Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 104 Kemarahan Vincent


__ADS_3

Setelah keluar, Vincent mengendarai 918 dengan kecepatan penuh menuju ke rumah.


Tok! Tok! Tok...


Dia mengetuk pintu dengan keras. Dengan cepat, Jackson membuka pintu.


"Sudah panggil mobil ambulans belum?" Vincent buru-buru bertanya.


"Sudah! Seharusnya akan segera tiba." Wajah Jackson juga penuh kepanikan.


"Aku mau melihat situasi Jane!" Vincent melangkah cepat ke kamar.


"Untuk apa karnu ke sini?" Katrina yang sedang memeluk Jane di dalam kamar berteriak dengan mata merah.


Tapi Vincent mengabaikannya, langsung mendorongnya menyingkir, menarik kembali Jane yang sudah pingsan, lalu mulai memeriksa denyut nadinya.


"Apa yang kamu lakukan? Apakah masih belum cukup melukai Jane?" Katrina bagaikan orang gila menuju ke sana, tapi dihentikan oleh Jackson.


"Vincent mengerti sedikit keterampilan medis, kamu jangan menambah kekacauan!" Jackson berteriak tegas.


"Keterampilan medis? Kalau bukan karena dia, Jane akan seperti ini?' Katrina berteriak dengan mata memerah.


Vincent tidak bersuara, ekspresi wajah luar biasa dingin. Setelah beberapa saat, dia mengambil jarum perak yang selalu dibawanya dan mengeluarkan satu jarum, ditusuk ke tengah kening Jane, lalu menusuk dari tenggorokan sampai ke perut bagian bawahnya.


"Aku peringatkan kamu jangan sembarangan ya!" Katrina segera mencengkeram bahu Vincent.


"Katrina, kamu jangan membuat keributan lagi! Bagaimanapun, dia adalah suami Jane!" Jackson berkata sambil menarik Katrina.


"Suami? Dia layak?" Katrina blak-blakan.


Begitu kata-kata ini dilontarkan, jarum perak yang baru saja akan Vincent tusuk malah terdiam.


Dia memandang Jane yang tidak sadarkan diri, menarik nafas dalam-dalam, dengan serak mengatakan : "Jane minum terlalu banyak obat tidur baru berubah menjadi seperti ini, sebenarnya apa yang terjadi padanya?"


"Kami juga tidak tahu."


Jackson menghela nafas berkata : "Kemarin sejak pulang, dia langsung mengunci diri di dalam kamar dan menangis, tidak peduli bagaimana memanggilnya tetap tidak ada respon, kemudian malam dia makan sedikit dan ingin tidur, tapi bagaimanapun tidak bisa tertidur, memintaku memberinya sedikit obat tidur, tidak menyangka gadis ini."


"Mungkin dia tidak sengaja minum terlalu banyak." Vincent berkata dengan suara pelan.


"Bahaya tidak?"


"Tidak terlalu serius, aku sudah menstabilkan kondisi penyakitnya, tunggu nanti antar ke rumah sakit dan dikasih cairan infus akan membaik."


"Baguslah kalau begitu, apa yang sebenarnya kalian lakukan saat keluar kemarin?" Jackson bertanya lagi.


"Tidak apa-apa hanya merundingkan masalah perceraian dengannya." Vincent penuh keraguan mengatakannya.


"Bercerai?" Keduanya langsung tertegun. Kemudian Katrina gembira sekali.


"Akhirnya gadis ini sudah paham? Sungguh bagus sekali! Sungguh bagus sekali!"


"Apa yang telah terjadi pada kalian berdua?" Raut wajah Jackson tidak terlalu baik.


"Tidak apa-apa." Vincent menggeleng.


Setelah menstabilkan kondisi Jane, mobil ambulans juga tiba, mengantar Jane ke rumah sakit, Jackson dan Katrina juga ikut pergi.


Vincent duduk di dalam mobil, mengerutkan kening sambil memikirkan berbagai macam perubahan Jane. Dengan cepat, dia seperti menyadari sesuatu.


