
Lantai atas Hotel Marriot
Seorang pria tampan yang mengenakan jas berdiri di depan jendela, dia memegang sebuah gelas anggur, dan sedang melihat pemandangan malam Kota Izuno.
Kemudian, pintu dibuka, Zovac berjalan ke dalam dengan sambil tersenyum.
"Tuan muda Kujo, semuanya sudah beres!"
"Bagus sekali, kapan Vallamor akan tumbang?" Jotaru bertanya.
"Besok!" Zovac menyipitkan matanya dan berkata dengan tersenyum
"Besok pagi, Deku akan bawa orang pergi ke Grup Vallamor untuk lakukan penutupan, orang kita sudah atur semuanya, mulai besok, di dalam Pabrik Vallamor akan muncul obat-obat yang tidak memenuhi spesifikasi, nanti kita akan bawa orang pergi kaji obat-obat itu, pada saat itu, tidak peduli seberapa hebatnya Ceo Bermoth, dia juga tidak bisa bantah lagi, aku sudah panggil beberapa wartawan dan netizen, untuk langsung sebarkan kabar ini, demi hemat biaya produksi,
Pabrik Vallamor gunakan bahan yang berkualitas buruk dalam proses pembuatan obat, pabrik mereka pun pasti akan langsung ditutup, ketika pabriknya ditutup, kita langsung serang mereka melalui saham, Vallamor pasti akan runtuh!"
"Bagus! Bagus!"
Jotaru mengangguk, dan berkata dengan datar: "Tetapi masih tidak cukup."
"Tuan muda, masih ada yang ingin dilakukan?" Zovac bertanya.
"Aku tidak punya ide, tetapi tadi Guru ada telepon aku, dia sangat tertarik dengan dua resep obat Pabrik Vallamor. Besok setelah Pabrik Vallamor tumbang, kamu pergi dapatkan dua resep ini, ke depannya biarkan Sekolah Kaisen yang jual saja." Jotaru berkata.
Zovac menarik nafas dengan bergemetaran, lalu dia pun menggelengkan kepalanya: "Tuan muda Kujo, dua resep obat ini, jangan katakan anda, di dunia ini siapa yang tidak mau, itu adalah sepotong kue yang besar! Tetapi jika ingin dapatkan itu juga tidak terlalu mudah? Jika sudah dapatkan juga tidak berguna, karena tidak diakui secara hukum, jadi kita juga tidak bisa produksi!"
"Kalau tidak diakui hukum, kita kan bisa ajukan sampai diakui secara hukum? Zovac , aku selalu anggap kamu adalah orang yang pandai, sekarang tampaknya kamu lebih bodoh dari yang aku pikirkan!" Jotaru bergumam dengan dingin, lalu dia berjalan ke sofa yang ada di samping.
Jotaru berjalan pincang, jelas sekali luka kemarinnya masih belum pulih sepenuhnya.
Tetapi lukanya begitu parah, Jotaru sudah bisa berjalan, ini pun sudah bisa dianggap sebagai suatu keajaiban.
"Tuan muda, masih ada rencana apa?" Zovac bertanya dengan tampak bingung
"Aku sudah susun sebuah rencana, kamu pergi cari Gusron Melken, suruh dia kerja sama! Gugat Vallamor!" Jotaru mengambil beberapa lembar kertas dari atas meja, dan meletakkannya di depan Zovac.
Gugat Vallamor?
Zovac kaget, dia langsung mengambil beberapa lembar kertas itu, sejenak kemudian dia pun tampak ketakutan.
"Ini..Tuan muda Kujo, ini.. apakah boleh? Katakan dua resep itu milik Keluarga Melken? Tampaknya...tidak akan ada yang percaya
"Aku tidak peduli orang lain percaya atau tidak, jika bisa menangkan gugatan, resep obat itu tentu saja adalah milik kita." Jotaru berkata
…
…
…
Hotman dipanggil Umagi untuk kembali ke Firma Hukum, dan dia pun sekalian siapkan data mengenai Deku.
__ADS_1
Masalahnya sudah menjadi seperti ini, mereka tentu saja tidak akan merasa ragu lagi, perjuangan antara hidup atau mati, apa pun harus dicoba.
Tetapi Frank tahu, jika Hotman punya bukti, juga tetap tidak bisa melawan Deku, bagaimanapun di belakang Deku masih terdapat Sekolah Kaisen, jika Sekolah Kaisen terus melakukan sesuatu di belakang, maka Vallamor akan hadapi krisis besar.
"Frank!"
Pintu dibuka.
Ezra yang dibalut dengan perban masuk ke dalam.
"Oh? Kamu kenapa datang?" Frank sadar kembali dan berkata.
"Aku datang cari Ceo Bermoth."
