Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 141 Delapan Miliar


__ADS_3

Setelah meninggalkan departemen penjualan, Vincent langsung bergegas ke rumah sakit.


Di RS Siloam, Katrina sudah dibawa ke ruang UGD. Jackson sudah terbungkus kain kasa seperti bakcang, berbaring di ranjang rumah sakit sambil mengerang, beberapa polisi sedang menanyakan kondisi tersebut pada mereka.


Frank juga sudah tiba. Dia menunggu Vincent di depan pintu.


Katrina dan Jackson adalah mertua Vincent, tentu saja Frank harus gesit.


"Apa yang terjadi?" Vincent bertanya dengan serius.


"Pagi ini, Katrina dan Jackson bawa mobil keluar dan melaju ke persimpangan, lalu kecelakaan. Saat ini, Katrina yang duduk di samping kursi pengemudi itu dalam kondisi kritis, sementara Jackson yang mengemudi sudah tidak bahaya." Kata Frank.


"Kecelakaan lalu lintas?" Vincent sedikit terkejut.


Tapi melihat tatapan Frank yang ragu-ragu, Vincent tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh.


"Frank, apakah kamu masih ada hal lain yang tidak sampaikan padaku?" Tanya Vincent.


Frank ragu-ragu, kemudian menghelakan nafas: "Menurut CCTV yang diberikan pihak polantas, ini bukanlah kecelakaan lalu lintas yang sederhana, karena mobil itu terus menunggu di persimpangan. Ketika mobil Jackson dan Katrina lewat, mobil itu tiba-tiba bergerak dan menabraknya. Menurut pengakuan pelaku, dia keliru gunakan pedal gas sebagai rem sehingga menyebabkan kecelakaan seperti itu, tetapi dari segi CCTV, hal ini tidak mirip. Polantas juga curiga hal ini mungkin merupakan serangan yang direncanakan Bagaimanapun, supir itu hanya sedikit cedera. Menurut logika, Jackson dan Katrina terluka, dia tidak mungkin baik-baik saja, tapi polantas tidak punya bukti, hanya bisa klasifikasi sebagai kecelakaan lalu lintas biasa."


Vincent mengerutkan kening, setelah berpikir sejenak, dia menoleh dan bertanya, "Menurutmu gimana?"


"Plat nomor mobil itu dari provinsi Hansami." Kata Frank dengan satu kalimat itu


Setelah mendengar kalimat itu, mata Vincent dipenuhi dengan kemarahan, dia langsung mengerti.


"Provinsi Hansami...apakah balasan dendam dari keluraga Borland atau keluarga Ifro? Kamu pergi selidiki, aku mau tahu siapa orang ini!"


"Tenang saja, Direktur Bermoth, aku sudah minta Armint tangani, aku yakin hasilnya segera keluar, dia punya cara untuk hal semacam ini." Kata Frank.


"Bagus". Kata Vincent dengan singkat.


Tiba-tiba, dia mengingat sesuatu, lalu berkata dengan tergesa-gesa: "Jane di mana?"


"Ketika menyadari bahwa hal ini mungkin bukan kecelakaan lalu lintas yang biasa, aku langsung perintah orang jaga di luar kediamannya. Jika ada orang yang mencurigakan, langsung bawa pergi. Mereka akan jaga keamanan Nona Dormantis tanpa ganggu dia. Tapi, Nona Dormantis pasti sudah terima berita ini, sekarang mungkin sudah dalam perjalanan ke sini."


"Iyakah? Vincent menghelakan napas yang tercekik dan duduk di kursi.


"Ayah, ibu!"


Pada saat ini, terdengar suara teriakan keras datang dari pintu masuk lorong. Kemudian melihat Jane yang mengenakan pakaian formal berlari ke arah sini.


Dia langsung masuk ke kamar pasien dan menatap Jackson yang berada di tempat tidur, dia menangis


tersedu-sedu. Pada saat ini, Jane merasa sangat pasrah.


"Jane, tak apa-apa, tak apa-apa, ayah baik-baik saja, ibumu juga akan baik-baik saja..." Jackson menghiburnya dengan lemah.


Jane mengangguk dengan berat, mulut kecilnya merapat, tetapi air mata masih terus menetes.


Tit!!


Pada saat ini, lampu di ruang UGD padam dan beberapa staf medis keluar. Jane mendapat kabar itu langsung bergegas ke sana.


"Dokter, bagaimana kondisi ibuku? Ada apa dengan ibuku?" Jane bertanya dengan panik dan suara bergetar.

__ADS_1


"Kondisi ibumu lumayan baik, jangan khawatir," kata dokter.


"Baguslah!"


Jane menarik napas dengan kuat, bibir dan bahunya sedikit bergetar.


"Tapi, kondisi pasien belum stabil, perlu operasi lagi, biaya operasi sangat tinggi. Jika pasien mau jalani operasi berikutnya, silakan bayar biaya operasi terlebih dahulu," kata dokter.


"Berapa biaya operasinya?" Jane bertanya dengan tergesa-gesa.


"Perkiraan awal sekitar 8 miliar," kata dokter.


"Apa? 8 miliar? " Jane tercengang.


"Kenapa mahal sekali? Rumah sakit kalian terlalu gelap"


"Mencari keuntungan pada situasi kacau?"


"Operasi apa yang harus habiskan miliaran?"


Orang-orang yang berada di sebelah sudah kesal dan berangsur-angsur komplain.


