Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 118 Kamu hanya memiliki satu kesempatan


__ADS_3

Wanita ini adalah Armint. Ratu bawah tanah kota Izuno, gangster kota Izuno, dia merupakan wanita hebat, bahkan Whizy dan Zovac juga harus menghormatinya.


Faktanya, dia bukan tipe wanita yang sangat cantik. Tapi, dia pandai merias wajah.


Dia sudah berusia tiga puluhan, tetapi wajahnya dirias seperti wanita berusia dua puluhan. Perlu mengatakan bahwa dia merawat dengan sangat baik, ditambah lagi dengan postur tubuhnya yang luar biasa membuat semua pria mengkhayal.


Tentu saja, ini bukanlah poin utama, ada satu hal lagi yang paling penting! Mencolok! Dia sangat mencolok! Gabungan dari beberapa poin ini, bahkan seorang dewa juga akan meleleh.


Namun, Vincent Bermoth tetap tenang. Karena setiap hari dia menghadapi Jane Dormantis, wanita super cantik selama tiga tahun, dia sudah terbiasa, dan wanita cantik yang biasa sudah tidak dapat masuk ke matanya lagi.


Vincent mendorong Armint dengan sangat sopan, lalu tersenyum dan berkata


"Nona Armint, hargai dirimu, aku sudah punya istri."


"Apa? Direktur Bermoth sudah punya istri? Sedih sekali!" Armint memasang wajah yang patah hati. "Mari kita bahas hal penting."


"Okelah, mengapa kamu bawa Ezra, orang lumpuh itu?" Armint berkata sambil pura-pura mengelap air matanya.


Sebenarnya, matanya diam-diam mengamati perubahan ekspresi dari Vincent.


"Lumpuh? Armint, apa maksudmu? " Ezra mendengus dingin dengan wajah yang memar dan hidung yang bengkak.


"Tidak maksud apa-apa, hehe. Apa yang terjadi dengan bos Gabrial kita? Dipukuli siapa? Ck ck ck, lihat, kuku jari sudah kelupas, tidak sakit ya? Kasihan sekali".


Armint pura-pura terkejut, tetapi dia bertanya dengan tersenyum. Dia mengetahui bahwa Whizy telah menangkap Ezra.


Faktanya, dia juga diam-diam mendukungnya. Bagaimanapun, Ezra adalah tokoh besar di kota Silason. Hanya Whizy sendirian pasti tidak berani sembarang menyentuh Ezra. Jika tidak, Keluarga Gabrial akan balas dendam pada Whizy. Jika dia ditekan, bukankah Zovac dan Armint akan mengambil kesempatan ini untuk menelannya?. Oleh karena itu, Armint juga terlibat dalam penculikan Ezra Gabrial,


Hanya saja dia lebih penasaran dengan bagaimana Ezra bisa keluar dari tempat Whizy dengan selamat.


"Armint, aku tahu kamu juga terlibat pada masalah ini, tapi sekarang aku tidak punya waktu untuk bahas masalah ini denganmu. Aku peringatkan kamu, segera berlutut padaku dan tunduk pada Direktur Bermoth. Jika tidak, kamu jangan menyesal nanti, jangan salahkan aku tidak ingatkanmu! " Ezra berteriak dengan keras.


"Ezra, kurasa otakmu sudah rusak setelah dipukul Whizy. Berlutut? Mana mungkin? Jangan bilang apakah aku, Armint akan berlutut atau tidak. Walaupun aku berlutut, aku juga tidak akan berlutut pada pengusaha! Jika tidak, reputasi yang telah aku raih selama bertahun-tahun hancur sia-sia saja". Armint mencibir.


"Kalau begitu, kamu jangan menyesal!" Ezra berkata dengan marah.


"menyesal? Apakah kamu canda? Sekarang, orang yang harus menyesal itu kamu". Armint mencibir kemudian melambaikan tangan. Sekelompok pria berjas bergegas mendekat dan mengepung mereka berdua.


"Apa yang hendak kamu lakukan?" Tanya Ezra dengan curiga.


"Jangan khawatir, aku bukan orang sadis seperti Whizy, aku tidak bunuh orang, tapi Ezra, orang kota Izuno kami sudah peringatkan kamu beberapa kali, tapi kamu kayak orang tuli. Sebenarnya, kali ini Whizy mau kasih kamu pelajaran, tetapi kamu tampaknya kabur dari tangan dia. Jika demikian, aku saja yang turun tangan! ".


Setelah berbicara, Armint mengulurkan tangan pada orang yang berada di sebelahnya. Orang tersebut segera menyerahkan sebuah pisau.


"Kamu mau ngapain?" Ezra panik dan segera mundur, tetapi orang-orang yang berada di belakang segera menekan pundaknya untuk mencegahnya bergerak.


"Buka celananya, aku mau potong niat jahatnya!" Armint mengedipkan mata dan berkata sambil tersenyum.


Wajah yang tertutup bedak itu penuh dengan pesona jahat.

__ADS_1


Tindakan ini secara mengejutkan hendak mengebiri Ezra! Wajah Ezra sudah ketakutan! Tapi detik berikutnya.


Brak! Brak!


Terdengar beberapa suara yang keras. Seketika itu langsung melihat pria berjas yang menahan Ezra itu terbang keluar dan jatuh di depan Armint, sulit untuk bangun. Armint tersenyum kaku.


"Seniman bela diri!"


"Nona, orang ini sepertinya cukup hebat. Pria berjas yang dibelakang sudah panik.


Jangan melihat postur tubuh mereka seperti model, sebenarnya mereka semua seperti pajangan, tidak dapat menahan pukulan.


