
Melihat Dai Anwen yang seperti itu, Vincent langsung panik.
Dia berjalan dengan bantuan tongkat,
Dai Anmei yang berada disamping memapahnya dengan kelopak mata memerah.
Yang lainnya juga tidak baik-baik saja, kebanyakan terluka, dan ekspresi mereka terlihat begitu murung.
Ketika pergi masih baik-baik saja, kenapa hanya pergi ke Kota Azuka sebentar semuanya menjadi seperti ini?
“Apakah terjadi sesuatu?” Vincent segera mendekat dan bertanya.
“Guru, panjang ceritanya!” Dai Anwen berkata sambil menghela nafas panjang.
“Ini perbuatan Umbrella Pharmacy ?” tanya Vincent langsung.
Dai Anwen mengangguk, wajahnya terlihat lelah “Rakizen harus mengganti kerugian Umbrella Pharmacy dengan sebuah Bunga Lotus! Tetap Bunga Lotus adalah barang yang begitu berharga, bagaimana mungkin kami menyerahkannya? Dan kalaupun kita punya, bagaimana mungkin memintanya pada Umbrella Pharmacy? Dan karena orang Umbrella Pharmacy melihat kami tidak bisa memberikan Bunga Lotus, setiap hari mengutus orang untuk datang membuat onar, mereka sama sekali tidak kekurangan orang yang bisa bela diri, setiap kali datang langsung menghancurkan dan memukul orang yang ada disini! Membuat tempat ini kacau tidak karuan, awalnya masih ada banyak pasien yang datang, sejak orang Umbrella Pharmacy datang, semuanya kabur!” wajah rentanya terlihat murung
“Sejak Guru pergi ke Kota Azuka, orang Umbrella Pharmacy langsung datang, mengatakan kalau anda sibuk, berdasarkan peraturan, Sekolah Rakizen”
“Apakah tidak ada yang bisa mengatasinya?” Vincent benar-benar marah dan langsung bertanya dengan nada tinggi.
“Tidak sanggup!” Bearry yang berdiri disamping menghampiri dan berkata dengan tidak berdaya.
Kepalanya dibungkus perban, kelihatannya bahkan dia saja menjadi korban.
“Kenapa tidak sanggup?” Vincent mendengus dengan dingin: “Apakah orang Umbrella Pharmacy memiliki kemampuan sehebat itu?”
“Tidak, namun... super specialist di dunia pengobatan tradisional mendukung mereka, sehingga membuat mereka menjadi kuat!” ucap Bearry sambil menghela nafas.
“Super Specialist Dunia pengobatan tradisional?” Vincent terlihat bingung.
“Guru, duel antara kamu dan Umbrella Pharmacy, sejak awal sudah tersebar ke seluruh dunia pengobatan tradisional, pada hari duel Umbrella Pharmacy mengundang banyak senior yang terhormat juga yang lainnya untuk datang, semua orang begitu menantikan pertandingan ini, dan hasilnya... kamu mengingkari janji, dan banyak orang yang menganggapmu takut pada pemilik Umbrella Pharmacy, dan... dan sangat marah dengan sikapmu yang mengingkari janji ini, sehingga banyak orang yang berdiri di pihak Umbrella Pharmacy, dan semua orang hanya diam melihat semua perbuatan Umbrella Pharmacy, kami juga hanya bisa melapor polisi, namun orang-orang ini segera kabur, sama saja bohong.” Bearry berkata sambil menghela.
Vincent terdiam.
Bagaimana mungkin dia tahu, janji duel yang dia ingkari ketika itu malah membuat masalah yang begitu besar..
Namun benar juga, Sekolah Rakizen memiliki kekuasaan yang begitu besar, pasti mengganggu keuntungan banyak orang tanpa disadari, meskipun tidak ada masalah
__ADS_1
Umbrella Pharmacy, sudah pasti banyak orang yang ingin mencari masalah Sekolah Rakizen...
“Maaf menyulitkan kalian!” Dia menarik nafas panjang dengan kuat, lalu berkata dengan suara serak: “Aku penyebabnya sampai membuat kalian terjerat dalam masalah, maaf.”
“Guru, anda jangan berkata demikian, sebenarnya kami yang payah sampai diganggu orang seperti ini..” ucap Dai Anwen menghela nafas.
“Tenang saja, aku akan berunding dengan pemilik Umbrella Pharmacy dan berusaha menyelesaikan masalah ini, kalau dia bersedia, aku siap berduel sekali lagi dengannya!” ucap Vincent.
“Dibidang pengobatan guru pasti tidak masalah, namun sekarang belum tentu mereka mau berduel ulang dengan kita.”
“Sebaiknya aku membicarakannya dengan orang Umbrella Pharmacy terlebih dahulu, lihat bagaimana sikap mereka... oh iya, dimana Efesus ?” Vincent melihat kekanan dan ke kiri, namun sama sekali tidak melihat Efesus, sehingga bertanya.
