Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 211 Jangan salahkan aku


__ADS_3

Napas semua orang yang berada ditempat bergetar, serentak menatap ke Vincent.


Pada saat ini Vicky sudah tidak berniat untuk berunding lagi dengan Vincent.


Ini adalah Kota Prontera, bagaimana mungkin seorang dokter Medis Tradisional kecil seperti dia mnampu untuk melawan Keluarga Mint?


Dia sama sekali tidak punya pilihan.


Sekarang ini dia hanya bisa untuk kompromi!


Tapi!


Vincent sebaliknya berjalan beberapa langkah ke depan, berdiri di depan Vicky, menatapnya tanpa ekspresi.


Vicky merasakan tekanan dua kali lipat, tetapi bagaimanapun juga dia adalah rubah tua yang berpengalaman yang telah berada di Kota Prontera selama bertahun-tahun, sehingga bagaimana boleh diintimidasi seperti ini oleh Vincent? Dia juga langsung menatap lurus ke Vincent tanpa rasa takut.


Suasana dalam ruangan hampir membeku.


Semua orang seperti bisa saling mendengar detak jantung satu sama lain.


“Kamu cepat buat keputusan! Apa kami benar-benar harus bertindak dulu baru kamu merasa puas ?” Kata Saber dengan tidak sabar.


“Kalau begitu kalian lakukan saja !” Kata Vincent.


“Apa maksud kamu ?” Saber tertegun.


“Apa masih kurang jelas? Aku menolak!” Kata Vincent.


Perkataan terakhir Vincent seperti sebuah palu besar yang menghantam otak semua orang dengan keras, membuat mereka semua terguncang.


“Tuan Bermoth, kamu yakin?” Vicky menyipitkan mata.


“Aku sedang menunggu kalian melakukannya ! “ Kata Vincent dengan acuh.


“Dokter Jenius Bermoth, apakah kamu perlu memaksa kami untuk melakukannya?” Raut wajah Vicky berubah menjadi sangat suram.


Vincent tidak mengatakan apa-apa.


“Vicky, untuk apa beromong kosong denganya? Kita hancurkan dulu bocah satu ini, lalu kita buang dia ke bawah ! Aku ingin melihat setelah dia pergi ke neraka apa masih tetap begitu keras kepala ?” Kata Saber dengan penuh emosi.


Tapi .. Vicky tetap tidak bertindak.


“Vicky, apa kamu tuli ?” Kata Saber.


Vicky tetap tidak berkata apa-apa.


Pada akhirnya, Saber tidak tahan, dia merebut pistol pria berbaju hitam di sebelahnya, lalu mau bertindak !


“Berhenti! “ Teriak Vicky.


“Apa yang kamu lakukan?” Teriak Saber.


“Dia tidak takut mati. “ Vicky berkata dengan wajah datar: “Membunuhnya dengan begitu saja tidak ada untungnya bagi kita, lagi pula jika membunuhnya maka sudah tidak ada yang bisa mengobati Warren. “


“Lalu sekarang harus bagaimana ?” Tanya Saber dengan marah.


“Kita bawa pergi dulu orangnya, dan lihat kedepannya, jika benar-benar terjadi sesuatu kepada Warren, maka biarkan dia juga ikut dikubur secara hidup-hidup !”


Vicky berkata dengan suara serak, matanya penuh kesuraman.

__ADS_1


Begitu mengatakan ini, pria berbaju hitam di belakang sudah melangkah maju.


Tapi tepat disaat mereka melangkah maju, Vincent mengangkat tanganya dengan pelan.


Wuss ... Wuss ...


Beberapa jarum perak terbang keluar dari ujung jari Vinncent dan langsung menancap di tubuh pria-pria berbaju hitam itu.


Dalam sekejap, orang-orang berbaju hitam ini satu per satu tidak bergerak, seolah-olah seperti dibekukan.


“Wei, untuk apa kalian masih berdiri ditempat ? Cepat lakukan !” Kata Saber.


Tapi orang-orang berbaju hitam ini tetap tidak bergerak.


“Kalian ... sekumpulan tidak berguna !” Saber marah hingga langsung bergegas pergi meninju orang-orang berbaju hitam itu.


Meski demikian, setelah memberi sebuah pukulan, pria berbaju hitam itu langsung jatuh dengan kaku ke atas lantai.


Saber tercengang.


Orang dalam ruangan semuanya juga terkejut. Apakah orang-orang ini kerasukan ?


“Apa yang telah kamu lakukan ?” Vicky menatap ke Vincent.


Vincent tidak berbicara, hanya mengangguk ke arah depan pintu.


Killua yang terus berdiri di depan pintu mengerti maksud Vincent, dia segera menutup pintu.


Klik!


Pada saat ini terdengar jelas suara pintu ditutup.


“Apa yang ingin kalian lakukan?” Saber terkejut dan juga panik.


Begitu mengatakan ini, orang-orang berbaju hitam yang tersisa tidak ragu lagi dan langsung menarik pelatuk.