"Pasti ada hubungannya dengan Tetua Avricon, kelihatannya harus baik-baik bertanya pada orang tua ini sebenarnya apa yang telah dia katakan pada Jane!"

__ADS_1


Vincent sambil berpikir, lalu menyalakan mobil melaju ke klinik.


Tapi saat dia tiba di klinik, klinik Via sudah ditutup. Di depan pintu penuh kekacauan, ada lemari obat yang berserakan di mana-mana, tampaknya barusan di sini baru terjadi kerusuhan. Syla mengenakan jubah dokter berdiri di depan pintu, sedang memegang kepala terisak-isak di sana. Vincent dengan cepat berjalan ke sana.


"Syla, apa yang terjadi?" Vincent bertanya.


"Mereka telah menghancurkan klinik, kemudian ada orang tua yang membawa pergi Kak Via." Syla terisak sambil mengatakannya.


Vincent memejamkan mata, mengepal erat tangannya, raut dingin di wajahnya sedingin es.


Pertama adalah Jane kemudian adalah Via. Dia merasa kesabarannya sudah hampir habis. Dia mengeluarkan ponsel dan menelepon.


Tut tut. Telepon tersambung.


Tapi dari seberang bukan terdengar suara Via, melainkan suara dingin Gusron.


"Dokter jenius Bermoth, kamu sudah beristri, mohon jangan mengganggu cucuku lagi, aku Gusron tidak memiliki hubungan apa-apa denganmu, semoga kamu tidak menelepon nomor ini lagi!"


"Via adalah temanku, karena dia tidak bersedia pergi ke Sekolah Kaisen, kamu jangan memaksanya." Vincent menarik nafas dalam-dalam. Gusron langsung tertawa terbahak-bahak


"Kenapa? Vincent, apakah kamu sedang mengurus masalah keluargaku? Sejak kapan Keluarga Melken kami harus diurus oleh orang luar seperti kamu?"


"Aku tidak bisa mengurusnya?"


"Kamu tidak memiliki hak itu!"


"Benarkah?"


Vincent terkekeh, langsung mematikan telepon tanpa mengatakan apapun.


Suasana hatinya hari ini memang tidak baik, kata-kata Gusron ini, sudah membuat dia tidak mempedulikan apapun lagi.


Vincent mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dari dalam saku, melirik nomor yang ada di dalam, kemudian menelepon ke nomor itu.


"Ada berapa Klinik Tongfang miliki Gusron di Provinsi Halifax?"


"Total ada 13." Suara di seberang sana sedikit tertawa mengatakan : " Dokter Melken adalah dokter terkenal di Provinsi Halifax kita, Klinik Tongfang juga cukup terkenal di luar sana."


"Aku tidak ingin mendengar bagaimana reputasinya, aku ingin tahu yang lebih realistis." Vincent berkata dengan datar.


Suara di sebelah sana terdiam sejenak, tampaknya telah mengerti sesuatu, merendahkan suara berkata : "Dalam waktu dekat ini kami mendapat kabar, katanya Klinik Tongfang diduga menggunakan obat palsu, meskipun obat-obat palsu ini tidak akan membahayakan tubuh manusia, tapi malah merugikan kepentingan pasien, hanya saja kita tidak memiliki bukti."


"Segera lakukan penyelidikan menyeluruh terhadap semua apotik dan Klinik Tongfang, perintahkan mereka untuk hentikan operasi sementara waktu ini, hentikan semua pemasok obat-obatan dari berbagai farmasi pada mereka."


"Presiden, ini Klinik Tongfang bukanlah klinik kecil, begitu berbuat seperti ini, takutnya akan menimbulkan gejolak besar!" Suara di seberang mulai cemas.


Tidak bisa menemukan bukti? Bagaimana mungkin? Hanya saja, beberapa orang tidak mengizinkan dia mencarinya saja.


Gusron adalah si licik tua, tidak mengatakan di Provinsi Halifax, di dalam negeri ini dia sangat berkemampuan, hubungan di Provinsi Halifax sangatlah rumit, tidak semudah itu untuk menghadapinya? Ini adalah sebuah hal yang begitu digerakkan akan mempengaruhi keseluruhan!


