Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
BAB 96. MAKAN SIANG ALA KOREA


__ADS_3

Windu begitu dingin seperti balok es yang begitu susah mencair tetapi beberapa hari yang alau dia baru merasakan betapa irinya pada perempuan bernama Dara, istri dari bosnya itu. saat Windu berhadapan dengan istrinya itu, dia melihat kilat cinta yang luar biasa, dia begitu hangat dan romantis hanya dalam sekali menatap wajah istrinya itu.


Dan yang paling membuat Fuji tak bisa menerima adalah bagaimana Windu bersikap kasar padanya karena merasa Fuji telah memperlakukan istrinya dengan tidak hormat. Dia benar-benar merasa malu di depan teman-teman yang selalu menganggapnya dewi dalam genk mereka itu. Fuji merasa harga dirinya sebagai perempuan tercantik di kantor itu benar-benar dilumpuhkan dalam sekejab.


"Owh...!" Fuji berteriak dengan terkejut ketika di ambang pintu yang terbuka itu dia hampir menubruk Dara yang baru saja tiba.


Dia sibuk dengan isi kepalanya sendiri sampai-sampai tak menyadari kedatangan ibu boss yang membuatnya kehilangan wajah dan kepercayaan dirinya.


"Ugh, maaf..." Fuji menunduk dan memberi jalan kepada Dara yang tersenyum manis dalam stelan warna maroon.



"Terimakasih..." Dara melangkah dengan santai, menganggukkan kepalanya, di belakangnya bodyguard setia Dara tampak menenteng box makanan.


Fuji menatap punggung baju Dara dengan ekor matanya. Betapa anehnya rasa menjadi orang yang di abaikan bagi Fuji, sebagai mantan model free lance saat dia masih kuliah, rasanya dirinya benar-benar kalah.


Dia tahu benar, Dara adalah istri dari Windu, tetapi jiwa sungguh bergelora untuk berkompetisi, paling tidak dia merasa puas jika di akui bahwa dirinya bisa mengalihkan perhatian laki-laki jenis apapun tak terkecuali itu adalah bosnya Windu yang notabene telah menikah.


Setelah semua bawaan Dara di letakkan di atas meja, dua bodyguard Dara keluar dari dalam ruangan Windu dan menutupnya, tanpa perduli Fuji masih berdiri di luar pintu, tertegun dengan aneh masih menatap ke dalam.


"Kamu lama sekali...Aku mencemaskanmu." Windu memeluk Dara dari belakang saat Dara menata makan siang mereka berdua di atas meja makan kecil di sudut ruangan Windu.


"Macet, kak...sepertinya lalu lintas siang ini padat sekali pada jam orang pulang kantor untuk beristirahat." Jawab Dara sambil nyengir, keringat membasahi dahinya yang mulus licin itu.


"Handphonemu tidak kamu angkat tadi."


"Maafkan aku...HP ku ketinggalan di kamar karena terburu-buru." Sahut Dara.


"Kamu membuatku cemas saja." Windu mencium tengkuk Dara, tangannya memegang perut Dara sambil mengelusnya. Perut itu belum kelihatan membuncit padahal Windu sangat berharap bisa melihat perut istrinya itu segera seperti balon, supaya imajinasinya sempurna tentang besarnya bayi yang ada di dalam perut sang istri.


"Anakku baik-baik saja kan?" Tanya Windu iseng setengah berbisik di telinga Dara.


"Anakmu baik-baik saja, kak. Sekarang duduklah kita berdua makan dulu, ini hampir jam satu." Dara menggeliat melepaskan pelukan Windu.


Windu meniup leher Dara setengah menggoda, dia tahu benar Dara sangat geli diperlakukan seperti itu, sebelum dia duduk di kursi seberang meja.


"Hm...yang masak hari ini siapa?" Tanya Windu sambil menatap menu makan siangnya, menaikkan alis melihat menunya siang ini agak asing.


"Aku yang memasak khusus untuk kak Win." Kata Dara dengan bangga.


"Ini apa?" Windu menunjuk pada mangkok berisi mie, di atasnya ada potongan daging berwarna gelap kehitaman.


"Ini Jjajangmyeon..."

__ADS_1


"Itu masakan dari mana?"


"Korea." Jawab Dara dengan riang.


"Korea? sejak kapan kamu suka masakan korea?"


"Sejak aku nonton siaran Konser BTS di Youtube kemarin, aku langsung jatuh cinta cinta dengan korea." Jawab Dara enteng.