Tapi tepat disaat mereka menarik pelatuk dengan jari mereka ...


Wuss ... Wuss ... WusS ...


Tangan Vincent kembali terangkat, jarum-jarum perak itu seperti bintang yang jatuh, terbang keluar dari ujung jarinya, suaranya menembus udara terdengar sangat jelas.


Dalam sekejap mata, mereka orang-orang berbaju hitam yang tersisa juga mengikuti jejak beberapa orang sebelumnya, dan tidak bisa lagi bergerak.


“Ah?” Saber tercengang sepenuhnya.


Vicky terus melangkah mundur, wajahnya sangat pucat.


Semua orang berbaju hitam seperti disihir, sama sekali tidak bergerak, dan napas mereka menjadi sangat lemah.


“Apakah dia bisa ilmu sihir? Dokter Jenius Bermoth ini adalah monster ! Dia adalah monster !” Teriak Saber.


Armint diam-diam ketakutan dan berkeringat dingin.


Saber tahu tindakan Vincent tidak sederhana, tetapi melihat teknik magisnya sekarang ini, Saber merasa sedikit sedang mimpi. Siapa sebenarnya orang ini?


“Ibran ! Asuka !!” Teriak Vicky dengan cemas.


“Tuan tenang saja, kami pasti akan melindungi keamanan kalian !”

__ADS_1


Ibran dan Asuka serentak melangkah ke depan, langsung menghalang di depan Vicky, mengambil posisi.


Melihat postur keduanya, terlihat jelas keduanya merupakan orang yang punya ilmu bela diri.


“Hajar dia !”


Vicky juga tidak ingin bertele-tele, dan langsung memberi perintah.


Keduanya langsung menerjang ke depan, satunya menyerang Vincent dengan tinju seperti naga ganas, satunya lagi kakinya seperti hembusan angin menyerang ke bagian tubuh bawah Vincent.


Tampilan Vincent serius.


Kali ini dia tidak perlu menggunakan jarum perak, dan langsung menendang kembali kaki Asuka yang menyerangnya.


Buk


Kedua kaki bertabrakan.


Tapi kekuatan kaki Vincent sangat kuat.


Krak !


Kaki Asuka tertendang hingga patah, dan tendangan yang penuh kekuatan itu membuat Asuka terbang ke udara.


Asuka terjatuh ke atas sofa, dan sulit untuk berdiri.


Napas orang-orang menengang, sisanya hanya bisa melihat apakah kepalan tinju Ibran bisa mengalahkan Vincent.


Tapi saat tinju Ibran hendak mengenai bagian pelipis Vincent, sebuah tangan secepat kilat langsung mencengkram leher Ibran, lalu mendorongnya ke tiang dinding di samping.


Buk !


Tubuh Ibran terhempas dengan keras ke tiang dinding, hingga tiang langsung retak.


Kekuatan yang besar itu langsung membuat otaknya terguncang.


Vincent melepaskan tangannya, dan Ibran langsung terjatuh lemas ke lantai, dan tidak bisa bangkit.


Melihat kedua petarung yang paling hebat disamping mereka telah dikalahkan oleh Vincent, Saber dan Vicky membeku di tempat, menjadi bisu dan pucat.


“Tadi kamu berkata bahwa pelakunya adalah kalian?” Vincent menatap Vicky dan bertanya.


“Tidak disangka Dokter Jenius Bermoth ternyata begitu hebat, kami telah salah menilai, Dokter Jenius Bermoth kami tidak mau berobat lagi, semua ini adalah kesalahan kami, mohon jangan terlalu kejam, beri kami jalan hidup, apa kami sudah boleh pergi ?” Vicky menarik napas dalam-dalam dan memaksa diri untuk berkata dengan tenang.


“Tetapi aku tak berniat membiarkan kalian pergi. “ Vincent menggeleng-geleng kepala : “Aku awalnya berniat memberi kalian kesempatan, tetapi kalian bahkan mencondongkan pistol ke aku .. ini tidak boleh salahkan aku lagi. “


Selesai berkata, Vincent langsung berjalan ke sana, sebaliknya tidak menggunakan jarum perak untuk melawan Vicky, melainkan mengeluarkan satu bungkus obat dari saku bajunya.


“Buka mulut mereka. “ Kata Vincent.


“Baik Tuan Bermoth. “


Armint segera berjalan ke sana, membuka mulut Vicky kedua suami istri dengan paksa.


Vincent membagi isi bungkus obat menjadi dua porsi lalu memasukan ke dalam mulut mereka, kemudian memaksa keduanya meminum teh.


“Uhuk uhuk... uhuk uhuk uhuk “


Keduanya terus menerus batuk, menggunakan tangan untuk menghalanginya, tetapi tidak ada guna.

__ADS_1


“Kamu beri kami makan apa?” Vicky menggertakkan gigi dan berteriak.


“Racun. “ Kata Vincent dengan tenang.


__ADS_2