Dia bisa dengar bahwa Presiden Bermoth yang baru ini tidak memiliki kesan baik terhadap Gusron, tapi dia tidak menyangka Presiden baru ini bisa begitu keras kepala, bahkan ingin berhadapan langsung melawan Gusron?


"Jangan urus, lakukan saja, aku yang akan menanggung akibatnya." Suara Vincent tidak ada perasaan apapun.


"Ini baiklah, tapi ini butuh kerja sama dari rekan-rekan berbagai daerah."


"Kamu katakan saja ini adalah permintaan Dokter jenius Bermoth."


"lya." Terdengar suara mengiyakan dari seberang telepon.


Jika mengatakan nama Dokter Bermoth, ada banyak orang yang akan menghargainya, bagaimanapun, orang ini telah berjasa bagi negara.

__ADS_1


Setelah mematikan telepon, Vincent menelepon telepon Frank lagi.


"Tuan Bermoth."


"Ezra ada di mana?"


"Kota Silason,"


"Minta dia utus orang untuk mengepung Keluarga Melken."


"Tuan Bermoth, bagaimanapun Ezra orang dari area terlarang di kota Izuno, selama beberapa waktu ini dia sering bertindak di kota Izuno, menyebabkan ketidakpuasan banyak orang di kota Izuno, aku khawatir." Frank berkata dengan agak ragu-ragu.


"Apakah kamu sungguh berpikir seperti ini?" Vincent tiba-tiba mengatakan. Kalimat ini penuh dengan kekecewaan.


Frank menarik nafas, bergegas mengatakan : "Tuan Bermoth tenang saja, aku sendiri yang akan menelepon Ezra."


"Kelak aku tidak ingin melihat kamu takut-takut dalam melakukan sesuatu, mengerti tidak?" Vincent berkata dengan datar.


"Pa..paham." Keringat dingin Frank bercucuran.


"Cepat bertindak, sekarang aku berada di Keluarga Melken."


Vincent berkata dengan datar, kemudian membuka pintu mobil 918.


"Syla."


"Kak.kak Vincent." Syla mengangkat wajah mungil yang pucat dengan lemah memanggil.


"Kamu bersihkan, besok tetap buka."


"Baik.baik." Syla gemetaran mengatakannya.


Namun, pada saat ini dia baru menyadari tenyata Vincent mengendarai 918 salah satu dari tiga mobil hebat.


"Ternyata kak Vincent ini adalah orang kaya?"


Dan saat ini Rumah Keluarga Melken.


Via dibawa Gusron ke aula keluarganya.


"Berlutut di depan altar para leluhur untuk baik-baik introspeksi diri!" Gusron berkata dengan dingin pada Via.


"Aku tidak melakukan kesalahan apa-apa, mengapa harus introspeksi diri?" Via memarahi.


"Kamu berani melawan?" Gusron marah hingga seluruh tubuh gemetaran, gayanya seperti ingin memukul, tapi seolah teringat sesuatu, tangan di letakkan lagi.


Dia melambaikan tangan, berkata dengan datar : "Kamu berlutut di sini dan baik-baik memikirkannya, nanti aku akan atur kamu pergi ke Sekolah Kaisen, hari ini kamu ikut Jotaru pulang!"


"Tidak mungkin! Aku pasti tidak akan pergi."


"Tidak bisa sesuka hatimu!" Gusron memarahi.


"Kamu..." Via kesal sekali.


Saat ini, ada seorang pria yang berjalan dari depan pintu. Itu adalah Jotaru. Dia tersenyum tipis


"Senior Melken! Apakah bisa membiarkan aku dan Via bicara berduaan?"


Gusron mendengarnya, ragu-ragu sejenak, tetap menganggukkan kepala


"Bagus juga, kamu baik-baik memberi penjelasan padanya!"

__ADS_1


Selesai bicara, langsung meninggalkan aula keluarga.


Di dalam aula keluarga, hanya tersisa Jotaru dan Via berdua...


__ADS_2