“Efesus sudah mewakili Sekolah Rakizen kita untuk berunding dengan Umbrella Pharmacy.”
“Panggil dia pulang, dia pergi juga tidak akan ada gunanya, kalau mereka benar-benar ingin berunding dengannya, untuk apa tunggu sampai sekarang?” ucap Vincent dengan datar: “Bantu aku buat janji, siang ini saja, aku akan datang langsung untuk bicara dengan pihak Umbrella Pharmacy.”
“Baiklah guru.” Dai Anwen mengangguk, dan langsung menyuruh orang disampingnya untuk mengurus.
“Sisanya jalankan tugas masing-masing, segera pulihkan kembali prosedur Sekolah Rakizen, tujuan didirikannya akademi kita ini adalah untuk mendidik orang, menolong orang yang menderita karena penyakit, jangan sampai membuat visi dan misi kita kacau, masalah yang lain, tunggu sampai aku selesai berunding dengan pihak Umbrella Pharmacy baru dibahas lagi!”
Vincent bukanlah orang yang arogan, masalah ini memang dia yang salah, dia ingkar janji, lalu tidak bisa menyerahkan Bunga Lotus, pihak Umbrella Pharmacy sampai melakukan hal ini, itu juga hal yang wajar terjadi, meskipun Dai Anwen dan yang lainnya habis dipukuli, namun semua hanya luka ringan, Vincent masih sanggup menyembuhkan mereka, asalkan pihak Umbrella Pharmacy tidak keterlaluan, dia masih bisa menerimanya.
Dai Anwen juga merasa lega, senyum yang sudah lama menghilang akhirnya kembali terlihat diwajahnya.
Mengenai Dai Anmei, dia tetap memandang Vincent dengan tatapan penuh kagum.
Dan tepat pada saat ini..
Skirtt!
Sebuah suara rem mobil yang memekakkan telinga terdengar di depan Akademi Sekolah Rakizen.
Vincent dan yang lainnya langsung menoleh, lalu melihat kearah depan pintu, terlihat sebuah mobil MVP berwarna hitam terhenti di depan pintu.
Pintu mobil terbuka, beberapa pria dan wanita turun mengenakan jaket abu.
Melihat seragam yang mereka pakai, itu adalah orang dari Umbrella Pharmacy!
Orang Sekolah Rakizen langsung menjadi tegang, beberapa petugas penjaga dan murid yang lebih kuat segera maju ke depan, membentuk lingkaran, menghalangi pintu masuk.
__ADS_1
“Jangan tegang, kami bukan datang untuk membuat onar, melainkan untuk mengantarkan orang kalian!” seorang pria muda yang memimpin berkata sambil tersenyum.
“Mengantarkan orang? Mengantarkan siapa?” Bearry bertanya dengan heran.
Namun yang menjawabnya hanyalah lambaian tangan pria itu.
Anggota yang lainnya langsung membuka pintu bagasi MVP, kemudian menggotong turun sebuah karung hitam dan membuangnya di lantai.
Bang!
Di dalam karung itu entah diisi dengan apa, terlihat begitu berat, begitu dilempar di lantai, membuat debu langsung beterbangan.
“Ini adalah orang kalian! Anggap saja bunga, memandang orang ini, kami memberikan kalian keringanan tiga hari, tiga hari kemudian, bawakan Bunga Lotus !”
Beberapa orang masuk ke dalam mobil, pria itu menurunkan jendela mobil lalu meludah sambil berteriak kearah Vincent, setelahnya mobil bergerak dan pergi dengan cepat.
Semua orang kebingungan, tatapan mata mereka langsung tertuju pada karung hitam yang ada di lantai itu..
“o... orang kita?” Bearry bergumam dengan wajah tercengang.
“Cepat! Cepat buka! Cepat buka” Dai Anwen berteriak dengan suara yang bergetar, bola matanya sampai membelalak besar menatap kearah karung itu.
Semua orang begitu tegang, tidak ada yang berani bersuara, juga tidak berani maju.
Samar-samar seolah bisa menebak sesuatu.
Malah Dai Anmei yang maju dengan rahang mengetat dan membuka tali karung itu.
Pada saat ini, apa yang ada dalam karung ini terlihat jelas dihadapan semua orang.
Itu adalah orang!
Efesus !
Wajahnya sekarang sudah membiru dan berbaring dengan hening dalam karung dengan mata membelalak, sama sekali tidak bergerak.
Semua yang disana terlihat begitu terkejut.
Dai Anmei juga hanya melihat dengan wajah terkejut, lalu mengulurkan tangan dengan hati-hati untuk memeriksa nafasnya.
__ADS_1
Sejenak setelahnya, dia menoleh dengan mata memerah dan bibir bergetar: “Kak Vincent, Dia... sudah mati...”