Dokter juga tidak berdaya, menggelengkan kepala dan menghelakan nafas: "Beberapa dari kalian mungkin salah paham dengan profesi dokter. Harga operasi tidak ditentukan oleh kami, tetapi berdasarkan konsumsi, obat-obatan, bahan, dll selama operasi. Operasi ini harus menggunakan obat baru dari Negara M, harga pasar obat ini sekitar 6 miliar. Selain itu, masih ada banyak obat lain-lain. Sebenarnya, 8 miliar adalah perkiraan paling netral. Jika kalian tidak percaya bisa tanya ke rumah sakit lain, rumah sakit di kota tingkat pertama dapat sediakan operasi seperti itu, tapi harganya tidak akan murah!".


Setelah mendengar kata-kata itu, semua orang tidak berbicara.


Wajah Jane menjadi pucat dan mundur beberapa langkah.


Delapan Miliar?


"Dokter, paling lambat kapan harus operasi?"


"Lebih baik tidak lebih dari tiga hari."


"Oke, aku segera kumpulkan uang, kalian tolong persiapkan operasi itu secepatnya."


"Baik." Dokter itu mengangguk kemudian pergi.


Jane mengeluarkan ponsel dan menelepon kakeknya. Uang miliaran merupakan angka yang sangat besar baginya, tetapi bagi keluarga Avricon, hal itu sama sekali tidak sulit.


Tetapi ketika dia menelepon kakek Avricon, tidak ada yang menerima panggilan ini.


Jane tidak sabar lagi, dia langsung berbalik dan pergi.


"Kamu mau ke mana?" Vincent datang menghentikannya.


"Kenapa kamu masih di kota Izuno? Bukankah aku sudah minta kamu pergi?" Jane menatapnya dengan kaget.


"Aku tidak berencana untuk pergi."


"Kamu.." Jane sangat marah, dan bola matanya penuh dengan amarah, lalu berkata dengan kesal: "Jika kamu tidak mau pergi dari kota Izuno, maka jangan muncul di depanku! Keluar! Cepat keluar!!" Jane berkata dengan kesal.


"Jane, aku tahu kamu pasti punya kesulitan. Aku tetap kalimat itu, jika kamu punya masalah bisa katakan padaku. Mengenai biaya operasi ibu senilai 8 miliar itu, aku bisa bayar! " Kata Vincent sambil menghentikan Jane


"Kamu bayar?" Jane terkejut, kemudian menyeringai: "Kamu punya 8 miliar? Omong kosong, apakah seluruh tubuhmu ada 8oo ribu?

__ADS_1


Via belum bayar gaji kamu, kan? Di mana kamu dapatkan uang 8 miliar? Vincent, aku tidak punya waktu untuk habiskan bersamamu. Keluar dari sini sekarang! Cepat!"


"Jane, jika kamu tidak percaya padaku, aku bisa bayar sekarang!" Vincent berkata dengan tegas.


"Awas!" Jane merasa kesal dan kacau, dia langsung


mendorong Vincent.


Vincent mengerutkan kening, dia tidak pernah terpikir Jane begitu emosional. Namun, dia juga tidak ingin basa-basi dengan Jane lagi.


Bagaimanapun nyawa lebih penting, dia tidak ingin sembunyi lagi, sehingga dia menyeret tangan Jane untuk pergi membayar biaya pengobatan tersebut


Tetapi pada saat ini, terdengar suara teriakan.


"Apa yang kamu lakukan?"


Ketika selesai mengatakan, seorang pria muda menegenakan jas berjalan kemari dan melepaskan tangan Vincent.


Vincent mengerutkan kening


Jane berseru, "Kak Mint?"


"Jane, ada apa denganmu?" Pengunjung itu bertanya kepada Jane dengan prihatin.


"Tidak apa-apa." Jane menggelengkan kepalanya.


Wajah Vincent menjadi suram, dia menatap pemuda itu dan kemudian bertanya kepada Jane, "Jane, dia siapa?"


"Tidak berkaitan denganmu, cepat keluar!" Kata Jane dengan cuek.


"Aku suamimu!" Vincent berteriak.


"Kita akan segera cerai," kata Jane dengan cuek.


Wajah Vincent menjadi kusam.


"Jane, aku terima pesan Smsmu, pagi-pagi langsung bergegas ke kota Izuno, mengapa? Ada apa dengan bibi? Apakah kondisinya parah?"


Pria yang dipanggil dengan Marga Min itu berkata sambil tersenyum, sikapnya sangat baik, tetapi ketika menatap Vincent, pandangan sinis melintas di matanya.


"Ibuku butuh uang untuk operasi, aku...aku butuh sekitar 4 miliar, Kak Mint... kamu bisa pinjam aku dulu?".


"Cuma 4, miliar saja? Ada, ada! Aku langsung transfer kasih kamu! " kata pria sambil senyum, penampilannya sangat santai, dia langsung menelepon seseorang. Sejenak kemudian, dia menutup telepon dan berkata: "Dalam 10 menit, 4 miliar akan masuk ke rekeningmu!".


"Terima kasih, Kak Mint! Aku akan bayar kamu secepatnya!" Jane sangat gembira.


"Tidak apa-apa, tidak bayar juga tidak masalah. Lagipula, kita sudah kenal begitu lama." Kak Mint tersenyum.


"Terima kasih..." Jane terus mengucapkan terima kasih. Memberi arang pada musim salju adalah hal yang paling menyentuh hati.


"Jane, kamu terlalu segan, cepat pergi urus. Jika sudah selesai dan punya waktu, bisakah kita pergi makan? Kamu sudah tolak aku berkali-kali. " Kata Kak Mint sambil tertawa.


Ketika mendengar kata-kata itu, wajah Jane menegang. Dia ragu-ragu sejenak, kemudian mengangguk: "Oke..."


Setelah mendengar hal ini, napas Vincent hampir tersendak.

__ADS_1


__ADS_2