"Tanpa diduga, ternyata Direktur Bermoth dari Vallamor adalah seorang seniman bela diri, tambah wawasan!" Armint menatap Vincent Bermoth dengan mata yang cerah,lidah merah menjilat bibirnya


"Aku semakin suka kamu, Direktur Bermoth, jangan khawatir, aku tidak akan menyakitimu, tapi nanti aku akan ikat kamu di tempat tidur, buat kamu tak berdaya! Maju!" Setelah dia mengatakan kata terakhir, semua pria berjas bergegas maju ke depan. Tetapi,


Vincent maju setelah beberapa lompatan, satu orang satu pukulan!


Brak! Brak! Brak! Brak! Brak..


Seketika itu, semua pria berjas terbang keluar satu per satu. Armint menarik nafas dam segera berteriak : "Paman Zora! Di mana kamu? Cepat keluar!"


"Sini, Nona!" Seorang lelaki tua berpakaian rapi memegang sapu berlari dari lorong belakang, lelaki tua itu dengan rambut putih dan keriput melangkah seperti terbang.


"Datang seorang seniman bela diri tapi tak berguna, pukul dia, pukul habis-habisan, setelah pukul bawa ke ranjangku, cepat!" Armint berteriak dengan kaget.


"Hakke Kaiten?" Seru Ezra.


Tapi di detik berikutnya, Vincent langsung menyerang. Tidak ada tindakan yang berlika-liku, dia langsung meninju lawan.


Brak!


Tinju mengenai telapak tangan dengan tenaga yang kuat.


Paman Zora tersebut lalai, dalam waktu sekejap dia langung terbang, dan menghantam pilar di belakangnya dengan keras.


Setelah jatuh, dia memegang lengannya dan terengah-engah, dia tidak bisa melawan lagi.


"Apa?" Ekspresi Armint penuh dengan kekagetan.


Dia sangat jelas dengan keterampilan Paman Zora ini.


Dia merupakan sang juara dari seni bela diri nasional puluhan tahun yang lalu. Dia mempekerjakan dengan harga tinggi.


Bagaimana dia bisa dikalahkan oleh lawan seperti Direktur Bermoth? Wajah Armint menjadi pucat, dia merasakan sesuatu yang buruk, kemudian perlahan-lahan mundur.


Namun, Vincent justru berjalan kemari, mengambil pisau yang berada di tangannya.


"Atau... aku baring di ranjang?" Armint tersenyum, matanya penuh dengan ketakutan.

__ADS_1


"Whizy sudah tiada lagi." Vincent melirik pisau yang berada di tangannya dan berkata dengan tenang. Armint menarik napas, kemudian tersenyum


"Jangan canda, sekarang Whizy pasti sedang menikmati di karoke! Tadi aku baru telepon dia."


"Jika kamu punya mata-mata di sisi Whizy, kamu akan dapat berita ini dengan cepat, atau kamu bisa telepon sekarang, apakah bisa terhubung." Vincent tiba-tiba mengangkat tangannya dan melambai.


Siuuhh!


Pisau itu melewati pipi Armint dan menusuk langsung ke pahatan marmer yang berada di belakang.


Pegangan pisaunya terlihat tetapi bilahnya tenggelam di dalam batu. Mata Armint membelalak, benar-benar tercengang.


Dia mengeluarkan ponselnya dengan susah payah dan melihat nomor di atas dengan gemetar, tetapi dia tidak berani meneleponnya.


"Apakah.. benar?" Dia mengangkat kepalanya dan bertanya dengan gemetar.


"Tiga detik, beritahu aku pilihanmu." Vincent berkata dengan santai


"Kamu hanya punya satu kesempatan!".


"Aku menyerah! Aku menyerah! Aku tidak main lagi, aku dengar semua perintahmu!!" Armint tidak tahan dengan suasana yang tertekan ini lagi sehingga dia langsung berteriak.


"Bagus!" Vincent menepuk wajah kecilnya yang dipenuhi dengan bedak itu kemudian tersenyum simpul


"Aku tahu kamu lebih pintar dari Whizy. Dengarkan, aku mau kamu bilang sama Zovac, minta dia besok datang cari aku jam 12 siang, dan sampaikan padanya jika dia mau berlutut di depanku dan ngalah, aku bisa ampuni dia, terus bilang sama dia, dia hanya punya satu kesempatan! Kuharap dia bisa hargai, aku akan tunggu dia! ".


Setelah mengatakan demikian, Vincent berbalik dan berjalan keluar dengan santai. Wajah Ezra yang memar dan hidung bengkak tersebut juga mengikutinya dengan saksama.


Sejenak kemudian, Armint baru sadar kembali. Dia tiba-tiba gemetaran, segera mengeluarkan ponselnya dan menekan nomornya. Karena gugup, beberapa kali menekan nomor yang salah.


"Yo? Nona Armint, kenapa tiba-tiba telepon aku?" Kata Zovac sambil tersenyum.


"Apakah kamu telah menyinggung seseorang?" Tanya Armint dengan gemetar.


"Setiap hari aku menyinggung banyak orang, maksudmu siapa?" Tanya Zovac sambil tersenyum.


"Direktur Bermoth dari Grup Vallamor!"


"Direktur Bermoth? Huh, kenapa? Kamu ketemu dia ya?"


"Dia minta aku sampaikan padamu, besok sebelum jam 12 siang pergi cari dia dan berlutut di depannya, akui kesalahanmu dan menyerah padanya ..."


"Kurasa, dia gila, dan kamu juga sudah gila!"


"Dia bilang, ini satu-satunya kesempatanmu..."


Suara Armint terdengar agak histeris.


Nafas Zovac terengah-engah dan terkejut.

__ADS_1


__ADS_2