu akan mempermainkan dirinya juga seperti yang dilakukan pemuda itu terhadap gadis lain.


Kayla merenung, mengingat akan kejadian malam itu setelah mereka pulang. Hujan deras mengguyur sesaat setelah kepergian Kenzo yang telah mengantarkan Kayla sampai kontrakannya dengan selamat.


Flash back


Kayla hanya diam mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ia sangat bingung menanggapi pernyataan cinta dari Kenzo untuknya. Namun tidak dipungkiri, bahwa hati dan pikiran Kayla juga memang dikuasai oleh si Markoho jelek, jerapah burik kesayangannya.


Kayla mencoba berkata, tapi dirinya sangat takut untuk mengucapkannya. Gadis itu tidak mau jika keputusan yang diambilnya akan mempengaruhi hubungan keduanya. Apalagi, Kenzo adalah adik dari bosnya di butik, Khanza Alberto.


Gadis itu juga ingin memikirkannya terlebih dulu agar tidak salah mengambil langkah walaupun sejujurnya perasaan itu ada. Juga kepribadian Kenzo yang suka gonta-ganti pacar menjadi pemicu Kayla untuk meragukan hati pemuda tersebut.


"Ken, maafin aku! Sebenarnya ...!" belum sempat Kayla berucap, Kenzo sudah bereaksi.


Kenzo tersenyum miris sebelum mendengar kelanjutan ucapan Kayla. Wajah sedih itu terpancar jelas namun ia berusaha menyikapinya dengan senyuman.


Pemuda itu langsung melepaskan tangannya dari bahu Kayla lalu berbalik sambil melepaskan jaketnya. Dipakaikan jaketnya itu ke tubuh kecil Kayla agar gadis yang dicintainya itu tidak merasakan hawa dingin dari hujan serta agar dirinya juga tidak terus melihat dan membayangkan bakpao yang ada dalam bungkusan itu.


Dirinya saja bereaksi ketika melihat bungkusan bakpao berwarna maroon tersebut, apalagi orang lain. Kenzo tidak akan rela jika sesuatu yang diincarnya harus dilihat orang lain apalagi jika sampai dimiliki walaupun itu sahabatnya sendiri.


"Ayo pulang, hujan udah reda!" teriak Kenzo sebelum melangkah terlebih dulu menuju motor sportnya, meninggalkan Kayla yang sedang bergelut dengan perasaannya sendiri.


Tadinya Kenzo berencana ingin mengajak Kayla ke suatu tempat, namun hujan menghalangi niatnya untuk pergi. Mungkin ini pertanda jika mereka tidak boleh kesana, pikir Kenzo.


Melihat Kenzo pergi begitu saja, Kayla menjadi tidak rela. Sesungguhnya ia ingin mengutarakan sesuatu namun pemuda itu sepertinya memang sudah tidak perduli. "Ken, aku ...!" ucapannya hanya menggantung dan tidak bisa tersampaikan sebab Kenzo sudah memakai helmnya.

__ADS_1


"Yuk!" ajaknya kemudian.


...Bersambung ......


__ADS_2