
Suara adzan subuh berkumandang, membangunkan seseorang yang sedang asyik tertidur di pangkuan seorang pemuda tampan.
"Emh, udah adzan rupanya." desis Kayla sembari mengerjapkan mata berulang. Gadis itu pun terbangun dan merentangkan kedua tangannya. "Badanku berasa pegal banget deh tidur kek gini," berkata dengan mata yang masih belum terbuka sempurna.
Kepalanya dimiringkan ke kanan dan kiri mengikuti gerakan memiringkan tubuh guna merelaksasi bahu dan pinggang yang terasa pegal. Ketika wajahnya menghadap belakang, terlihat wajah tampan yang sedang tidur dengan terduduk menyandar di tembok.
Kayla yang masih belum sadar sepenuhnya, mengerjapkan mata dengan gumaman dan kekehan kecil. "Kenzo!" suara kecil itu membangunkan si pemilik nama, namun ia berpura-pura tertidur. "Hemh. Dia memang baik ... tapi menyebalkan!" Kayla tersenyum memperhatikan wajah tampan di hadapannya itu. Walaupun Kenzo kesal karena perkataan Kayla, namun dia tetap diam tak ingin mengejutkan gadis itu sebab dirinya ingin tahu apa yang akan Kayla lakukan atau ucapkan kemudian.
Benar saja. Tidak lama kemudian Kayla bergumam sembari terkekeh. "Walaupun dia menyebalkan, tapi dia terlihat tampan ... sangat tampan! Apalagi jika sedang tertidur kek gini," celetuknya memancing senyuman Kenzo.
Kayla yang melihat Kenzo tersenyum, langsung mengucek mata karena tak penasaran. "Bahkan aku bisa melihat senyum manisnya," celetuknya lagi membuat Kenzo tak ingin berlama-lama diam.
Wajah Kenzo maju lebih dekat ke arah wajah Kayla, lalu menciumnya sekilas membuat gadis itu tersentak kaget. "Ini mimpi kan! Kenapa berasa seperti nyata?" tangannya terulur menyentuh wajah Kenzo, merasakan setiap permukaan wajahnya dengan sangat teliti. Saat wajah itu tersentuh, barulah ia sadar dan sontak mundur ke belakang. "Ya ampun, ini bukan mimpi!"
"Selamat pagi, Onah Markonah!" Kenzo terkekeh melihat Kayla yang syok karena ulahnya.
Dengan terbata, Kayla mencoba bertanya kepada Kenzo. "Ma-ma-mam ... Markoho, la-la-lagi ngapain ka-kamu di-di sini?"
"Lagi manjain elu atas permintaan elu itu, karena semalam elu gak mau gue balik!" candanya pada Kayla.
Kayla melotot mendengar ucapan Kenzo. "Ja-jangan ngada-ngada ya, jelek. Mana mungkin aku minta kamu gak pulang!" ketusnya kesal.
Kenzo mendekatkan wajahnya. "Keknya kita harus mengulang kejadian semalam!" berbicara dengan serius membuat Kayla semakin gusar.
"Ka-kamu ja-jangan mengada-ngada! Aku semalam 'kan tidur di sini sendirian sehabis nganterin kamu keluar buat pulang, lalu ... lalu ...!" Kayla terdiam mengingat apa yang terjadi semalam. "Lalu ..."
Kenzo tertawa meledek Kayla yang mencoba mengingat kejadian semalam saat dirinya akan pulang. "Lalu ... elu narik tangan gue sampe gak mau lepasin sama sekali karena ada tikus di atas," ujarnya mengingatkan.
__ADS_1
Kayla cemberut sembari memikirkan sejenak kejadian yang dialaminya semalam saat Kenzo berpamitan pulang.
Semalam, tepat saat mereka sedang makan.
Kayla membuka satu-persatu bungkusan makanan yang dibelikan Kenzo tadi. Gadis itu terlihat antusias saat bungkusan tersebut dibuka dan menampakan wujud makanan kesukaannya, seblak kerupuk Mamang Rafael yang rasanya huh-hah itu.
Bukan hanya seblak kerupuk, di sana juga ada martabak spesial, citul pedas, nasi goreng spesial, bakso beranak, sop buah, dan yang lainnya.
Ya. Kenzo membelikan semua makanan yang diinginkan gadis itu sebagai ganti mie instan yang dimakannya tadi.
