Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 181 Konferensi Dimulai


__ADS_3

Dong!


Seiring dengan bel yang dibunyikan, seluruh Sekolah Kaisen menjadi diam.


Murid-murid Sekolah Kaisen dan semua praktisi pengobatan medis tradisional pun bergegas menuju ke lokasi Konferensi.


Orang-orang yang datang untuk menonton, juga sudah duduk di kursi penonton.


Karena ini adalah Konferensi Medis, jadi harus menjaga ketenangan, tetapi mereka tidak bisa duduk diam, dan sama sekali tidak bisa menahan rasa gembira mereka.


Tentu saja, yang paling gembira adalah murid-murid. Mereka semua sangat bersemangat, dan sudah bersiap-siap untuk memperlihatkan kemampuan mereka.


Saat ini, pintu utama dibuka, dan terdapat sekumpulan orang yang berjalan masuk.


Sekumpulan orang ini sangat aneh. Selain pakaian empat orang yang berdiri di depan terlihat formal, sisanya pun terlihat agak biasa, tampaknya bukan orang Sekolah Kaisen, mereka semua terlihat sedang sakit, bahkan masih ada yang batuk-batuk.


Di antara murid-murid, ada yang kenal dengan empat orang di paling depan, jadi mereka pun langsung bangkit, dan membungkuk kepada mereka berempat.


“Guru Olga, Guru Bison, Guru Gabrant, Guru Zhilong!”


Setelah murid itu panggil mereka, yang lain pun merasa terkejut, lalu mereka pun langsung membungkuk dan berkata dengan sambil tersenyum


“Guru!”


“Guru!”


Suara mereka terdengar cemas, karena takut beberapa guru ini akan tidak senang.


Sedangkan setelah orang-orang di kursi penonton mendengarkannya, mereka juga langsung menyadari bahwa empat orang ini adalah penguji di Konferensi Raja Kedokteran kali ini.


Mengenai sekumpulan orang yang ada di belakang mereka, adalah pasien-pasien yang digunakan untuk ujian kali ini. Mereka langsung duduk di atas kursi khusus yang ada di samping.


“Semuanya duduk, setelah dipanggil, maju ke depan untuk terima ujian.” Wanita yang bernama Bison berteriak.


Wanita ini terlihat berusia empat puluhan, dia mengenakan cheongsam, wajahnya terlihat serius, tampaknya lebih tegas dari Mako, setelah menatap wajahnya, mereka semua pun merasa ketakutan.


“Ini adalah Bison?”


“Iya, dia adalah rektor paling terkenal di Sekolah Kaisen, bahkan masih dikenal dengan sangat tegas, tetapi keterampilan medisnya juga sangat hebat, dan sudah sampai di tingkatan Universitas Yandong Kota Azuka.” Terdapat orang-orang yang membahasnya dengan diam-diam.


“Penguji ujian kali ini terdiri dari aku, Olga, Dokter Bison, Dokter Gabrant, dan Dokter Zhilong, aku harap kalian semua bisa ikut dengan sungguh-sungguh.” Olga berkata.


“Siap, Guru!” Semua orang berteriak.


Kemudian, Sakura Mirz, Murid Killua Gort, dan beberapa Master pun datang, mereka duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dari penguji, mereka datang untuk menonton saja, dan tidak akan mengikuti ujian Sekolah Kaisen, bagaimanapun orang-orang seperti mereka, sekolah mana pun pasti akan merebut mereka, jadi mereka juga tidak mungkin akan ikut.


Murid pertama Killua Gort bernama Bjorn, meskipun pakaiannya terlihat biasa, tetapi kedua tatapannya pun terlihat sombong.


Bjorn pun terus melihat Sakura Mirz secantik Dewi yang ada di sampingnya, kedua matanya pun seperti sedang membara.

__ADS_1


Hanya saja Sakura Mirz tidak melihatnya sama sekali, dia hanya menatap ke arah para Dokter jenius muda, tampaknya seperti sedang mengamati mereka.


“Sekarang aku akan umumkan, Konferensi Raja Kedokteran secara resmi dimulai.” Zhilong bangkit, dan berteriak dengan suara yang keras.


Kemudian, bel Sekolah Kaisen berbunyi tiga kali, dan kemudian ada dua baris orang yang keluar dari dua pintu samping yang ada di belakang.


Mereka berbaris di sebelah kedua sisi penguji, mereka semua berdiri tegak, terlihat sangat mengesankan.


Suasana di sana menjadi sangat serius.


Para peserta yang sedang bersiap untuk mengikuti ujian pun menelan ludah. Di mana mereka pernah melihat pemandangan seperti ini?


Kemudian, ada seorang siswa Sekolah Kaisen yang mengeluarkan sebuah kotak bundar, dan meletakkannya di depan empat penguji.


Olga mengeluarkan sebuah kartu dari dalam kotak bulat, dan membaca nama di kartu itu.


“Arne.”


“Hadir!”


Di tempat duduk peserta, seorang pria berusia dua puluh tujuh tahun yang mengenakan kacamata berdiri, lalu dia pun berjalan menuju ke depan penguji.


Di sana terdapat meja operasi, jarum baja, dan beberapa jenis obat, tetapi semuanya sangat terbatas.