"BTS itu apa?"


"Nama member KPop..."


"Kpop?" Windu melongo menatap istrinya dengan bingung.


"Semacam boyband korea, kak."


"Boyband?"


"Ya, itulah...yang menyanyi-menyanyi itu. Tapi semua membernya ganteng semua, kak..."


"Haaah..." Windu tercengang menatap Dara, raut istrinya terlihat riang mennceritakan laki-laki ganteng di depannya dengan tanpa dosa.


"Gantengan mana sama suamimu?" Tanya Windu dengan tatapan menyelidik.


"Berarti, aku tidak ganteng begitu?" Windu memasang raut kesalnya, supaya Dara mengoreksi jawabannya.


"Kak Win ganteng...ganteng sekali. Cuma..." Wajah Dara memerah.


"Cuma gantengnya beda."


"Beda bagaimana?"


"Pokoknya beda..." Dara bingung sendiri menjelaskannya, membuat Windu gemas melihat istrinya itu.


Dara memang menikah dengannya dalam usia sangat muda, baru delapan belas beranjak sembilan belas tahun. Dia tak pernah benar-benar melewati masa remaja dengan seharusnya, dia sekolah di desanya sampai lulus SMA bersama neneknya, dan saat berkuliahpun dalam keadaan sudah menikah dan hanya tahu seputar suaminya saja.


Windu sangat memaklumi tingkah sang istri, apalagi berhubungan dengan kehamilannya yang membuat moodnya benar-benar kadang di luar nalar Windu.


"Kata artikel, kalau suka lihat yang ganteng-ganteng nanti anaknya ikutan ganteng. Jadi sekarang aku suka melihat Taehyung dan Seokjin, kadang-kadang jungkook atau Yoonggi..." Celoteh Dara sambil mengangsurkan piring kepada Windu.


"Itu nama orang semua?"


"Ya, iyalah kaaaaak...." Dara manyun melihat wajah sang suami yang benar-benar tidak nyambung dengan apa yang di ucapkan Dara.

__ADS_1


"Oh, my God...istriku ini benar-benar ajaib." Windu hampir tergelak, dia seakan sedang menikahi anak yang baru beranjak remaja. Sikap dewasa Dara selama ini menguap entah kemana saat dia menceritakan dengan bangga KPopnya itu.


"Ini tidak gosongkan?" Windu menunjuk pada daging di atas mie yang kehitaman itu.


"Ini Jjajangmyon, dagingnya di buat dengan saos kedelai hitam." Dara menjelaskan sambil mengambilksn ke piring Windu.


"Tampilannya kok seram begitu?" Windu menatap sang istri dan si Jjajangmyon itu bergantian.



"Tapi rasanya enak, kak."


"Kamu sudah mencobanya?"


"Belum."


"Kok tahu enak?"


"Di Videonya, BTS makannya enak..."


Windu hanya mengangguk-angguk, dia pasrah saja dengan sang istri.


"Apapun rasanya, yang penting kamu bahagia, sayang." Bisiknya dalam hati.


"Ini apa? Sushi? kamu kan tahu aku tidak suka daging mentah" Windu menatap pada piring yang lain, memelas.


"Bukan sushi, ini kimbab!"


"Itu apa lagi? Masakan korea lagi?"


Dara mengangguk dengan ekspresi senang, seolah Windu baru saja menebak salah satu quiz dengan tepat.


" Kimbab ini dari korea, mirip dengan sushi dari jepang tapi bukan sushi. Isinya bukan daging mentah. Tapi bayam, timun, wortel dan sosis..." Dara menjelaskan seperti seorang master chef.


Windu hanya menelan ludahnya, dia akan siang hari ini dengan menu baru, apapun rasanya nanti di lidahnya yang penting Bumil ini bahagia. Dia ingin menebus saat-saat kehamilan anak pertama mereka yang tragis itu, di mana Dara hamil muda dalam keadaan begitu tertekan dan menderita karena sikapnya.


Di kehamilan kedua ini, dia berjanji melakukan apa saja untuk membuat Dara selalu tersenyum dan bahagia.


(Nantikan lanjutan crazy UP akak hari ini, ya...saat babang Windu ijin ke bali....kira2 gimana reaksi Dara😂 Nantikan duo bucin Dara-Windu ntar malam ya😅😅🙏)


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...


...I love you all❤️...

__ADS_1


__ADS_2