"Cobain dikit aja, Ken. Ini enak tau," Kayla menyodorkan sendok ke arah mulut Kenzo agar pemuda itu membuka mulutnya.
Melihat dari tampilannya saja, Kenzo merasa eneg tak ingin mencicipi barang sedikit saja. Rasanya pemuda itu enggan untuk membuka mulut sebab tahu jika makan yang ada di hadapannya tersebut sangatlah pedas rasanya. Tapi, bukan Kayla namanya jika tidak bisa memaksa makanan itu masuk ke dalam mulut Kenzo agar dicicipinya.
"Ken!" seru Kayla dengan suara manja, membuat Kenzo terdiam tak memberontak. Ia pun mengedipkan mata sembari tersenyum manis, lalu mengelus pipi sampai turun ke rahang kokoh Kenzo hingga pemuda itu dibuat bungkam karena syok mendapati perlakuan nakal Kayla.
Lidahnya seperti terbakar saking panasnya setelah memakan seblak kerupuk yang mungkin level kepedasannya di tingkat setan. Rasa cabai rawit merah itu masih melekat di lidahnya walaupun sudah menghabiskan satu botol air mineral hingga Kenzo berteriak, "Argh. Gila lu ya," hardik Kenzo.
Sementara Kayla hanya tertawa terbahak-bahak melihat Kenzo yang kepedasan akibat makanan yang sedang dimakannya itu. Kayla baru mengetahui sekarang bahwa Kenzo ternyata tidak kuat untuk makanan pedas. "Hahaha. Dasar cemen," ejeknya masih tertawa lepas.
Melihat dirinya ditertawakan dan ejek oleh gadis itu, Kenzo berpikir harus membalas perbuatan nakal Kayla dengan cara yang lain. Sebelum Kayla beranjak, tanpa berkata Kenzo pun segera menarik tengkuk Kayla dan mendaratkan kecupan di bibir pink tersebut. Lidahnya merangsek masuk, mencari penghuni aslinya lalu membelitnya hingga Kayla pun kewalahan menghadapinya.
Bukan hanya untuk membalas perbuatan Kayla, Kenzo pun berharap lidahnya yang panas akan terasa dingin bila bersentuhan dengan lidah si empunya. Gigitan-gigitan kecil sampai hisapan lembut yang Kenzo berikan membuat Kayla terlena.
Suara decak terdengar beberapa kali dari keduanya. Sepertinya Kayla juga larut dalam buai mesra Kenzo saat ini hingga mereka berdua lupa untuk mengambil nafas.
Kayla mendorong dada Kenzo dan memalingkan wajahnya yang sudah pasti merah merona. "Umm, a-aku ... a-aku ...!" ia salah tingkah dibuatnya.
__ADS_1
Sedangkan Kenzo terkekeh geli melihat sikap yang ditunjukan gadis di hadapannya itu. "Bibir elu ternyata ampuh juga ya buat hilangin panas kebakar cabe setan,"
Tidak seperti biasanya, diledek seperti itu Kayla hanya diam tak bereaksi. Gadis itu hanya memalingkan wajah sambil sesekali terlihat mengipasi wajahnya.
"Ayo, makan lagi seblak! Sekarang gue udah tau cara menjinakkan lidah yang kebakar," Kenzo semakin terkekeh menggoda Kayla.
Gadis itu cemberut, lalu asal mencomot makan yang ada di depannya yang ternyata martabak manis. Coklat dari martabak itu melumer di ujung bibirnya sampai belepotan. Kayla terus memakan dengan kesal karena pembalasan Kenzo barusan.
Tapi, aksi ngambeknya itu malah justru memancing kejahilan Kenzo lagi dan lagi.
Tangan pemuda itu terulur menyentuh ujung bibir Kayla membuat gadis itu terhenyak menatapnya. Ibu jari Kenzo menyapu coklat yang belepotan di ujung bibir Kayla, lalu dijilatnya sendiri di hadapan gadis itu.
"Manis," desisnya membuat Kayla semakin tak karuan. Jantungnya serasa berhenti berdetak saat ini karena perlakuan Kenzo.
Apa hati Kayla akan luluh oleh pemuda yang bernama Kenzo?
Bukankah dulunya mereka musuhan?
Haish, sudahlah!
Menurut pepatah, lupakan masa lalu untuk sambut masa depan.
Apakah Kayla bisa melakukannya?
Oh May,
...Bersambung ......
__ADS_1