Sekolah Kaisen meminta peserta tidak boleh membawa peralatan medis mereka, mereka hanya bisa menggunakan jarum baja, dan beberapa jenis obat yang telah disediakan, apalagi jumlahnya juga sangat terbatas.


Kemudian, Gabrant juga mengambil sebuah kartu, dan berkata: “Diego.”


Pria tua itu berjalan dengan terhuyung-huyung, dan memegang sebuah tongkat. Setelah Arne melihat lansia ini, hatinya seketika menjadi dingin.


Dari sekumpulan pasien ini, yang paling susah diobati adalah lansia, karena tubuh lansia memang agak lemah, jika ujian yang dikeluarkan oleh penguji terlalu rumit, tampaknya peluang gagal sangat besar. Arne merasa tidak tenang.


Orang-orang di tempat duduk peserta pun tersenyum.


“Jantung orang tua ini bermasalah, aku mau kamu temukan apa masalah di jantung orang tua ini, dan harus sembuhkan dia dalam sepuluh menit.” Zhilong berkata dengan datar.


Setelah mendengarkannya, Arne pun tercengang. Juga terdapat banyak orang yang tertegun.


“Se...sepuluh menit?” Arne berkata.


“Apakah ada masalah?” Zhilong menatapnya.


“Tidak. Tidak ada.” Wajah Arne pun terlihat tidak enak dipandang, dia langsung pergi mengambil jarum baja, dan mulai melakukan pengobatan.


Tempat duduk peserta menjadi ribut. “Sepuluh menit? Ini...ini juga terlalu susah?”


“Berdasarkan data yang diberikan oleh Sekolah Kaisen, jika berikan aku satu jam, aku juga belum tentu bisa tentukan diagnosa pasien!”


“Tampaknya topik kali ini lebih sulit dari sebelumnya.” “Bro, dulu kamu pernah datang?”

__ADS_1


“Usiaku sudah lima puluh, aku sudah pernah ikut Konferensi Raja Kedokteran beberapa kali!”


“Apa? Kamu sudah berusia lima puluhan, dan masih mau masuk ke Sekolah Kaisen?”


“Tentu saja, masuk ke Sekolah Kaisen adalah cita-cita aku!” Suara bisikan terdengar.


Wajah Bison terlihat marah, dia memukul meja, dan berteriak dengan suara yang keras: “Semuanya diam!”


Seketika di tempat duduk peserta menjadi diam.


Bison berkata dengan dingin: “siapa yang masih ribut, langsung keluar saja!”


Seketika semua orang tidak berani ngobrol lagi, bahkan mereka pun bernafas dengan pelan.


Suasana di sana kembali menjadi hening, hanya terdapat Arne yang sedang sibuk.


Tetapi sepuluh menit terlalu cepat, meskipun dia juga sudah berkeringatan, tetapi waktunya masih tetap tidak cukup.


“Waktu sudah sampai, ujian selesai, peserta bernama Arne, gagal!” Gabrant berkata dengan tidak berekspresi.


Setelah itu, Arne berkata dengan cemas: “Para guru, berikan sedikit waktu padaku lagi, berikan satu kesempatan padaku lagi, aku akan segera dapatkan hasil diagnosis pasien, aku minta tolong kepada kalian.”


Arne adalah harapan seluruh warga desa, dia adalah orang yang ditunjuk oleh rumah sakit untuk mengikuti Konferensi Raja Kedokteran dengan tidak mudah, harus diketahui bahwa, bukan siapa-siapa saja yang berkualifikasi untuk mengikuti Konferensi Raja Kedokteran, semua ini membutuhkan kerja keras.


Arne sudah melakukan persiapan selama tiga tahun. Sedangkan pada saat ini, semuanya juga sudah hancur. Dalam sepuluh menit ini, mimpinya hancur...


“Peserta ini silakan pergi, jangan ganggu keberlangsungan ujian, jika tidak kami juga hanya bisa keluarkan kamu!” Bison berkata dengan dingin.


“Guru Bison, mohon anda berikan satu kesempatan kepadaku lagi, aku minta tolong kepada anda!” Arne berteriak.


“Tidak tahu diri!” Bison berteriak, dan melambaikan tangannya.


Dua murid gagah Sekolah Kaisen yang ada di samping para penguji pun langsung keluarkan Arne dari sana. Arne berteriak dengan tidak sudi.


“Dengar baik-baik, masukkan Arne ke dalam blacklist, ke depannya dia tidak diperbolehkan untuk ikut ujian Sekolah Kaisen lagi!” Bison berteriak.


Semua orang di sana merasa kaget. Langsung diberikan hukuman mati?


“Berikutnya!” Bison bergumam.


Ujian terus berlangsung. Tetapi saat ini setiap peserta menjadi semakin tertekan.


Seiring dengan ujian yang terus berlangsung, mereka mulai menyadari, ujian kali ini sangat aneh.


Tidak peduli pasiennya seperti apa, waktu mereka hanya sepuluh menit saja, jika dalam sepuluh menit mereka tidak bisa selesaikan permintaan empat penguji, mereka pun akan langsung dinyatakan gagal.


Seketika, suasana di sana menjadi ribut lagi. Hingga kemudian, Olga tiba-tiba memanggil sebuah nama.


“Berikutnya, Philip!”

__ADS_1


Setelah itu, semua orang di sana pun tercengang.


Dokter jenius...akhirnya!


__ADS_2