"Ceo Bermoth sudah pergi."
"Pergi ke mana?"
"Aku tidak tahu, dia tidak bilang."
"Begini ya..."
"Kamu kenapa?"
Melihat ekspresi Ezra tampak beda, Frank langsung bertanya.
"Aku mau kembali ke Kota Silason!" Ezra berkata.
"Masalah aku dirawat di rumah sakit sudah tersebar di Kota Silason, beberapa bawahanku pun tidak bisa duduk diam, sekarang tetua dan Kakakku sedang berusaha untuk kendalikan mereka, tetapi situasi sekarang agak sulit untuk dikendalikan, aku harus segera kembali, jika tidak Kota Silason akan berada dalam kekacauan." Ezra menghela nafas.
"Begini ya...juga bagus, kamu kembali dulu, sekarang kamu juga tidak bisa bantu apa-apa, setelah masalah Perusahaan diselesaikan, aku akan sampaikan masalahmu ke Ceo Bermoth, nanti lihat apakah Direktur Bermoth bisa bantu kamu atau tidak."
"Tidak perlu, ini adalah masalahku, jangan ganggu Ceo Bermoth, aku juga merasa malu, aku baru keluar berapa lama, bawahanku pun lakukan masalah seperti ini, ini adalah masalahku." Ezra menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya, lalu dia pun berkata kepada Frank: "Tetapi Frank, kamu bantu aku, sampaikan ke Ceo
Bermoth, jika dia tidak sibuk, suruh dia pergi ke rumah sakit."
"Untuk?"
"Tentu saja adalah keponakan aku!" Ezra menghela nafas dan berkata: "Sudah beberapa hari tidak makan."
Mendengarkan itu, Frank pun mengangguk dengan pelan.
Masalah Celine, Frank juga sudah mendengarkannya, wajahnya lumpuh, siapa pun tidak bisa menerima kenyataan ini, apalagi seorang gadis muda?
Lalu, Ezra pun pergi dengan buru-buru.
Frank tetap duduk di dalam kantor, dan menunggu kabar Vincent dengan penuh kecemasan.
Setelah duduk sampai tengah malam, Frank tidak bisa menahan lagi, lalu dia pun tidur di atas sofa.
Hari keesokannya, matahari pun terbit..
__ADS_1
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar.
"Direktur Saul! Direktur Saul! Ada yang terjadi!"
Frank bangun, dia membuka pintu, lalu Sekretaris pun masuk, dan berkata: "Direktur Saul, tadi aku dapat telepon dari pabrik, pabrik kita sudah..ditutup!"
"Apa?
Wajah Frank menjadi pucat, seolah-olah seperti langit sudah runtuh.
"Segera hubungi Hotman Fritz, suruh mereka langsung pergi ke pabrik, pergi atur mobil, ikut aku ke sana!"
"Baik...baik Direktur Saul!"
Sekretaris langsung berlari ke bawah. Tidak lama kemudian, seunit mobil mewah pun langsung melaju ke pabrik milik Vallamor.
Ketika Frank sampai di pabrik, pabrik sudah berhenti operasi, terdapat banyak karyawan yang keluar masuk, mereka semua pun berkumpul di sana.
Pabrik sudah lumpuh total.
"Kenapa bisa seperti ini?"
Wajah Frank tampak kusam, dia melihat adegan ini dengan tertegun. Kemudian, seunit mobil polisi pun diparkirkan di depan pabrik.
Dua polisi turun dari mobil.
"Apakah kamu adalah Manajer Pabrik Vallamor, Frank Saul?" Seorang polisi menanyakannya.
"Iya aku, ada apa?" Frank berusaha untuk terlihat tenang
"Kami terima laporan, kamu terlibat dalam pembuatan obat palsu Pabrik Vallamor, mohon ikuti kami untuk lakukan interogasi."
Ini..."
Frank merasa kaget, dia masih ingin bilang sesuatu, tetapi dia sudah dibawa ke dalam mobil polisi.
"Direktur Saul!" Sekretaris itu memanggilnya dengan cemas.
"Segera hubungi Hotman Fritz, dan Direktur Bermoth!'" Frank berteriak, kemudian mobil itu pun pergi.
Di luar pintu.
Sekelompok orang berdiri di sana, dan sedang memperhatikan semua ini Tuan muda Kujo, sekarang anda sudah puas?" Deku bertanya dengan sambil tersenyum.
"Puas, sangat puas! Tetapi masih tidak cukup!" Tatapan Jotaru terlihat tajam, dan berkata dengan dingin: "Hari ini, aku mau Vallamor hancur! Lawcy sudah sampai belum??"
"Sudah turun dari pesawat!"
"Ok, segera mulai!"
__ADS_1