Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati
Bab 129


__ADS_3

Happy reading


💕💕💕💕💕


“Sekarang kita tinggal berdua saja.” Alice tersenyum menggoda. Dia menghempas tubuhnya ke sofa empuk di ruang baca, menyilangkan kaki dengan menantang.


“Duduklah Rey, terasa aneh kalau kita berbicara berjauhan begini,” ajaknya kepada Reyhan yang sedari tadi bersandar di meja kerjanya yang terletak di ujung ruangan.


Wajah Reyhan tampak dingin, tidak menanggapi ajakan Alice. “Kenapa kau kemari Alice? Apa tujuanmu?”


“Apakah tidak boleh? Aku pikir kau cukup paham tujuanku ke sini, tentu saja untuk menagih janjimu."


"Janji?" Kedua alis Reyhan saling bertaut.


Dengan tersenyum sinis Alice bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Reyhan. Kedua tangannya kini sudah dilipat di depan dada, menatap Reyhan dengan tatapan nyalang. "Jangan bilang kau lupa dengan janji yang kau ucapkan di depan jasad kedua orang tuaku."


Reyhan menghela napas dalam. "Janji yang mana lagi? Bukankah aku sudah menempati janjiku. Aku sudah memenuhi segala keperluanmu seperti yang dilakukan kedua orang tuamu semasih hidup, mengirimmu ke universitas terbaik, mengurus perusahaan peninggalan ...."


"Bukan itu, Rey!" salak Alice yang menggebrak meja.


"Lalu apa?" Reyhan tak kalah geram.


"Aku menginginkanmu ...." Suara Alice melemah, tatapan menantang penuh rayuan dengan kedua tangan mencengkram kerah piyama yang dikenakan Reyhan.

__ADS_1


“Aku sudah beristri dan sekarang istriku sedang mengandung buah cinta kami. Kurasa itu sudah cukup jelas untukmu.” Dengan kasar Reyhan menjauhkan tangan Alice yang mencengkram kerah piyamanya.


"Kau sudah beristeri atau tidak, sama sekali tidak ada pengaruhnya untukku. Aku bersedia menjadi istri mudamu. Atau, hanya sebagai tempat pelampiasan gairahmu.” Suara Alice menjadi serak dan sensual.


Reyhan menyipitkan mata. Wajah tampannya nampak mengeras, menahan amarah. “Aku tidak butuh istri lagi, cukup Diana yang menjadi istriku. Aku tidak butuh wanita lain karena aku sudah punya tempat untuk melampiaskan gairahku.” Kata-kata Reyhan bagai pisau yang menggores hati Alice, membuat gadis itu terbakar api cemburu.


❤️


❤️


❤️


❤️


❤️


Santi pernah bercerita bahwa Reyhan banyak dipuja oleh rekanan bisnis wanita. Mulai dari yang seumuran hingga muda belia yang dominan putri pemilik perusahaan rekanan bisnis Reyhan. Banyak rekan bisnis Reyhan yang menawarkan putri mereka untuk dinikahi Reyhan, termasuk Alice.


Diana mungkin bisa melupakan itu semua itu karena situasinya tidak seperti ini. Semua terjadi sebelum mereka bersama, tetapi kini seorang wanita cantik dan modis datang yang tampaknya bertekad merebut Reyhan. Hal membuat Diana bersedih, dia harus menghadapinya dalam kondisi hamil.


Astaga! Kenapa aku harus ada di dalam situasi begini? Apa yang harus aku lakukan? Dengan bingung Diana memencet nomor ponsel Santi.


Dalam deringan kedua panggilan itu di angkat. “Ada apa, Nona? Apakah ada yang bisa saya bantu?”

__ADS_1


“Bukan Santi, aku hanya ingin menanyakan sesuatu.” Seketika Diana merasa ragu.


"Tentang apa, Nona?”


“Tentang mantan istri Tuan Reyhan.” Bibir Diana bergetar ketika mengucapkan kalimat itu.


"Maaf sebelumnya Nona, saya tidak punya wewenang untuk menceritakannya. Memangnya apa yang terjadi?"


"Tidak San, aku hanya ingin tahu bagaimana hubungan mereka berakhir?"


Sejenak Santi tertegun di seberang sana. “Well, sayang menurut saya, ketika sudah memutuskan menikah dengan seseorang, lalu membahas masa lalu. Menurut saya tidak baik mengungkit masa lalu dari pasangan kita, Nona. Apalagi mencari informasi tentang mantan dari pasangan."


“Bukan begitu San, aku bukannya ingin menyelidiki masa lalu Tuan Reyhan. Aku hanya ingin tahu apa yang sedang kuhadapi sekarang. Nona Alice datang kemari, dia tidak terima dengan pernikahanku. Aku ingin tau bagaimana hubungan mereka dulu." Suara Diana terdengar frustasi. Alice dengan rencana cerdik datang ke rumah Reyhan dan mulai mengacau.


“Hm, Nona Alice memang tidak berubah." Santi terdengar mende*sah pelan. "Astaga.” Suara Santi tertelan di seberang sana.


Diana mengernyit, tiba-tiba saja dia seperti diserang perasaan buruk dari kediaman Santi. “Ada apa, San? Kenapa kau terdiam saja?”


“Tidak Nona, saya hanya memikirkan mantan fans yang akan menjadi musuh paling berat.” Santi terdengar menghela napas panjang begitu juga Diana.


Alice adalah perempuan keras dan memiliki ego yang tinggi. Sekilas dia tampak tidak butuh laki-laki. Namun, begitu bertemu sosok Reyhan, keinginannya langsung berubah semangat. Tekadnya seperti sudah bulat, menjadikan Reyhan miliknya.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Maaf telat ya guys, 😔 hari ini aku sibuk sekali. Dua bab cukup lah ya untuk hari ini. jangan lupa tinggalkan jempol kalian😁


Ok guys see u next chapter 🤗🤗🤗


__ADS_2